Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Kelayakan Usaha Pembenihan Ikan Nila (Orecrhromis niloticus) dan Ikan Gurami (Ospronemus gourami) di Desa Kutasari Kabupaten Purbalingga Dharma Atmaja; Tresia Dwi Nesmita; Muhammad Azharul Rijal
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.505

Abstract

Budidaya ikan merupakan bagian dari penyuplai utama ketersediaan ikan bagi masyarakat selain dari hasil tangkapan alam. Budidaya ikan meliputi dari pembenihan, pembesaran dan panen. Pembenihan adalah proses dimana penyediaan benih ikan, pembesaran merupakan Proses pemeliharaan benih ikan sampai ukuran siap konsumsi. Dalam usaha pembesaran ikan, petani harus memilih jenis ikan yang menguntungkan untuk dibesarkan berdasarkan parameter penunjangnnya. Kajian Ilmiah bertujuan untuk: 1. Mengetahui proses pembenihan ikan gurameh dan ikan nila pada balai benih ikan air tawar Kutasari, Purbalingga; 2. Mengetahui kelayakan usaha dari pembeniha ikan nila dan pembenihan ikan gurami, dan 3. Mengetahui permasalahan yang dihadapi dalam proses pembenihan ikan. Manfaatnya Memberikan wawasan dalam proses pembenihan ikan air tawar ikan air tawar desa kutasari kabupaten purbalingga. Metode kajian ilmiah ini menggunakan metode partisipasi aktif dan Observasi. Partisipasi aktif adalah semua kegiatan yang ada disana dan melakukan observasi pengamatan yang ada di balai ikan air tawar kutasari. Hasil yang diperoleh pada kajian ini adalah proses pembenihan ikan gurameh terdiri dari tahap pembenihan, pemijahan, dan pengambilan telur yang kemudian dijual pada petani pendeder ikan.Kelayakan usaha pada pembenihan ikan nila dan gurameh dapat dikatakan layak diusahakan dari analisis kelayakan usaha, nilai RC ratio ikan nila adalah 1,04 (=1),ikan gurameh dengan nilai 1,5 (>1). Permasalahan pada pembenihan ikan nila dan ikan gurameh adalah Faktor cuaca, hama dan penyakit.
Teknik Pemijahan Tradisional Ikan Cupang (Betta Sp.) Shindid Nabil Arif; Defi Sefianingsih; Muhammad Azharul Rijal
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.527

Abstract

Kajian Ilmiah dengan judul “Teknik Pemijahan Tradisional Ikan Cupang (Betta sp.) dibalai penelitian dan pengembangan budidaya Ikan Hias Depok Jawa Barat”, telah dilaksanakan. Kajian Ilmiah bertujuan untuk mengetahui teknik pemijahan ikan cupang (Betta sp.), teknik pembenihan ikan cupang (Betta sp.), fekunditas, hatching rate, survival rate dan perkembangan larva ikan selama tiga minggu pemeliharaan pada Balai Penelitian dan pengembangan Budidaya Ikan Hias, Depok Jawa Barat. Parameter utama yaitu fekunditas daya tetas, sintasan hidup, perumbuhan larva, dan parameter tambahan yaitu kualitas air. Hasil kerja praktek menunjukan bahwa indukan jantan ikan cupang memiliki panjang total 5,3 cm dan panjang standar 4,6 cm. indukan betina memiliki panjang total 5,1 cm dan panjang standar 4,3 cm. berat indukan antan sebesar 1,9 gram, sedangkan untuk indukan betina sebesar 1,3 gram. fekunditas indukan betina ikan cupang sebesar 525 butir telur untuk sekali pemijahan. Daya tetas telur ikan pada wadah pertama sebesar 90%, sedangkan pada wadah kedua 92% dan pada wadah ketiga sebesar 100%. Sintasan hidup ikan cupang pada wadah pertama sebesar 43%, sedangkan pada wadah kedua sebesar 30%, dan pada wadah ketiga sebesar 42%. Pertumbuhan mutlak larva ikan cupang panjang sebesar 2 mm dan pada bobot sebesar 11,84 mg. Kualitas air pada saat pemijahan maupun pada saat pemeliharaan larva ikan didalam kisaran yang baik untuk proses budidaya dan pembenihan ikan cupang. Suhu ada pada kisaran 24 – 28 0C, sedangkan oksigen terlarut ada pada kisaran 3 – 5 ppm, pH pada kesemua wadah pemeliharaan ada pada kisaran 7. Hal tersebut merupakan indikator yang baik untuk proses pemeliharaan larva ikan cupang.
Penerapan Teknologi Bioflok dalam Pembenihan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Madrasah Aliyah (MA) Miftahussalam Banyumas Defi Sefianingsih; Cahyono Purbomartono; Muhammad Azharul Rijal; Juli Rochmayati; Tumisem Tumisem
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.713

