Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIVIRUS EKSTRAK ETANOL DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.) TERHADAP VIRUS NEWCASTLE DISEASE BESERTA PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Egi Laila Solichati; Anjar Mahardian Kusuma; Diniatik Diniatik
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v7i1.545

Abstract

ABSTRAK Virus merupakan parasit berukuran mikroskopik, menginfeksi sel organisme biologis, dan hanya dapat bereproduksi dalam material hidup. Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L.), pada umumnya digunakan untuk mengobati demam, menghilangkan pembengkakan dan sakit tenggorokan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya aktivitas antivirus dari ekstrak etanol daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) terhadap virus Newcastle Disease beserta profil kromatografi lapis tipisnya. Ektrak dibuat dengan cara maserasi menggunakan cairan penyari etanol 96 %. Penelitian ini dilakukan secara in Ovo yaitu dengan mengunakan telur ayam berembrio umur 9 – 11 hari. Pengamatan penghambatan virus digunakan uji hemaglutinasi (HA). Penelitian ini dianalisis dengan Uji Anava. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bandotan mampu menghambat pertumbuhan virus Newcastle Disease. Konsentrasi yang digunakan adalah 1, 10 dan 100g/ml, dengan hambatan tertinggi 99.480.23 % dan terendah 50.00±0 %. Aktivitas antivirus ekstrak etanol daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) terhadap virus Newcastle Disease mempunyai perbedaan yang bermakna antara ketiga konsentrasi (P
FORMULASI GRANUL EFFERVESCENT JAMU PEGAL LINU (RIMPANG TEMULAWAK, RIMPANG JAHE, RIMPANG KENCUR DAN BUAH CABE JAWA) DENGAN KOMBINASI ASAM ASKORBAT-ASAM SITRAT DAN KONTROL KUALITASNYA Diniatik Diniatik; Ika Yuni Astuti; Reny Apriani
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 02 Agustus 2010
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v7i1.559

Abstract

ABSTRAK Pegal linu adalah rasa nyeri pada bagian tertentu yang dapat timbul karena kelelahan setelah bekerja, olah raga, dan sebagainya atau merupakan suatu gejala penyakit seperti masuk angin, pilek, dan sebagainya. Salah satu usaha untuk menjadikan obat tradisional menjadi obat modern adalah dengan membuatnya menjadi sediaan granul effervescent dari ekstrak tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi asam sitrat dan asam askorbat terhadap sifat fisik granul effervescent dan untuk menentukan formula granul effervescent ekstrak jamu pegal linu yang optimum. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan cairan penyari etanol 75%. Granul effervescent ekstrak jamu pegal linu dibuat dengan metode granulasi basah dan metode peleburan. Penelitian dilakukan dengan metode Simplex Lattice Design (SLD) dengan 2 komponen yaitu asam sitrat (Z1) dan asam askorbat (Z2), sehingga diperoleh tiga rancangan formula yaitu FI (100% Z1), FII (100% Z2) dan FIII (50% Z1 dan 50% Z2). Parameter sifat fisik yang digunakan adalah waktu alir (detik/100gram), waktu larut (detik) dan kandungan lembab (%). Berdasarkan metode Simplex Lattice Design (SLD) maka diperoleh persamaan untuk masing-masing parameter tersebut, counter plot dan counter plot super imposed sehingga rancangan formula optimum dapat ditentukan. Kombinasi asam sitrat dan asam askorbat (72%Z1:28%Z2) memberikan hasil waktu alir optimum dengan persentase asam sitrat lebih besar dibanding asam askorbat. Formula granul effervescent dengan persentase asam sitrat 100% (FI) merupakan formula yang optimum apabila dilihat dari waktu larut granul effervescent. Asam sitrat adalah faktor yang memperbaiki waktu larut dan waktu alir granul effervescent. Hasil uji sifat fisik granul effervescent menunjukkan bahwa dari semua formula memenuhi syarat uji waktu alir dan waktu larut, tetapi tidak memenuhi syarat uji kandungan lembab, sehingga tidak diperoleh rancangan formula optimum. Kata kunci: pegal linu, granul effervescent, asam sitrat, asam askorbat, Simplex Lattice Design. ABSTRACT Rheumatic pain is a pain in certain part that can arise because of fatigue after working, sports, etc or is a symptom of diseases such as colds, runny noise, etc. One of effort to make the traditional medicine become modern medicine is by making it to granule effervescent preparation from herb crop extract. Aimed of this research was to find out the effect of combination of citric acid and ascorbic acid on granule effervescent physical characteristic and to determine optimum formula of jamu pegal linu extract granule effervescent. The extraction use maseration with ethanol 75%. The effervescent granule of jamu pegal linu extract made by wet granulation and dissolved method. Research was carried out by Simplex Lattice Design (SLD) Method with 2 components that is citric acid (Z1) and ascorbic acid (Z2), so that obtained three formula design they are FI (100% Z1), FII (100% Z2), and FIII (50% Z1 and 50% Z2). As the parameter of granule effervescent physical characteristic that is flow rate (second/100gram), dissolved time (second) and moist content (%). Based on Simplex Lattice Design Method so it obtained equation of each parameter, counter plot and counter plot super imposed so that obtained the optimum formula design. The combination of citric acid and ascorbic acid (72%Z1:28%Z2) gave optimum result with presentation of citric acid is bigger than ascorbic acid. Formula of granule effervescent with presentation of citric acid 100% (FI) is the optimum formula if looked from dissolved time of granule effervescent. Citric acid is that factor that has effect to improve flow rate and dissolved time of granule effervescent. Physical characteristic test result of granule effervescent indicated that from all formula meet requirement of flow rate test and dissolved time, but not meet the requirement of moist content test, so that not obtain optimum formula design. Key word: rheumatic pain, granule effervescent, citric acid, ascorbic acid, Simplex Lattice Design
Formulasi Tea Tree Oil sebagai Pengawet dalam Masker Gel Peel-Off Ekstrak Etanol Beras Merah (Oryza rufipogon Griff.) Eka Wulansari; Agus Siswanto; Diniatik Diniatik
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i1.78349

Abstract

Bahan pengawet merupakan eksipien yang sangat dibutuhkan dalam sediaan cair seperti masker gel peel-off ekstrak etanol beras merah. Penggunaan paraben diyakini memiliki efek samping jangka panjang pada sistem endokrin dan reproduksi sehingga perlu dikembangkan pengawet alami seperti tea tree oil. Selain faktor kualitas sediaan, faktor harga produk juga seringkali menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan komposisi optimum bahan pengawet metil paraben, propil paraben, dan tea tree oil dalam sediaan masker gel peel-off ekstrak etanol beras merah. Metode optimasi simplex lattice design (SLD) digunakan untuk optimasi kombinasi pengawet metilparaben, propilparaben, dan tea tree oil dalam 8 run formula. Formula optimum ditentukan dengan parameter pH, daya sebar, waktu mengering, Angka Lempeng Total (ALT), Angka Kapang Khamir (AKK), dan biaya produksi. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi tea tree oil, metilparaben, dan propilparaben dapat menjaga stabilitas masker gel peel-off ekstrak etanol beras merah. Berdasarkan optimasi metode numerik diperoleh komposisi optimum pengawet dalam sediaan terdiri dari metilparaben 0,119%, propilparaben 0,151%, dan tea tree oil 0,13%.