Isna Windani
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KONTRIBUSI TENAGA KERJA WANITA PADA PENGOLAHAN GULA KELAPA ORGANIK DI KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PURWOREJO Imron Aziz; Isna Windani; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 7, No 2 (2018): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.995 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pola kemitraan pengrajin gula kelapa organik di desa Jatirejo kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo dengan CV. INTRAFOOD Surakarta, 2) Curahan waktu kerja wanita  pada pengolahan gula kelapa organik di desa Jatirejo kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo, 3) Kontribusi tenaga kerja wanita  pada pengolahan gula kelapa organik di desa Jatirejo kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan Sampel penelitian ini berjumlah 75 orang Hasil analisis diketahui bahwa pola kemitraan antara pengrajin dengan CV INTRAFOOD di desa Jatirejo kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo menggunakan pola kemitraan kerjasama operasional agribisnis (KOA), dimana pihak pengrajin menyediakan lahan dan tenaga kerja, sedangkan pihak CV INTRAFOOD menyediakan sarana produksi berupa panduan pengolahan organik, laru, irus, bumbung dan sabuk pengaman, selain itu CV INTRAFOOD memberikan sosialisasi atau bimbingan teknis berupa pelatihan-pelatihan setiap satu bulan sekali serta memberikan jaminan kepastian pasar kepada pengrajin,  curahan waktu kerja wanita pada pengolahan gula kelapa organik di desa Jatirejo kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo adalah penyaringan nira sebesar 0,04 HKO, proses pemasakan sebesar 0,459 HKO, proses pencetakan sebesar 0,046 HKO, dan proses pengemasan sebesar 0,027 HKO. Sedangkan kegiatan pengambilan nira dilakukan oleh tenaga kerja pria yaitu sebesar 0,445 HKO. Kontribusi tenaga kerja wanita pada pengolahan gula kelapa organik di desa Jatirejo kecamatan Kaligesing kabupaten  Purworejo tinggi (56,25%). Kata Kunci: organik, kemitraan, kontribusi
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA KERUPUK KETELA DI KECAMATAN KEMIRI KABUPATEN PURWOREJO Eko Arianto Prasetiyo; Istiko Agus Wicaksono; Isna Windani
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 2 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.418 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi faktor-faktor internal yang menjadi kekuatan, kelemahan industri rumah tangga kerupuk ketela. (2) Mengidentifikasi faktor-faktor eksternal yang menjadi peluang dan ancaman industri rumah tangga kerupuk ketela. (3) Merumuskan alternatif strategi yang memungkinkan untuk diterapkan dalam pengembangan produksi kerupuk ketela. (4) Mengetahui prioritas strategi yang dapat diterapkan pada industri rumah tangga kerupuk ketela.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang berdasarkan hasil wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan industri rumah tangga kerupuk ketela, yaitu: Strategi peningkatan mutu dan jumlah produk kerupuk ketela. Prioritas strategi tersebut dipilih, dengan perolehan total nilai daya tarik (TAS) terbesar yaitu 4,804 yang terletak pada alternatif strategi 1 yaitu strategi peningkatan mutu, inovasi bentuk dan jumlah kerupuk ketela.
ANALISIS USAHA INDUSTRI RUMAH TANGGA GULA SEMUT ORGANIK DI DESA HARGOROJO KECAMATAN BAGELEN KABUPATEN PURWOREJO Tri Subekti; Uswatun Hasanah; Isna Windani
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 7, No 2 (2018): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.174 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui besarnya biaya, penerimaan, keuntungan dari industri rumah tangga gula semut organik di desa Hargorojo kecamatan Bagelen kabupaten Purworejo. (2) Mengetahui tingkat kelayakan dari industri rumah tangga gula semut organik di desa Hargorojo kecamatan Bagelen kabupaten Purworejo. (3) Mengetahui peranan koperasi KARMATERA pada industri rumah tangga gula semut organik di desa Hargorojo kecamatan Bagelenkabupaten Purworejo.Populasi penelitian semua pengrajin gula semut organik di Desa Hargorojo kecamatan Bagelen berjumlah 249 pengrajin. Sampel responden yang diteliti berjumlah 72 pengrajin yang ditentukan menggunakan tingkat kesalahan 10%. