Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Implementasi Capacitated Vehicle Routing Problem with Time Windows dengan Pendekatan Algoritma Sweep untuk Distribusi Pengangkutan Sampah Dedi Sa'dudin Taptajani
Jurnal Kalibrasi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.941 KB) | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.19-1.1002

Abstract

Vehicle Routing Problem (VRP) merupakan suatu permasalahan yang berkaitan dengan bagaimana menentukan rute yang dianggap optimal dan melibatkan lebih dari satu alat angkut demi memperhatikan beberapa kendala dalam melayani sejumlah tempat layanan sesuai dengan permintaan. Salah satu varian dari VRP adalah capacitated vehicle routing problem with time window (CVRPTW) varian ini menambahkan kendala kapasitas alat angkut sebagai salah satu pertimbangan didalam mengangkut ke masing masing tujuan dan kemudian memberikan jendela waktu didalam proses pengangkutannya. Tujuan dari penulisan ini adalah menjelaskan pembentukan model dari CVRPTW untuk permasalahan rute pengangkutan sampah dari tiap rumah Sampai Ke Tempat Pembuangan Akhir, dengan pertimbangan waktu yang tersedia dan kapasitas angkut alat angkut yang tersedia, Sedangkan Penyelesaiannya yaitu dengan menggunakan pendekatan algoritma sweep. Algoritma Ini merupakan algoritma yang terdiri dari dua tahap, pada tahapan pertama yaitu clustering dari masing masing rumah dan tahap selanjurtnya yaitu membentuk rute pengiriman untuk masing-masing cluster dengan metode Nearest Neighbour, kemudian dilanjutkan dengan menentukan kapasitas alat angkut terhadap waktu yang diperlukan untuk menentukan kapan sampah ini akan di angkut ke tempat pembuangan akhir. Studi ini sangat penting dilakukan dalam rangka menerapkan dasar untuk memahami kemungkinan meningkatkan tingkat layanan pada proses pengangkutan sampah di tingkat desa.
Analisis Kualitas Produk Jaket Touring untuk Meminimasi Defect Dody Chandrahadinata; Dedi Sa’dudin Taptajani; Muhamad Sidqi Musabik Ramdani
Jurnal Kalibrasi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.614 KB) | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.19-1.1064

Abstract

Konveksi Juan Racing adalah perusahaan yang bergerak dibidang produksi jaket. Penelitian ini berfokus pada bagian produksi, Juan Racing masih menghadapi beberapa masalah, salah satunya adalah masih adanya produk cacat yang diproduksi sehingga menyebabkan menurunnya kualitas produk itu sendiri.Tujuan dilakukan Penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya cacat produk jaket pada konveksi Juan Racing. Untuk menentukan usulan perbaikan kualitas dengan menggunakan SQC (Statistical Quality Control) dan FMEA (Fault Mode and Effect Analysis). Pada proses produksinya Konveksi Jaket Juan Racing selalu berusaha memberikan yang terbaik terhadap konsumen, baik dari segi harga maupun kualitas. Konveksi ini juga dihadapkan dengan permintaan pasar yang semakin meningkat dan menuntut mutu terbaik. Sehingga diperlukan peningkatan kualitas yang bertujuan untuk meningkatakan kualitas dari produk yang dihasilkan oleh Konveksi Jaket Pada Juan Racing.
Analisis Kualitas Produk Karet Ribbed Smoked Sheet menggunakan SQC dan FMEA Dody Chandrahadinata; Dedi Sa’dudin Taptajani; Muhlis Sa’bani
Jurnal Kalibrasi Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.601 KB) | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.19-2.1067

