Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

MODEL BISNIS CANVAS HUTAN PINUS LIMPAKUWUS PURWOKERTO Hermin Endratno; Ade Rusman; Arini Hidayah
Derivatif : Jurnal Manajemen Vol 15, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jm.v15i1.577

Abstract

Mapping the business model with the business model canvas approach, which is carried out on the nine block elements in it, which includes the customer segment, value proposition, channel, customer relationship, revenue stream, key activity, key resource, key partnership, and the cost structure are broadly said to be sufficient. good. The existing business model is able to fulfill the nine building block elements of the business model canvas. Based on the results of the evaluation using a SWOT analysis of the nine building block elements on the business model canvas regarding the strengths and weaknesses, opportunities, and threats of the Limpakuwus pine forest, it produces a strategic conclusion that can be used as a recommendation for the Limpakuwus pine forest management so that it can improve its business model. there is. Of the nine building block elements in the existing business model canvas, the researchers recommend that additions are aimed at several building blocks, namely value propositions, key partnerships and customer relationships.Keywords: Business Model Canvas, Forest Tourism
Pemanfaatan Limbah Nanas (Ananas comosus) dalam Teknologi Produksi VCO (Virgin Coconut Oil) di Cabang Aisiyah Purwokerto Selatan Banyumas Ade Rusman; Diniatik Diniatik; Ana Andriani
JITEK (Jurnal Ilmiah Teknosains) Vol 7, No 2/Nov (2021): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jitek.v7i2/Nov.9910

Abstract

Pemanfaatan hasil pertanian sebaiknya makin ditingkatkan, perlunya diversifikasi produk sangat dibutuhkan. Melimpahnya kelapa di Kabupaten Banyumas merupakan tantangan bagi kita semua untuk menambah varian produk, yaitu VCO. Hal ini bisa dengan memanfaatkan limbah kulit nanas, yang dihasilkan dari daerah yang berdekantan dengan yaitu Kabuaten Pemalang dan Purbalingga. Kedua Kabupaten ini menghasilkan nanas terbanyak pertama dan kedua se propinsi Jawa Tengah. Pembuatan VCO ini melalui sebuah acara pendidikan dan pelatihan di Cabang Aisiyah Purwokerto Selatan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan tentang manfaat VCO, dilanjutkan pelatihan pembutan VCO, pengemasan VCO. Pendidikan dan pelatihan ini melibatkan mahasiswa farmasi, dengan target peserta adalah ibu-ibu Aisiyah, harapannya beberapa produk VCO dan metode pengemasan dapat diberikan. Adanya varian produk dari tanaman kelapa berpotensial menjadi tambahan dalam pemasukan pada keluarga. Berdasarkan kuisoner yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa pemahaman peserta pada saat posttest (8,07) meningkat sebesar 1,22 poin dibandingkan prestest (6,85). Berdasarkan diskusi dapat diketahui bahwa VCO ternyata lebih luas pemanfaatannya di daerah tersebut, namun beberapa ibu-ibu Aisiyah ini tidak tahu bahwa itu adalah VCO yang dibuat dari kelapa dan bisa dibuat dengan menggunakan limbah kulit nanas yang melimpahLuaran yang ditargetkan adalah leaflet yang didaftarkan dalam kekayaan intelektual.
ANALISIS EKONOMI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN KLASTER BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DI KABUPATEN BANYUMAS Ade Rusman
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i1.15741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data profil dan sebaran klaster budidaya ikan air tawar Kabupaten Banyumas, termasuk analisis ekonomi dan strategi pengembangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Mixed Method, yaitu perpaduan antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif menggunakan conventional content analysis dan wawancara mendalam terhadap stakeholders terkait. Sedangkan pendekatan kuantitatif menggunakan analisis location quotient (LQ) dan SWOT. Berdasarkan hasil kajian kawasan klaster budidaya ikan air tawar di Kabupaten Banyumas tersebar di 10 kecamatan, yaitu Baturaden, Sumbang, Kembaran, Kedungbanteng, Karanglewas, Cilongok, Kemranjen, Sokaraja, Ajibarang, dan Sumpiuh. Jenis ikan dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu gurami sebagai komoditas unggulan, lele sebagai komoditas andalan, dan  nila sebagai komoditas potensial. Berdasarkan hasil survey total produksi kawasan klaster budidaya ikan air tawar di Kabupaten Banyumas tahun 2018-2021 masing-masing adalah 6,75 ton, 7,09 ton, 7,11 ton, dan 8,01 ton. Berdasarkan perhitungan dari tahun 2016-2020 nilai LQ masih dibawah 1 yaitu masing-masing 0,812, 0,8, 0,796, 0727 sehingga sektor perikanan di Kabupaten Banyumas belum menjadi sektor basis. Strategi yang dikembangkan pada kawasan klaster budidaya ikan air tawar di Kabupaten Banyumas adalah memanfaatkan potensi perikanan dan perkembangan teknologi untuk meningatkan kuantitas dan kualitas produksi, membangun kemitraan dan jejaring usaha (pemerintah dan swasta) dalam rangka pembinaan dan pengembangan budidaya ikan air tawar.
PELATIHAN ANALISIS DATA KUALITATIF DENGAN SOFTWARE ATLAS.ti 8 PADA PRODI MAGISTER PENDIDIKAN DASAR UMP Ristiana Dyah Purwandari; Ade Rusman
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 3 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2021
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.761 KB)

