Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Poco – K-means : Optimasi Penempatan Kontroler Pada Sdn Rizki Jamilah Guci; Aji Gautama Putrada; Muhammad Al Makky
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSoftware Defined Network (SDN) adalah sebuah arsitektur jaringan dimana control plane yang merupakanentitas eksternal yang disebut sebagai controller terstruktur secara terpusat (Centralized Control). Dalamskala jaringan besar SDN dapat terdiri dari beberapa controller yang mendistribusikan manajemenjaringan, dimana setiap controller terpusat secara logis tetapi terdistribusi secara fisik [1]. Controllermerupakan pusat jaringan dalam SDN sehingga letak controller dalam jaringan sangat penting untukdiperhatikan karena berdampak pada kinerja jaringan yang dihasilkan. Salah satu parameter pentingdalam mengukur kinerja jaringan adalah latency. Latency adalah waktu yang diperlukan untuk mengirim paket dari pengirim ke penerima. Salah satu penyebab latency adalah jarak antara node dan controller [2].Sehingga pada penelitian ini, dibutuhkan penggunaan clustering untuk meminimalkan jarak antara nodedan controller. Metode clustering yang digunakan adalah K-Means dan pengukuran latency menggunakantoolset POCO yang umum digunakan untuk simulasi optimasi dalam lingkungan MATLAB. Hasilpengujian menunjukkan bahwa metode POCO – K-Means dapat diterapkan untuk penempatan controllersesuai dengan skenario dan topologi yang digunakan dalam penelitian ini. Jumlah cluster = 4 adalah jumlahcluster yang optimal untuk digunakan dengan nilai SSE = 175,5260 dan Average latency = 0,13ms. Kata kunci : Software Defined Network, Penempatan Controller, Latency, K-Means, POCO AbstractSoftware Defined Network (SDN) is a network architecture where the control plane is an external entitycalled a controller. On a large scale SDN network consists of several controllers that distribute networkmanagement, where each controller has logically centralized but physically distributed [1]. Controller is thenetwork center in the SDN so that the location of the controller in the network is very important because ithas an impact on the performance of the network produced. One important parameter in measuringnetwork performance is latency. Latency is the time needed to send a packet from the sender to the recipient.One of the causes of latency is the distance between node and controller [2]. Therefore, it is necessary to useclustering to minimize the distance between node and controller. The clustering method used is K-Meansand latency measurements using the POCO toolset that is commonly used for optimization simulations inthe MATLAB environment. The test results show that the POCO-K-Means method can be applied to theplacement of the controller according to the scenario and topology used in this work. The optimal numberof cluster is 4 with SSE = 175.5260 and average latency = 0.13ms. Keywords: Software Defined Network, Controller Placement, Latency, K-Means, POCO
Pemanfaatan IoT pada Metode Ad Satiation untuk Meningkatkan Efektivitas Budidaya Ikan Mas Situmorang, Jaya Pangihutan; Ariyanto, Endro; Makky, Muhammad Al
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-Negara Indonesia terletak pada iklim tropis dimana beberapa wilayah terdiri dari pedesaan maupun persawahan dan biasanya masyarakat yang tinggal di sana hidup dengan membudidayakan ikan setelah panen. Pada budidaya ikan terdapat beberapa masalah salah satunya ialah pemberian pakan ikan. Pemberian pakan ikan sulit dilakukan secara tepat waktu dan metode yang tepat oleh pembudidaya atau petani. Berdasarkan permasalahan yang dipaparkan perlu sebuah sistem pemberian pakan yang bisa dilakukan secara Ad Satiation. Metode Ad Satiation adalah pemberian pakan ikan sampai kenyang. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat sistem pemberian pakan ikan dengan menggunakan metode Ad Satiation. Peralatan yang digunakan dalam penelitian adalah sensor IR, sensor sonar, sensor ultrasonik, LCD, dan servo. Pada pengujian fungsi sistem yang dilakukan semua fungsi bekerja dengan baik. Berdasarkan pengujian diketahui bahwa laju pertumbuhan relatif metode Ad Satiation jauh lebih unggul dari metode Biomassa dengan efektivitas sebesar 120 %. Pada pengukuran rasio konversi pakan, metode Ad Satiation juga memiliki nilai FCR yang lebih kecil dengan efektivitas sebesar 87,9% sehingga diperoleh penghematan pakan sebesar 12,1%. Berdasarkan berat total ikan diperoleh efektivitas sebesar 108% dan disimpulkan bahwa metode Ad Satiation lebih unggul dibanding Biomassa. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya dilakukan pengujian pada media yang lebih besar seperti kolam, durasi lebih dari 3 minggu serta menggunakan metode seperti Ad Libitum atau metode lainnya.Kata Kunci-internet of things, sawah, budidaya, ikan mas, ad satiation
Analisis dan Penilaian Risiko Keamanan Informasi Menggunakan OCTAVE Allegro (Studi Kasus : PT. XYZ ) Armadyana, Raihan; Yasirandi, Rahmat; Makky, Muhammad Al
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-PT. XYZ ialah salah satu anak perusahaan dari PT. Telekomunikasi Indonesia yang berfokus pada layanan Business Process Outsourcing. Penggunaan aset Teknologi Informasi sudah dilakukan oleh PT. XYZ untuk menunjang proses bisnis perusahaan. Perencanaan keamanan informasi dilakukan dengan pendekatan OCTAVE Allegro dalam penilaian risiko. Metode OCTAVE Allegro dipilih karena metode tersebut sudah mencakup tiga aspek keamanan informasi yaitu kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan. Penilaian risiko ini akan menjadi acuan untuk membuat langkah mitigasi risiko berdasarkan standar ISO 27001. Penyusunan langkah mitigasi risiko diharapkan dapat meningkatkan tingkat keefektifan dalam penggunaan aset Teknologi Informasi pada PT. XYZ. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 15 risiko yang teridentifikasi dan terdapat 14 poin mitigasi risikoKata kunci -keamanan informasi, penilaian risiko, OCTAVE Allegro, ISO 27001.