Abstract

Industri perikanan di Indonesia berkembang pesat. Pakan merupakan faktor kunci pada usaha perikanan dan memiliki harga yang sangat tinggi. Penerapan teknologi budidaya sangat berkembang dan bertujuan untuk mengurangi modal pakan pada usaha perikanan budidaya. Hilirisasi penelitian merupakan penerapan hasil penelitian yang dilakukan pada lingkungan masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan ilmu dan ketemrampilan masyarakat. Teknologi bioflok merupakan teknologi yang mudah diaplikasikan pada masyarakat. Tujuan hilirisasi penelitian ini adalah agar para siswa dapat melakukan budidaya ikan dengan baik, para siswa dapat menggunakan teknologi bioflok pada budidaya ikan dan siswa berlatih kewirausahaan dan kemandirian. Metode yang dilakukan untuk hilirisasi penelitian ini adalah dengan memberikan materi, pelatihan dan pendampingan kepada para siswa kelas 11 Madrasah Aliyah Miftahusalam Banyumas. Hasil dari hilirisasi ini adalah para siswa dapat mengembangkan ilmu tentang teknologi budidaya yang baik dan melatih keterampilan siswa untuk membuat kolam dan teknologi budidaya, serta para siswa mampu melatih kewirausaan dan kemandirian.
Respon Reproduksi dan Pertumbuhan Ikan Nilem (Osteochilus vittatus) yang Diberikan Pakan Suplementasi Tepung Spirulina (Spirulina platensis) Muhammad Azharul Rijal; Susanto Susanto; Iqna Minhatul Izzah
Sainteks Vol 20, No 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i1.16893

Abstract

Ikan nilem (Osteochilus vittatus) merupakan salah satu ikan endemik Indonesia yang banyak digemari masyarakat, namun reproduksi dan pertumbuhan ikan nilem relatif lambat oleh karena itu diperlukan bahan pendukung untuk meningkatkan reproduksi dan pertumbuhan. Bahan pendukung yang digunakan adalah tepung spirulina (Spirulina platensis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dan dosis optimal penambahan Spirulina platensis dalam meningkatkan pertumbuhan dan reproduksi benih ikan nilem. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-April 2022, di laboratorium basah Akuakultur dan laboratorium Zoologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Parameter yang diamati meliputi Gonadal Somatic Index (GSI), Visera Somatic Index (VSI), Hepato Somatic Index (HSI), Tingkat Kematangan Gonad (TKG) dan pertumbuhan (pertambahan panjang dan berat mutlak). Data respon  reproduksi ikan dianalisis dengan menggunakan analisis variansi ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95%  dilanjutkan dengan uji lanjut dengan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan Penambahan tepung spirulina (Spirulina platensis) pada pakan ikan nilem (Osteochilus vittatus) memberikan pengaruh nyata pada nilai VSI, kemudian memberikan pengaruh berbeda nyata pada parameter pertumbuhan (berat) dengan dosis optimum pada perlakuan P1 (20g/kg). Hal ini menunjukkan penambahan tepung spirulina pada pakan berpotensi meningkatkan nilai VSI dan pertumbuhan ikan.
Pelatihan Budidaya Dalam Ember (Budikdamber) Kepada Peserta Didik Madrasah Aliyah Muhammadiyah Purwokerto Muhammad Azharul Rijal
JURNAL KASTARA Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian_Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Environmentally friendly aquaculture for effective fish production is currently urgently needed by the community. Aquaculture develops every year according to the dynamics of market needs and demands as well as optimal fishing. For this reason, it is necessary to develop integrated aquaculture cultivation that is able to complement the needs of protein from fish for the community. Students or students as the younger generation have a strategic role as a group capable of making changes. As part of the agents of change in society, the role of students as fish cultivators can be increased for the benefit of talent and specialization, coaching, training and service to the community. The development of aquaculture can act as an entry point for the growth of other businesses related to aquaculture. The feed industry, cultivation facilities and infrastructure can develop around the area, especially urban areas or cultivation centers. Agricultural/fishery extension agents can enter through this activity to improve technical services. Likewise, elements of higher education as coaches of students in schools to develop talents and agents of change in society. Service activities use the direct participation method by hatching catfish which includes: providing cultivation material with lectures followed by discussions, implementing cultivation with direct practice at partners' places, coaching and mentoring.
Pelatihan Budidaya Ikan Dalam Ember Bagi Anggota Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Banyumas Muhammad Azharul Rijal; Ikhsan Pratama; Susanto Susanto; Puji Utami
JURNAL KASTARA Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian_Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Regional Leadership of Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Banyumas is an organization belonging to the Muhammadiyah organization which focuses on young women and young women. The age limit for PDNA administrators is 40 years. In Banyumas there are 27 Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Branch Leaders. This effort to transfer fish farming technology in buckets seeks to increase food security and household scale food independence efforts for Banyumas Regency PDNA administrators. Cultivation in buckets is an easy and environmentally friendly cultivation activity so it is very easy for housewives to do. This activity is carried out using direct outreach and training methods. As a result of this training, PDNA members carried out the training well and ended with a training evaluation. Harvesting of kale and catfish was carried out in the third month after training. We would like to thank LPPM UMP for providing financial assistance so that this activity successfuly.
Studi Kemungkinan Bakteri Streptococcus sp. sebagai Agen Penyakit Mata Menonjol pada Ikan Nila Budidaya di Desa Karangsalam, Banyumas: Sebuah Studi Awal Ikhsan Pratama; Muhammad Azharul Rijal; Ade Rusman; Febiana Lenterani; Hilmy Izzuddin; Kukuh Andre Setya Saputra
Sainteks Vol. 23 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v23i1.30662