Abstract

Produk karet Ribbed Smoked Sheet (RSS) yang dihasilkan oleh PTPN VIII Kebun Mira Mare memiliki cacat produk pada proses penyaringan busa yang berupa cacat hasil karet menggelembung. Tingkat kecacatan yang ditoleransi adalah 1% sedangkan pada prosesnya melebihi batas yang telah ditentukan sehingga perlu diperbaiki agar tingkat kecacatatannya dapat menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya cacat produk sehingga dapat menurunkan tingkat kecacatan pada proses penyarinang busa dengan memberikan usulan perbaikan dengan cara mereduksikan kecacatan dari proses penyaringan busa. Adapun pada penelitian ini menggunakan Statistical Quality Control (SQC) menggunakan 6 tahap antara lain check sheet, stratifikasi, histogram, pareto, peta proses operasi. Dan fishbone. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kecacatan pada proses penyaringan busa yaitu: mesin, material, manusia dan metode. Fault Mode and Effect Analysis (FMEA) dilakukan untuk memberikan usulan perbaikan dan memfokuskan evaluasi dalam proses penyaringan busa di PTPN VIII kebun Mira Mare. Dangan adanya penelitian ini, diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan tersebut serta dapat menentukan usulan perbaikan sehingga bisa membantu pihak perusahaan untuk menurunkan tingkat cacat pada saat proses penyaringan busa.
Perencanaan Penanggulangan Kecelakaan Akibat Kerja di PD. Barokah Putri Yusuf Mauluddin; Dedi Sa’dudin Taptajani; Intan Devita Sapitri
Jurnal Kalibrasi Vol 20 No 2 (2022): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.20-2.1164

Abstract

This study aims to obtain a production work safety and health plan in PD. Princess Baroque. Occupational accidents can cause production cost losses. Therefore, workplace accidents must be prevented, among other things, through risk analysis. One of the methods used is the HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) method. This methodology consists of 3 phases: hazard identification, risk assessment, and determination of controls based on the data collected. Hazard identification is carried out through interviews and observations of employees and owners of tofu factories, and risk assessment is carried out by analyzing the likelihood and severity of risk for each potential hazard. After determining the risk index for each potential hazard, the next step is to determine risk management measures. Based on the research results, there are 36 potential hazards of tofu production based on high, low, medium and extreme risks, high-risk jobs including harvesting soybeans, grinding soybeans, cooking tofu, and sifting. Risk controls that can be implemented to reduce risk include designing automatic sorting machines, separating the milling and cooking processes, and using personal protective equipment (PPE) to ensure workers are safe and comfortable working, and installing them. Place warning signs in every corner of the hazardous production space to prevent unwanted things from happening.
Perencanaan Penanggulangan Kecelakaan Akibat Kerja di PD. Barokah Putri Yusuf Mauluddin; Dedi Sa’dudin Taptajani; Intan Devita Sapitri
Jurnal Kalibrasi Vol 20 No 2 (2022): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.20-2.1164

Abstract

This study aims to obtain a production work safety and health plan in PD. Princess Baroque. Occupational accidents can cause production cost losses. Therefore, workplace accidents must be prevented, among other things, through risk analysis. One of the methods used is the HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) method. This methodology consists of 3 phases: hazard identification, risk assessment, and determination of controls based on the data collected. Hazard identification is carried out through interviews and observations of employees and owners of tofu factories, and risk assessment is carried out by analyzing the likelihood and severity of risk for each potential hazard. After determining the risk index for each potential hazard, the next step is to determine risk management measures. Based on the research results, there are 36 potential hazards of tofu production based on high, low, medium and extreme risks, high-risk jobs including harvesting soybeans, grinding soybeans, cooking tofu, and sifting. Risk controls that can be implemented to reduce risk include designing automatic sorting machines, separating the milling and cooking processes, and using personal protective equipment (PPE) to ensure workers are safe and comfortable working, and installing them. Place warning signs in every corner of the hazardous production space to prevent unwanted things from happening.
Analisis Kualitas Produk Karet Ribbed Smoked Sheet menggunakan SQC dan FMEA Dody Chandrahadinata; Dedi Sa’dudin Taptajani; Muhlis Sa’bani
Jurnal Kalibrasi Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.19-2.1067