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik proportionale sampling kemudian untuk menentukan responden digunakan teknik Accidental Sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis menggunakan analisis usaha dan skala likert.Hasil penelitian menunjukkan besarnya rata-rata total biaya yang digunakan oleh 72 responden pemilik industri rumah tangga gula semut organik di desa Hargorojo kecamatan Bagelen, untuk memproduksi gula semut organik dalam satu minggu sebesar Rp 313.328,13 dan penerimaan yang diperoleh rata-ratanya sebesar Rp 374.177,08, serta rata-rata keuntungan yang diterima sebesar Rp 60.848,96. Industri rumah tangga gula semut organik di desa Hargorojo kecamatan Bagelen kabupaten Purworejo menguntungkan dan layak untuk di usahakan dengan nilai π/C ratio sebesar 18,53%. Peran koperasi KARMATERA pada industri rumah tangga gula semut organik di desa Hargorojo dikatakan tinggi seluruh kegiatan koperasi KARMATERA memberdayakan masyarakat. Kata Kunci: Analisis Usaha, Gula Semut Organik, Peran Koperasi
ANALISIS PRODUKSI USAHATANI KUBIS (Brassica oleracea var. capitata) DI KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO Tri Warni; Isna Windani; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 6, No 2 (2017): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.428 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui teknik budidaya kubis di Desa Surengede (2) Mengetahui biaya, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan usahatani kubis di Desa Surengede (3) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani kubis di Desa Surengede.Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan lokasi penelitian dipilih Desa Surengede Kecamatan Kejajar. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode stratified random sampling, yaitu dengan mengelompokkan petani berdasarkan kelompok tani, sehingga diperoleh 32 petani sampel.Berdasarkan hasil penelitian diketahui usahatani kubis di Desa Surengede dengan rata-rata luas lahan 0,55 hektar total biaya yang dibutuhkan sebesar Rp3.325.393,16, penerimaan total sebesar Rp10.585.937,5, pendapatan sebesar Rp8.278.769,35, keuntungan sebesar Rp7.470.380,35 per musim tanam. Faktor produksi yang  berpengaruh nyata yaitu bibit, TKDK, dan TKLK, sedangkan faktor yang tidak berpengaruh nyata terhadap produksi kubis adalah luas lahan, pupuk organik (kotoran ayam), pupuk urea, dan pestisida.  Kata Kunci: Usahatani, Kubis, Penerimaan, Pendapatan, Keuntungan
MANAJEMEN RISIKO USAHATANI JAGUNG (Zea mays L.) SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN RUMAHTANGGA PETANI Isna Windani
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 1 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.323 KB)

Abstract

Kemampuan petani untuk manajemen resiko merupakan upaya yang ditempuh oleh petani untuk mewujudkan ketahanan pangan rumahtangga.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui dan menganalisis karakteristik petani dan resiko usahatani jagung, (2) mendeskripsikan persepsi petani jagung terhadap resiko dan (3) mendeskripsikan strategi resiko yang dilakukan oleh petani jagung.Sebanyak 30 orang petani diambil sebagai sampel dengan menggunakan metode random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat resiko produktifitas, biaya dan pendapatan usahatani jagung yang diukur dengan menggunakan Koefisien Varians (KV) masing-masing sebesar 0.57, 0.62 dan 0.57. Hal ini menjadi indikator bahwa usahatani jagung memiliki resiko sedang.Menurut persepsi sebagian besar petani jagung, resiko merupakan suatu hal yang dapat membahayakan usahatani jagung, tetapi dapat dicegah atau dikurangi dampaknya jika diwaspadai sejak awal. Faktor utama yang menjadi penyebab resiko usahatni jagung adalah gangguan dari OPT (organisme pengganggu tanaman), harga jual jagung yang seringkali mengalami penurunan, dan tingginya harga sarana produksi.   Strategi pengelolaan resiko ex-ante dilakukan oleh petani dengan menggunakan varietas jagung unggul seperti jagung hibrida 816 atau hibrida Bisi-2 dan membeli benih yang tersertifikasi. Strategi interactivenya dilakukan dengan menggunakan jarak tanam sesuai anjuran, menggabungkan penggunaan pupuk tunggal, majemuk dan organik, pembasmian OPTdengan cara kimiawi dan PHT (Pengendalian Hama Terpadu), menggunakan tenaga kerja dari luar desa, mengatasi kekurangan modal dengan meminjam dari kerabat dan Gapoktan. Strategi ex-post dilakukan jika terjadi kegagalan usahatani jagung, dengan cara memenuhi kebutuhan keluarga dari pendapatan yang berasal dari pekerjaan sampingan, tetap berusahatani dengan mempelajari penyebab terjadinya kegagalan, dan mendapatkan modal dengan cara mengambil tabungan, dan meminjam dari Gapoktan.