Inka Krisma Melati
Universitas Muhammadiyah Malang

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemakaian Variasi Resmi Berdasarkan Model Speaking dalam Tayangan "Mata Najwa" Episode "Gaduh Tiga Periode" Inka Krisma Melati; Gigit Mujianto
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.488 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: [1] menjelaskan ciri-ciri variasi resmi dalam tayangan Mata Najwa Episode Gaduh Tiga Periode dan [2] menjelaskan pemakaian model Speaking (setting and scene, partisipants, ends, act sequence, keys, instrumentalities, norms, and genre) dalam tayangan Mata Najwa Episode Gaduh Tiga Periode. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif. Adapun jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah acara Mata Najwa. Data dalam penelitian ini adalah kutipan berupa kata, frasa, klausa, atau kalimat dalam tayangan Mata Najwa. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan transkripsi data atau memindah percakapan yang terdapat dalam tayanagan video. Proses analisis data ini dilakukan bersamaan dengan interpretasi data atau memindah percakapan yang terdapat dalam tayangan video. Proses analisis data ini dilakukan bersamaan dengan interpretasi data sesuai teori yang menunjang penelitian yaitu variasi bahasa resmi dan model fungsional diakronim Speaking. Teknik validasi data yang digunakan adalah berdiskusi bersama ahli. Hasil penelitian yaitu: [1] menggunakan unsur gramatikal secara eksplisit dan konsisten, [2] menggunakan imbuhan secara lengkap, [3] menggunakan kata ganti resmi, [4] menggunakan kata baku, [5] menggunakaan ejaan EYD yang sempurna, dan [6] menghindari unsur kedaerahan. Selain itu juga ditemukan penggunaan model fungsional Speaking yaitu: [1] setting & scene, [2] partisipants, [3] ends, [4] act sequence, [5] keys, [6] instrumentalities, [7] norms, dan [8] genre.Kata kunci: bahasa, resmi, speaking The purpose of this research for his: [1] explain the official variations in Impressions najwa eyes episode rowdy three periods and [2] describes discharging Speaking model Impressions najwa eyes episode rowdy three periods. This study in a descriptive. Meanwhile some of the types used research qualitative study. Materials the research is the Impressions najwa eyes. Materials the research is in, said the phrases, clauses or sentences in a Impressions najwa eyes. Materials collection technique used in this research was a transcription data or a put is in a video. This data analysis carried out simultaneously with conforms to the theory of interpretation of data that support the research variation the official language functional diakronim Speaking models.Technique validation the data used was discuss with professor. The research: [1] using a grammatical explicitly and consistent, [2] a complete affix, [3] using a pronoun, [4] used the raw, [5] use the term spelling EYD perfect, and [6] avoid regional element. It is also found the use of functional speaking the model: [1] setting & scene, [2] partisipants, [3] ends, [4] act sequence, [5] keys, [6] instrumentalities, [7] norms, dan [8] genre. Keywords: language, official, speaking
Emosi Tokoh Utama Dalam Novel Bara Surat Terakhir Seorang Pengelana Kajian Behaviorisme Inka Krisma Melati; Ekarini Saraswati
Kode : Jurnal Bahasa Vol 10, No 4 (2021): Kode: Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.561 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v10i4.30771