Abstract

Penyakit streptokokosis merupakan salah satu ancaman utama dalam budidaya ikan nila yang dapat menyebabkan mortalitas tinggi dan kerugian ekonomi signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri penyebab gejala penyakit pada ikan nila budidaya melalui pendekatan molekuler. Sampel ikan yang menunjukkan gejala klinis berupa exophthalmia diambil dari lokasi budidaya dan dilakukan isolasi bakteri dari organ mata, otak, hati, dan ginjal menggunakan metode pour plate pada media Trypticase Soy Agar (TSA). Karakterisasi awal dilakukan melalui pengamatan morfologi koloni dan uji gram KOH, sedangkan identifikasi molekuler dilakukan menggunakan analisis gen 16S rRNA melalui PCR dan sekuensing. Hasil isolasi menunjukkan bahwa seluruh organ menghasilkan koloni bakteri berbentuk coccus dengan reaksi gram positif, yang mengarah pada genus Streptococcus. Analisis filogenetik menunjukkan bahwa isolat berkelompok erat dengan Streptococcus agalactiae dengan nilai bootstrap 100, menandakan tingkat kepercayaan yang sangat tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa infeksi bersifat sistemik dan berkaitan erat dengan gejala klinis yang diamati. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa S. agalactiae merupakan agen penyebab utama penyakit pada ikan nila di lokasi penelitian. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi pengendalian penyakit yang lebih efektif berbasis kondisi lokal.
Kinerja Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Juvenil Ikan Dewa (Tor tambroides) yang Dibudidayakan pada Recirculating Aquaculture System (RAS) Suwarsito Suwarsito; Muhammad Azharul Rijal; Hindayati Mustafidah; Muhammad Taufik Tamam
Sainteks Vol. 23 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v23i1.30666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan Recirculating Aquaculture System (RAS) terhadap kinerja pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan dewa (Tor tambroides), sebagai spesies lokal bernilai konservasi tinggi yang sensitif terhadap perubahan kualitas lingkungan perairan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua perlakuan, yaitu sistem non‑RAS dan sistem RAS, masing‑masing dengan lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan mutlak, efisiensi pakan, dan kelangsungan hidup. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem RAS memberikan pengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap pertumbuhan mutlak dan efisiensi pakan, serta pengaruh nyata (p<0,05) terhadap kelangsungan hidup ikan dewa. Sistem RAS menghasilkan nilai pertumbuhan mutlak dan efisiensi pakan yang lebih tinggi, serta kelangsungan hidup yang lebih baik dibandingkan sistem non‑RAS. Temuan ini menunjukkan bahwa stabilitas kualitas air dan lingkungan pemeliharaan yang lebih terkontrol pada sistem RAS mampu meningkatkan pemanfaatan nutrien pakan dan menekan stres lingkungan pada ikan dewa. Dengan demikian, penerapan sistem RAS berpotensi menjadi strategi teknologi yang efektif dan berkelanjutan untuk mendukung pengembangan budidaya ikan dewa.
Effects of dietary Lactobacillus sp. supplementation on growth performance and nutrient retention of mahseer (Tor tambroides) Suwarsito Suwarsito; Muhammad Azharul Rijal; Hamsah Hamsah
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 13: No. 2 (August, 2026)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v13i2.27132

Abstract

Mahseer (Tor tambroides) is an endemic freshwater fish species with high ecological and economic value; however, its aquaculture development is constrained by slow growth performance. Dietary probiotic supplementation has been proposed as a nutritional strategy to improve growth and feed utilization. This study aimed to evaluate the effects of Lactobacillus sp. probiotic supplementation in the diet on the growth performance and nutrient retention of mahseer juveniles. The experiment was conducted for 60 days using a completely randomized design with six dietary treatments consisting of different probiotic doses (0, 15, 30, 45, 60, and 75 mg kg⁻¹ feed), each with three replicates. Relative growth, feed efficiency, protein retention, and lipid retention were measured as response variables. Research data were analyzed using one-way analysis of variance (ANOVA) followed by Duncan’s multiple range test at a 5% significance level. The results showed that dietary Lactobacillus supplementation significantly affected all measured parameters (P<0.05). Fish fed the diet supplemented with 15 mg kg⁻¹ probiotic exhibited the highest relative growth, feed efficiency, and protein retention. In contrast, higher probiotic doses did not further improve growth performance and were associated with decreased feed efficiency. Lipid retention was highest in the control group and significantly lower in probiotic supplemented treatments. These findings indicate that Lactobacillus sp. supplementation at 15 mg kg⁻¹ feed is the optimal dose for improving growth performance while reducing lipid deposition. Keywords: Growth Performance; Lactobacillus sp.; Nutrient Retention; Probiotic; Tor tambroides