Abstract

Produk karet Ribbed Smoked Sheet (RSS) yang dihasilkan oleh PTPN VIII Kebun Mira Mare memiliki cacat produk pada proses penyaringan busa yang berupa cacat hasil karet menggelembung. Tingkat kecacatan yang ditoleransi adalah 1% sedangkan pada prosesnya melebihi batas yang telah ditentukan sehingga perlu diperbaiki agar tingkat kecacatatannya dapat menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya cacat produk sehingga dapat menurunkan tingkat kecacatan pada proses penyarinang busa dengan memberikan usulan perbaikan dengan cara mereduksikan kecacatan dari proses penyaringan busa. Adapun pada penelitian ini menggunakan Statistical Quality Control (SQC) menggunakan 6 tahap antara lain check sheet, stratifikasi, histogram, pareto, peta proses operasi. Dan fishbone. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kecacatan pada proses penyaringan busa yaitu: mesin, material, manusia dan metode. Fault Mode and Effect Analysis (FMEA) dilakukan untuk memberikan usulan perbaikan dan memfokuskan evaluasi dalam proses penyaringan busa di PTPN VIII kebun Mira Mare. Dangan adanya penelitian ini, diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan tersebut serta dapat menentukan usulan perbaikan sehingga bisa membantu pihak perusahaan untuk menurunkan tingkat cacat pada saat proses penyaringan busa.
Perancangan Usaha Pemanfaatan Limbah Kulit Pepaya Menjadi Produk Papain untuk Pelembut Daging Budi Lukman Hakim; Dedi Sa'dudin Taptajani; Riki Ferdiansyah
Jurnal Kalibrasi Vol 21 No 2 (2023): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.21-2.1446

Abstract

MSMEs in Indonesia have a significant contribution to GDP, with papaya skin being one of the innovations in the MSME sector as a meat tenderizer. This research was carried out in an analysis of company design in terms of the feasibility aspect of processing papaya skin into papain products, based on literature that shows the effectiveness of papain as a meat softener. Papaya skin waste which contains papain can be made into flour and does not change its role in softening the flesh. The method of making it is through a drying process and is not too complicated so it can be an effective method and apart from that, the raw material for papaya skin waste is easy to obtain by utilizing the waste. produced from a sweets factory made from young papaya in Garut. Based on this, research was carried out to design a business for utilizing papaya skin waste for meat softening and to determine the feasibility aspect. The results show that papain products produced from 100% papaya skin meet the expected criteria. The market aspect in Garut Regency shows promising business potential considering the market demand for meat income to the Garut Regency market is 224.66 tons/year with the need for meat softener papain products estimated at 748,866 kg/month. The technical aspects in processing papain products using the drying method and the evaluation of financial aspects through calculating material costs, investment, COGS, BEP, PP, IRR and ROI confirm that this business is feasible to run with significant growth opportunities in the future.
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN DI BENGKEL ALVA JAYA MOTOR MENGGUNAKAN METODE FUZZY SERVQUAL Doddy Chandrahadinata; Dedi Sa’dudin Taptajani; Ujang Cahyadi
Jurnal Akuntansi dan Pajak Vol 23, No 2 (2023): JAP : Vol. 23, No. 2, Agustus 2022 - Januari 2023
Publisher : ITB AAS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jap.v23i2.7373

Abstract

Bengkel Alva Jaya Motor merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa service sepda motor. Dalam menghadapi persaingannya pihak perusahaan harus dapat memenuhi harapan dari konsumen, supaya konsumen puas dengan pelayanan yang diberikan. Maka penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan di Bengkel Alva Jaya Motor menggunakan tools/metode fuzzy servqual. Metode ini membandingkan tingkat persepsi dan harapan yang diterima berdasarkan lima dimensi kualitas yaitu tangibles, responsiveness, reliability, assurance dan emphaty. Data yang digunakan untuk penelitian yaitu data kuisioner dari pelanggan dan data yang didapatkan langsung dengan wawancara pihak perusahaan. Adapun hasil penelitian ini belum sesuai dengan yang diharapkan oleh para pelanggan, dimana pada dimensi tangibles itu sendiri mendapat nilai gap terbesar yang berarti harus dilakukan peningkatan kualitas pelayanan. Juga dalam analisis penelitian ini yang menggunakan metode root cause analysis untuk mengetahui apa penyebab dan solusi yang harus dilakukan.