Abstract

Sastra dan psikologi memiliki keterkaitan yaitu objek kajiannyasama-sama tentang jiwa. Kondisi kejiwaan dapat dipahami melaluisastra, sama hal nya psikologi dalam sastra. Tujuan penelitian ini [1]untuk menganalisis emosi positif pada tokoh utama Bara dan [2] untukmenganalisis emosi negatif pada tokoh utama Bara. Alasan memilihtokoh utama Bara dalam novel Bara, Surat Terakhir Seorang Pengelanakarya Febrialdi Rusdi karena sumber data berkesinambungan denganteori behaviorisme BF Skinner. Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif untuk menggambarkan hasil analisis emosi positif dan emosinegatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber datapenelitian ini adalah novel Bara, Surat Terakhir Seorang Pengelanakarya Febrialdi Rusdi. Data dalam penelitian ini berupa kutipan emosipositif dan emosi negatif yang dirasakan oleh tokoh utama. Penelitian inimenggunakan studi dokumenter untuk pengumpulan data. Analisis datadilakukan dengan menginterpretasi data dengan teori. Teknik validasiyang digunakan adalah berdiskusi bersama ahli. Hasil penelitian [1]menemukan emosi positif tokoh utama Bara yaitu emosi cinta dan emosigembira dan [2] menemukan emosi negatif tokoh utama Bara yaitu emosimarah, emosi sedih dan emosi cemas. Penelitian ini penting dilakukankarena belum ada yang meneliti novel Bara surat terakhir seorangpengelana karya Febriali R dengan kajian behaviorisme B.F Skinner.
Karakter Islami dalam Film Animasi Nussa dan Rara Episode Cerita Rara: Kajian Sosiolinguistik Inka Krisma Melati; Hari Windu Asrini; Ajang Budiman
Kode : Jurnal Bahasa Vol 11, No 3 (2022): Kode: Edisi September 2022
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v11i3.38821

Abstract

Permasalahan karakter pada anak cukup menjadi sorotan yang memprihatinkan. Tujuan penelitian ini sebagai berikut: [1] mendeskripsikan bentuk-bentuk karakter Islami, [2] mendeskripsikan karakter Islami berdasarkan Setting & Scene, [3] mendeskripsikan karakter Islami berdasarkan Partisipant, dan [4] mendeskripsikan karakter Islami berdasarkan Act Sequence dalam film animasi Nussa dan Rara episode Cerita Rara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitaif. Sumber data dalam penelitian ini media youtube tayangan kartun animasi Nussa dan Rara episode Cerita Rara. Data dalam penelitian ini adalah data hasil transkripsi berupa kutipan kata, frasa, klausa, kalimat dan narasi yang terdapat dalam tayangan animasi Nussa dan Rara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini sebagai berikut, [1] melakukan transkripsi data dan [2] pengkodean data dan pengelompokkan data yang menunjang penelitian. Analisis data dilakukan bersamaan dengan interpretasi data sesuai teori. Teknik berdiskusi data yaitu berdiskusi bersama ahli. Hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa karakter Islami dalam Film Animasi Nussa dan Rara episode Cerita Rara memenuhi bentuk-bentuk karakter Islami yaitu [1] karakter Islami Religius, [2] karakter Islami Disiplin, dan [3] karakter Islami Sabar dengan tinjauan teori Speaking. Ditemukan tiga teori Speaking yang digunakan dalam penelitia ini yaitu [1] Setting dan Scene, [2] Partisipant, dan [3] Act Sequence.
Pesan Moral pada Lirik Lagu Kanjuruhan Karya Iwan Fals Inka Krisma Melati; Daroe Iswatiningsih; Mohammad Khikam Zahidi
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 5 No. 1 (2023): JURNAL GENRE (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v5i1.7429