Abstract

Selama ini penyelenggaraan pengenalan dan pelatihan software pengelolaan dan analisis data kualitatif hanya dilaksanakan di kota-kota besar saja. Pelatihan software pengelolaan dan analisis data kualitatif atau Computer Aided Qualitative Data Analysis Sofware (CAQDAS) seperti ATLAS.ti, NVIVO, MAXQDA, QSR Merge dan N6 yang dilaksanakan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Makassar memerlukan biaya yang cukup mahal. Hal ini berakibat peneliti atau dosen kurang antusias untuk mengikutinya. Tuntutan di Era Revolusi 4.0 dimana sangat urgent penguasaan data dan informasi, dibutuhkan keterampilan analisis data yang sangat melimpah menggunakan software. ATLAS.ti adalah salah satu CAQDAS memfasilitasi peneliti melakukan analisis data yang terorganisir, sistematis, efektif dan efisien dalam penelitian. Software ini dapat membuat data kualitatif lebih visual, mudah dipindahkan, dan juga memudahkan proses diskusi analitis di antara dua atau lebih peneliti. ATLAS.ti mendampingi eneliti dari mulai proses  konsepsi hingga akhir penelitian. Pelatihan analisis data kualitatif menggunakan software ATLAS.ti 8 ini bekerjasama dengan Program Studi Magister Pendidikan Dasar Pascasarjana Universtas Muhammadiyah Purwokerto. Hasil pelatihan diperoleh meningkatnya pemahaman para dosen untuk memanfaatkan software analisis data kualitiatif berbasisi computer untuk mempercepat, mempermudah, memperkuat proses dan pengolahan data penelitiankualitatif sehingga hasilnya lebih optimal dan powerful.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA BAGI SISWA SMA MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL ZAM-ZAM CILONGOK MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN SISTEM BIOFLOC Suwarsito Suwarsito; Esti Sarjanti; Ade Rusman
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 3 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2021
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.212 KB)

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berwirausaha bagi siswa SMA Muhammadiyah Boarding School Zam-Zam Cilongok melalui penerapan teknologi budidaya ikan sistem bioflok. Mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah siswa SMA Muhammadiyah Boarding School Zam-Zam Cilongok kelas 11. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah penerapan hasil penelitian, pelatihan, dan pendampingan. Metode pendekatan pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah partisipasi aktif. Tahapan pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah sosialisasi program, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan serta evaluasi kegiatan. Kegiatan pelatihan meliputi pelatihan budidaya ikan lele sistem bioflok, analisa usaha, manajemen usaha, dan pemasaran usaha (digital marketing). Pelatihan dilakukan 2 kali pertemuan, diawali dengan penyampaian materi dan dilanjutkan diskusi. Selanjutnya dilakukan praktik langsung untuk mempraktikkan hasil-hasil pelatihan. Pendampingan dilakukan selama proses budidaya ikan lele sistem bioflok berlangsung.Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan soal evaluasi pre dan post test. Indikator keberhasilan pelatihan diukur dengan persentase peningkatan nilai postest. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan kewirausahaan siswa SMA Muhammadiyah Boarding School Zam-Zam Cilongok rata-rata sebesar 37,5%. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini juga dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam membudidayakan ikan lele sistem bioflok siswa SMA Muhammadiyah Boarding School Zam-Zam Cilongok tentang rata-rata sebesar 42, 86%.
PELATIHAN TATALAKSANA PENYEMBELIHAN AYAM YANG AMAN SEHAT UTUH DAN HALAL (ASUH) PADA AKTIVIS MUHAMMADIYAH CABANG KEMBARAN BANYUMAS JAWA TENGAH Ade Rusman; Arif Prashadi Santosa; Arif Mulyanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 3 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2021
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.897 KB)

