Titis Hadiati
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

DIFFERENCES IN ANXIETY AND INSOMNIA LEVELS BETWEEN OBESE AND NON-OBESE STUDENTS CLASS OF 2016 OF THE FACULTY OF MEDICINE, DIPONEGORO UNIVERSITY Sri Mulyasari; Widodo Sarjana; Titis Hadiati
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro )
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.651 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v9i1.26564

Abstract

Background: Anxiety and insomnia can be experienced by anyone, including students, both obese and non-obese. Many pressures and problems experienced by obesity and non-obesity students will cause discomfort and have an impact on mental health problems such as anxiety which can develop insomnia. Objective: To determine differences in levels of anxiety and insomnia among college obesity and non-obesity students, faculty of medicine. Methods: This study is an observational analytic study with cross-sectional approach. The sample is 122 people, consisting of 21 respondents obesity and 101 respondents of non-obese who are students of the Faculty of Medicine Batch 2016 Universitas Diponegoro. Sampling with a total sampling method. Measured respondents ' level of anxiety using a questionnaire Zhung Self-rating Anxiety Scale and the level of insomnia using a questionnaire Insomnia SeverityIndex. The test used is Chi-square. Results: The research results showed that anxiety in obesity 1.6% and non-obesity of 3.3%. While insomnia in obesity of 8.2% and the non-obesity of 28.7%. Based on the results of statistical tests show there is no significant difference in anxiety levels between obese and non-obese (p=275) and there is no significant difference in the level of insomnia among obese and non-obese (p=0,475). Conclusions: There is no significant difference in terms of the level of anxiety and insomnia between obesity and non-obesity.Keywords: Anxiety, insomnia, obesity, non-obesity
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN DAN INSOMNIA ANTARA TAHANAN DAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIA WANITA SEMARANG Nila Rabiastuti Meiyanti; Widodo Sarjana; Titis Hadiati
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.313 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i1.23368

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan dan insomnia dapat dialami oleh siapa saja termasuk penghuni lembaga pemasyarakatan baik dengan status narapidana maupun masih status tahanan. Banyaknya perubahan - perubahan dan permasalahan yang dialami narapidana dan tahanan akan menyebabkan mereka dalam suatu ketidaknyamanan dan berdampak pada masalah kesehatan mental seperti kecemasan yang selanjutnya bermanifestasi insomnia. Tujuan: Mengetahui perbedaan tingkat kecemasan dan insomnia antara tahanan dan narapidana. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah 57 orang yang terdiri dari 26 tahanan dan 31 narapidana yang berada di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Wanita Semarang. Pengambilan sampel dengan metode simple random sampling. Responden diukur tingkat kecemasan dengan menggunakan kuesioner Zung Self-rating Anxiety Scale dan tingkat insomnia dengan menggunakan kuesioner Insomnia Severity Index. Uji yang digunakan adalah uji Chi-square. Hasil: Pada penelitian didapatkan hasil bahwa kecemasan pada tahanan 7.7%, dan narapidana 9.7%. Sedangkan insomnia pada penghuni lapas cukup tinggi dengan total 54.4% dari seluruh responden yang mengalami insomnia, dengan rincian 31.7% insomnia yang dialami tahanan dan 22.8% insomnia yang dialami oleh narapidana. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada tingkat kecemasan anatara tahanan dan narapidana (p=1.00) dan terdapat perbedaan yang bermakna pada tingkat insomnia antara tahanan dan narapidana (p=0.041). Kesimpulan: tidak ada perbedaan yang bermakna dalam hal tingkat kecemasan, namun terdapat perbedaan yang bermakna dalam hal tingkat insomnia antara tahanan dan narapidana.Kata Kunci: Kecemasan, insomnia, tahanan, narapidana.