Abstract

Pesan moral menjadi salah satu pesan yang sering disampaikan melalui lirik lagu. Masalah moral menjadi sangat penting untuk dikaji, karena banyaknya kasus yang berkaitan dengan rendahnya moral seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) bentuk-bentuk pesan moral pada lirik lagu Kanjuruhan karya Iwan Fals, (2) makna pesan moral pada lirik lagu Kanjuruhan karya Iwan Fals, dan (3) konteks pesan moral pada lirik lagu Kanjuruhan karya Iwan Fals. Penelitian ini menggunakan metode penelitian bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yaitu lirik lagu Kanjuruhan karya Iwan Fals. Dta penelitian ini berupa kata, kalimat, baris, dan bait. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak-catat. Teknik analisis data menggunakan analisis interpretasi teks. Hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa (1) ditemukan sebanyak 4 data terkait bentuk pesan moral hubungan manusia dengan Tuhan, ditemukan 3 data terkait bentuk pesan moral hubungan manusia dengan diri sendiri. Hubungan manusia dengan diri sendiri, dan ditemukan 2 data terkait bentuk pesan moral hubungan manusia dengan manusia lain. Selanjutnya, (2) makna pesan moral pada lirik lagu Kanjuruhan karya Iwan Fals. Makna pada pesan moral dianalisis berdasarkan dua jenis yaitu makna denitatif dan makna konotatit. Makna konotatif adalah makna kias atau makna yang tidak sebenarnya. Makna denotatif pada lirik lagu Kanjuruhan karya Iwan Fals ditemukan sebanyak 15 data dan makna konotatif sebanyak 11 data. (3) Konteks pesan moral pada lirik lagu Kanjuruhan karya Iwan Fals adalah Tragedi Kanjuruhan pada tanggal 01 Oktober 2022.
REPRESENTASI KONFLIK POLITIK DALAM NOVEL LENTERA BATUKARU KARYA PUTU SETIA Inka Krisma Melati; Luh Putu Ema Noviyanti; Ribut Wahyu Eriyanti
Edukasi Lingua Sastra Vol 20 No 2 (2022): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/elsa.v20i2.560

Abstract

Literature and politics come from the results of interactions between humans with one another. Politics and humans have a relationship with each other. The aims of this study are (1) representation of political conflict (2) the causes of political conflict and (3) the impact of political conflict in the novel. The object used is the novel Lantern Batukaru by Putu Setia. The method used in this research is descriptive qualitative method, explaining the facts that occur in the novel. The data collection technique is a note-taking technique by reading the entire contents of the novel, then taking notes on important things that can support the research. Data analysis is done by interpreting the data in accordance with the theory. The results of this study indicate that (1) there was a political conflict that occurred during the New Order era which was dominated by party power and suppression due to ideological differences between parties (2) the factors causing political conflict were the dissemination of information that was not known to be true so that it harmed and caused victims. soul (3) the impact of political conflict in the presence of murder, crackdown and sexual harassment committed on minors.
Meningkatkan Produktivitas Siswa Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Era Digital Daroe Iswatiningsih; Inka Krisma Melati
TRANSFORMATIKA Vol 7, No 1 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v7i1.7387

Abstract

Pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan semakin besar peranannya, terlebih setelah pandemi Covid19. Di Lingkungan pendidikan, guru, peserta didik, tenaga kependidikan dituntut menguasai teknologi dalam mengefektifkan dan mengefisiensikan pembelajaran. Hal ini berlanjut hingga sekarang pascapandemi covid 19, tidak terkecuali orang tua sebagai pendamping anak saat belajar di rumah. Pembelajaran yang sudah berlangsung luring terkadang blended learning, memanfaatkan berbagai aplikasi teknologi agar membuat peserta didik belajar dengan senang, interaktif, komunikatif dan berpikir kritis. Pembelajaran yang mengembangkan kompetensi afektif, kognitif dan psikomotorik siswa serta mengimplementasikannya pada kecakapan hidup dan kebermakna hidup siswa menjadi perhatian utama. Program pemerintah Merdeka Belajar memberi ruang yang sangat luas bagi guru dan siswa untuk berkreasi dalam menggali, menumbuhkan dan mengembangkan kecakapan-kecakapan hidup siswa yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Kecakapan hidup dalam pembelajaran bahasa Indonesia diorientasikan pada kemampuan berkomunikasi secara lisan ataupun tulisan dengan baik. Untuk itu, substansi materi, strategi dan metode serta luaran kompetensi penting dikuasai dan direncanakan dengan baik oleh guru. Produktivitas pembelajaran bahasa Indonesia bermuara pada empat aspek, yakni menyimak, berbicara, membaca dan menulis yang didukung dengan pemanfaatan teknologi, sebagaimana era digital saat ini.