Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI TERHADAP TINGKAT INSOMNIA LANSIA Novita Damayanti; Titis Hadiati
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.649 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i4.25367

Abstract

Latar Belakang: Semakin bertambahnya usia seorang individu dapat mempengaruh pola pikir yang mengakibatkan individu tersebut mengalami gangguan tidur/ insomnia. Insomnia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada orang-orang dengan usia lanjut (lansia). Terapi untuk mengatasi insomnia pada lansia terdiri dari terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan tingkat insomnia adalah dengan menggunakan aromaterapi. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi terhadap tingkat insomnia pada lansia. Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan desain penelitian quasi eksperiment dengan pre and post test without control. Sampel berjumlah 30 orang lansia yang berada di Unit Rehabilitasi Sosial Pucang Gading, Semarang. Pengukuran tingkat insomnia diukur menggunakan kuesioner KSPBJ-IRS. Data dianalisis dengan menggunakan program komputer. Hasil: Pada penelitian di dapatkan perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah penelitian yaitu p=0,001. Kesimpulan: Terapi non farmakologi aromaterapi dapat digunakan untuk menurunkan derajat insomnia pada lansia.Kata Kunci: Insomnia, Lansia, Aromaterapi
Sosialisasi Coretax System Membantu Meningkatkan Pemahaman Kepada Dosen Anggota AFEBSI Jakarta Dewi Dyah Widyastuti; Juhaeti; Rita Intan Permatasari; Novita Damayanti; Sipon Al Munir; Rio Afrianda; Abdullah Fathoni; Siska Ardini; Raka Arbian Fallah; Firna Julia Salim
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/74xsjk67

Abstract

Pembayaran pajak kepada negara sifatnya wajib baik bagi wajib pajak orang pribadi maupun wajib pajak badan yang harus dilaporkan setiap tahun. Sejak diberlakukannya coretax system (CTAS) yang baru pada Januari 2025, wajib pajak mengalami kendala dalam pengisian SPT sehingga menghambat dalam melaporkan pajak (SPT). Oleh karena itu, maka dilakukan sosialisasi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM). Peserta sosialisasi ini adalah para dosen dari anggota Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBSI) Jakarta. Tujuan dari kegiatan PKM yaitu memberikan pemahaman tentang CTAS, sehingga tidak mengalami hambatan dalam pelaporan. Metode yang digunakan dalam sosialisasi ini yaitu pelatihan dan pendampingan. Hasil dari sosialisasi menunjukkan bahwa pertama, sebelum diberikan sosialisasi rata-rata peserta belum paham tentang CTAS (47%), setelah sosialisasi menunjukkan perubahan peningkatan pemahaman, rata-rata peserta sudah paham (97%). Hal ini membuktikan bahwa dengan adanya sosialisasi yang diberikan melalui pelatihan dan pendampingan telah memberikan perubahan positif atau peningkatan pemahaman pada peserta. Kedua, tanggapan peserta terhadap  narasumber menyatakan bahwa narasumber memiliki kemampuan dalam memberikan penjelasan (75%). Narasumber memiliki pemahaman yang luas dan mendalam dan mampu menyampaikan informasi dengan jelas, serta mudah dipahami. Ketiga, peserta menyatakan sangat puas (58%) dan puas (40%), yang artinya bahwa secara umum penyelenggaraan PKM telah memberikan pelayanan yang baik.    Paying taxes to the state is mandatory for individual taxpayers and corporate taxpayers and must be reported annually. Since the implementation of the new coretax system (CTAS) in January 2025, taxpayers have experienced obstacles in filling out their SPT, thus hampering their tax reporting (SPT). The obstacles faced are not yet understanding the coretax system so that they experience difficulties and hinder tax reporting (SPT). Therefore, socialization is carried out through Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) activities. Participants in this socialization are lecturers from members of the Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBSI) Jakarta. The purpose of the PKM is to provide an understanding of CTAS, so as not to experience obstacles in reporting. The methods used in this socialization are training and mentoring. The results were that firstly, before the socialization, the average participant did not understand about CTAS (47%). After the socialization, there was a change in understanding, the average participant understood (97%). This proves that the socialization provided through training and mentoring has provided positive changes or increased understanding for participants. Second, the participants' responses to the resource person stated that the resource person had the ability to provide explanations (75%). The resource person had a broad and deep understanding and was able to convey information clearly and easily understood. Third, the participants stated that they were very satisfied (58%) and satisfied (40%), which means that in general the implementation of PKM has provided good service.
Development of Mathematics Teaching In Elementary School Using Travel Game Media on the Material of Fractional Siti Mulyani; Novita Damayanti; Lukman Khakim
Schola Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/schola.v3i2.3270