Abstract

Tatalaksana penyembelihan  ayam merupakan titik kritis kehalalan daging ayam dan produk pangan olahan turunannya yang dikonsumsi oleh masyarkat. Dengan demikian pengetahuan dan keterampilan juru sembelih halal terkait tatalaksana penyembelihan ayam yang aman sehat utuh dan halal (ASUH) menjadi sangat penting. Pelatihan tatalaksana penyembelihan ayam secara ASUH  dilaksanakan sebagai salah satu solusi dari permasalahan di atas. Pelatihan dilaksanakan pada para aktivis Muhammadiyah Cabang Kembaran Banyumas Jawa Tenah yang bekerjasama dengan Sentra Halal Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Juru Sembelih Halal (Juleha) Banyumas. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 17 orang. Metode yang dilakukan berupa ceramah, diskusi, dan praktek. Pre-test dan post-test dilakukan dengan sebelum dan setelah kegiatan. Hasil paired t test menunjukkan adanya perbedaan  nilai mean (-7.7641) dan ada korelasi yang signifikan (0.001) antara pre-test dan post- test serta ada pengaruh perlakuan yang signifikan (nilai 2-tailed 0.000). Hasil ini menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan dalam tatalaksana penyembelihan ayam secara ASUH.
DETERMINASI TINGKAT PENCEMARAN AIR PADA SISTEM BUDIDAYA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) DI BANYUMAS, JAWA TENGAH Ade Rusman; Nuning Vita Hidayati; Hamdan Syakuri
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i3.606

Abstract

Aktivitas antropogenik yang meningkat berpengaruh terhadap pemanfaatan perairan dan menimbulkan limbah yang banyak sehingga menyebabkan penurunan kualitas lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat pencemaran logam berat Cd, Cr, Pb dan bakteri E. coli dan Salmonella sp. pada air kolam budidaya Ikan Gurami di Banyumas, Jawa Tengah. Metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) digunakan untuk menetapkan kandungan logam berat Cd, Cr, Pb dan metode most probable number (MPN) digunakan untuk menetapkan kandungan E. coli serta metode kualitatif digunakan untuk menetapkan kandungan Salmonella sp. Kandungan logam berat Cd, Cr, dan Pb pada stasiun 1-10 masing-masing adalah <0,0066, <0,0048 dan <0,0058 mg/l dan berada dibawah nilai baku mutu sehingga masuk dalam kategori aman. Kandungan E. coli pada sebagian stasiun berada di atas nilai baku mutu sehingga  masuk dalam kategori terkontaminasi, sedangkan sebagian lainnya masih dalam batas aman.  Kandungan Salmonella sp. pada stasiun 1 bernilai (+), sehingga masuk dalam kategori terkontaminasi dan pada stasiun 2-10 bernilai (-) sehingga masuk dalam kategori aman.
Analisis Derivatif Aspek Ekonomi dan Sosial Nilai Tambah Smart Fisheries Village Panembangan, Banyumas, Jawa Tengah Ade Rusman; Yusuf Enril Fathurrohman; Hengky Widhiandono
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i2.23764

Abstract

Smart Fisheries Village (SFV) atau kampung perikanan pintar merupakan program KKP RI yang kegiatan utamanya adalah usaha tani minapadi yang mempertimbangkan kearifan lokal yang bertujuan untuk mengatasi keterbatasan lahan dalam budidaya ikan dan penanaman padi, meningkatkan ketersediaan pangan dan protein hewani, meningkatkan gizi dan kesejahteraan keluarga. SFV diharapkan dapat mengubah wajah kampung perikanan menjadi lebih berdaya saing karena kegiatan ekonomi di dalamnya menjadi lebih beragam, seperti adanya spot wisata hingga produksi produk UMKM. Jenis ikan yang banyak dibudidayakan pada sistem minapadi khususnya di daerah Jawa Tengah yaitu ikan Nila (Oreochromis niloticus), Nilem (Osteochilus vittatus), Mas (Cyprinus carpio). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis turunan aspek ekonomi dan sosial nilai tambah minapadi di SFV Desa Panembangan Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci sedangkan metode kuantitatif digunakan untuk mengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya minapadi yang dilakukan terdiri dari beberapa proses, yaitu pemilihan lokasi, persiapan lahan dan wadah, pemilihan benih padi dan ikan, persemaian benih padi, penanaman padi, penebaran benih ikan, pemupukan, penyiangan gulma, manjemen kualitas air, pemeliharaan ikan, pengendalian hama dan penyakit serta pemanenan. Hasil turunan nilai tambah sistem minapadi adalah benih ikan sisa yang diolah menjadi kripik ikan dan pakan ikan hias serta obyek wisata yang potensial. Minapadi dapat meminimalisir risiko hilangnya sumber pendapatan petani dan pembudidaya ikan.