Purwanto Adhipireno
Clinical Pathology Laboratory Department Of Central General Hospital Dr. Kariadi Semarang, Semarang, Central Jawa, Indonesia

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Medica Hospitalia

Perbedaan Fungsi Agregasi Trombosit, MPV, Dan Rasio MPV/PC Pada Pasien Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik Melia Setiawati; Purwanto Adhipireno
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 5 No. 1 (2018): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.596 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v5i1.341

Abstract

Latar BelakangStroke adalah hilangnya fungsi neurologis akut yang disebabkan gangguan aliran darah ke otak karena iskemik atau hemoragik. Trombosit berperan penting dalam pembentukan trombus intravaskular. Pemeriksaan fungsi trombosit meliputi fungsi agregasi trombosit, MPV, dan rasio MPV/PC(Mean Platelet Volume/Platelet Count). Peningkatan MPV dan rasio MPV/PC didapatkan pada pasien infark serebri dan infark miokard. TujuanMenganalisis perbedaan fungsi agregasi trombosit, MPV, dan rasio MPV/PC pada pasien stroke iskemik dan stroke hemoragik. MetodePenelitian belah lintang pada penderita stroke yang dirawatdi RSUPDr. Kariadi Semarang periode Juni – Agustus 2016.Diagnosis stroke berdasarkan hasil pemeriksaan MSCT Scan Kepala. Dilakukan pemeriksaan fungsi agregasi trombosit, MPV dan rasio MPV/PC.Data fungsi agregasi trombosit dan MPV dianalisis dengan uji beda t-test sedangkan data rasio MPV/PC dianalisis dengan Mann Whitney U Test. HasilMean persentase fungsi agregasi trombositpada kelompok stroke iskemik adalah 76.83 ± 10.262 %, dan 68.69 ± 10.791 % pada stroke hemoragik. Terdapat perbedaan persentase agregasi trombosit antara kedua kelompok (p = 0,004). Mean MPV pada kelompok stroke iskemik adalah 8.66 ± 1.41 fl dan 7.51 ± 1.52 fl pada kelompok stroke hemoragik dan menunjukkan perbedaan (p = 0.004). Median Rasio MPV/PC pada kelompok stroke iskemik adalah 0.034 (0.009-0.142) dan 0.027 (0.008-0.046) pada kelompok stroke hemoragik dan tidak menunjukkan perbedaan (p = 0.054). SimpulanTerdapat perbedaan persentase fungsi agregasi trombosit dan MPV pada stroke iskemik dan stroke hemoragik (p<0.005). Tidak terdapat perbedaan rasio MPV/PC pada kedua kelompok (p>0.005).  Kata kuncistroke, fungsi agregasi trombosit, MPV, rasio MPV/PC(Mean Platelet Volume/Platelet Count)
Perbedaan Nilai Total Thrombocyt Count (TC), Platelet Distribution Width (PDW) Dan Mean Platelet Volume (MPV) Pada Penderita Chronic Renal Failure (CRF) Tanpa Hemodialisa Dan Dengan Hemodialisa Indrawan Guruh Adi; Purwanto Adhipireno
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 5 No. 1 (2018): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.777 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v5i1.349

Abstract

LatarBelakang:Pasien dengan penyakit ginjal kronis memiliki resiko kehilangan darah yang disebabkan disfungsi platelet.Penyebab lain adalah proses terapi hemodialisis.Tujuan penelitian ini, membuktikan adanya perbedaan Total Thrombocyt Count (TC), Platelet Distribution Width (PDW) dan Mean Platelet Volume (MPV) antara penderita CRF tanpa dan dengan hemodialisa, sehingga dapat mengoptimalkan parameter pemeriksaan hematologi otomatis yang sering dilakukan dengan memanfaatkan indek trombosit sebagai parameter prognostik tingkat keparahan penyakit. Metode : Sampel darah EDTA 72 penderita CRF berusia 8-80 tahun, yang dirawat di RSUP Dr.Kariadi, bulan November 2015 - April 2016, diperiksacomplete blood count (CBC) menggunakan hematologi analyzer metode flowcitometri Cell-Dyn Sapphire. Hasil pemeriksaan masing-masing kelompok di analisis menggunakan Uji Statistik One Way Anova. Hasil :Hasil penelitian pada 2 kelompok diagnosis didapatkan rerata nilai TC kelompok HD 177,93 ± 79,52, kelompok Non HD 244,11 ± 111,98. Rerata PDW kelompok HD 14,78 ± 2,72 , kelompok Non HD 14,24 ± 2,48 dan rerata MPV kelompok HD 7,90 ±1,50 , kelompok Non HD 8,43 ± 2,05. Perbedaan nilai TC yang signifikan CRF non HD dengan HD (p<0,001) Nilai TC kelompok CRF Non HD lebih tinggi secara bermakna dibandingkan kelompok CRF dengan HD. Nilai TC menurun sesuai tingkat keparahan CRF. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan nilai TC secara bermakna antara kelompok pasien CRF non HD da dengan HD (p<0,05). Simpulan :Nilai TC berbeda secara bermakna antara kelompok pasien CRF Non HD dengan pasien CRF dengan HD. TC menurun sesuai dengan tingkat keparahan CRF dan dapat digunakan sebagai petanda tingkat keparahan CRF. Kata kunci :Chronic Renal Failure, Hemodialisa, Total Count Thrombocyt, Mean Platelet Volume, Platelet Distribution Width.
Hubungan Antara Indeks Trombosit (Jumlah Trombosit, MPV, PDW, P-LCR) Dengan CKMB DanTroponinPada Pasien Sindrom Koroner Akut Angeline Barbara Mailoa; Purwanto Adhipireno
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 5 No. 2 (2018): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.629 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v5i2.357

Abstract

Latar Belakang: Sindrom koroner akut erat kaitannya dengan proses aterosklerosis. Aterosklerosis terjadi sebagai respon adanya kerusakan pada endotel. Trombosit memegang peran penting dalam proses rupturnya plak yang akan membentuk trombus dan menjembatani proses inflamasi. Indeks trombosit memiliki korelasi dengan aktivitas dan fungsi trombosit dan menjadi salah satu faktor risiko terjadinya aterosklerosis.Tujuan: Untukmengetahui hubungan indeks trombosit (jumlah trombosit, MPV, PDW, P-LCR) dengan CKMB dan Troponin pada pasien sindrom koroner akutMetode: Rancangan penelitian belah lintangterhadap pasien sindrom koroner akut yang berobat di RSUP Dr.Kariadi. Uji normalitas data menggunakan Kolmogorov-Smirnov dan analisis hubungan menggunakan korelasi Spearman dengan signifikansi p<0.01.Hasil: Subjek penelitian berjumlah68 orang dengan rentang usia 32-94 tahun. Terdapat hubungan antaraMPV dengan CKMB (r=0.873, P=0.000) dan troponin(r=0.665, P=0.000), PDW dengan CKMB (r=0.849, P=0.000) dan troponin  (r=0.610, P=0.000), P-LCR dengan CKMB (r=0.903, p=0.000) dan troponin  (r=0.685, P=0.000). Tidak terdapat hubungan antara jumlah trombosit dengan CKMB(r=-0.0150, P=0.224), troponin (r=-0.045, P=0.715).Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara MPV, PDW, P-LCRdenganCKMB dan troponin. Tidak terdapat hubungan antarajumlah trombosit dengan CKMB dan troponin pada pasien sindrom koroner akut.Kata Kunci : Indeks trombosit, CKMB, troponin, sindrom koroner akut