Abstract

This study aims to overcome the difficulties elementary school students have in understanding the abstract concept of fractional equivalence, in which only 45% (23 out of 51 students) achieved the Minimum Completion Criteria (KKM). The innovation developed is the Travel Game learning media, an adventure-based educational game that involves moving around while solving mathematical problems or challenges. The development method used is an adaptation of the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) model. In the Travel Game context, students are divided into groups, roll dice, and move pawns, as well as answer questions about fractional equivalence at certain stations to reach the finish line. The results showed that the use of the Travel Game media provided positive results. The number of students who achieved the KKM increased significantly from 23 to 40 students. The increase in students' understanding of fractional equivalence reached 78%. Overall, the use of the Travel Game proved effective because it suits the characteristics of elementary school students who enjoy playing while learning, fosters motivation, and creates an active and enjoyable learning atmosphere. Teachers also observed that this media facilitates the explanation of the concept of fractional equivalence.
Dampak Penerapan Continuity of Care terhadap Kesehatan Ibu dan Anak pada Periode Pascapersalinan: Scoping Review Novita Damayanti; Eni Yati; Eti Suhaeti; Restu Octasila
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.247

Abstract

Continuity of Care (CoC) dipandang sebagai strategi efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan maternal dan neonatal melalui hubungan yang berkesinambungan antara ibu dan tenaga kesehatan. Tujuan tinjauan literatur ini adalah meninjau secara sistematis bukti ilmiah mengenai dampak penerapan Continuity of Care terhadap kesehatan ibu dan anak pada periode pascapersalinan. Metode yang digunakan adalah scoping review ini menggunakan kerangka kerja Arksey dan O’Malley dan pedoman Joanna Briggs Institute. Pencarian literatur dilakukan pada lima basis data PubMed, EBSCO (CINAHL), ERIC, Wiley Online Library, dan Google Scholar dengan periode publikasi 2010–2025. Dari 1.779 artikel yang ditemukan, 29 memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif-tematik berdasarkan jenis intervensi, populasi, dan luaran penelitian. Hasil menunjukan bahwa sebagian besar studi menunjukkan bahwa penerapan CoC memberikan dampak positif terhadap kesehatan ibu dan bayi. Dari aspek klinis, CoC menurunkan komplikasi obstetri, meningkatkan keberhasilan persalinan normal, keberhasilan inisiasi menyusu dini, serta menurunkan mortalitas maternal dan neonatal. Dari aspek psikologis, CoC berkontribusi menurunkan depresi postpartum, stres pengasuhan, dan meningkatkan bonding attachment ibu–bayi serta kepuasan ibu terhadap pelayanan. Dari aspek sistem, CoC terbukti meningkatkan efisiensi pelayanan, memperluas akses pada kelompok rentan, serta memperkuat pendidikan kebidanan melalui pembelajaran berbasis praktik berkelanjutan. Kesimpulan tinjauan literatur adalah Continuity of Care merupakan model pelayanan kebidanan yang efektif, efisien, dan humanistik, terbukti meningkatkan kesehatan fisik, psikologis, dan sosial ibu serta bayi pada masa pascapersalinan.