Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

REPRESENTASI BUDAYA DALAM NOVEL BOENGA ROOS DARI TJIKEMBANG Syihaabul Hudaa; Ahmad Bahtiar; Novi Diah Haryanti; Winci Firdaus
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 10, No 1 (2021): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v10i1.3316

Abstract

Novel bukan hanya menyajikan unsur seni, melainkan unsur budaya, sejarah, dan nilai estetik lainnya melalui bahasa. Akan tetapi, tidak semua pembaca menemukan nilai tersebut dan sekadar menikmati cerita yang dituliskan oleh penulisnya. Tujuan penulisan artikel ini untuk menemukan nilai budaya apa saja yang terdapat di dalam novel Boenga Roos dari Tjikembang karya Kwee Tek Hoay yang merupakan keturunan Tionghoa. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis kualitatif deskriptif di mana peneliti memaparkan hasil penelitiannya menggunakan teks secara deskriptif. Kemudian, peneliti menggunakan pendekatan di dalam penelitian berupa analisis isi dengan memfokuskan pada novel dengan melakukan kajian objektif. Kajian objektif dipilih karena peneliti dapat menelaah secara mendalam nilai-nilai yang terdapat di dalam novel tersebut. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, ditemukan unsur kebudayaan Sunda, Jawa, dan Tionghoa dalam novel Boenga Roos dari Tjikembang.
BUDAYA GOTONG ROYONG DALAM NOVEL TIBA-TIBA MALAM KARYA PUTU WIJAYA SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA KELAS IX SMP/MTS Fanisa Qorina Zahro; Novi Diah Haryanti
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i3.10027

Abstract

Masyarakat menganggap budaya sebagai sebuah bentuk ikatan kekerabatan satu sama lain dan membuat mereka bangga hidup dalam sistem kebudayaan tersebut. Salah satu bentuk budaya tersebut adalah gotong royong. Kegiatan gotong royong dilakukan untuk menyelesaikan sebuah kepentingan yang sifatnya berupa kepentingan pribadi atau kepentingan kelompok. Namun, kehadiran budaya gotong royong ternyata tidak selalu memberikan dampak baik. Budaya gotong royong yang mengakar dan mengikat masyarakat justru menjadi sebuah nilai yang harus diberikan interpretasi baru dalam pelaksanaanya yang terlihat dalam novel Tiba-Tiba Malam karya Putu Wijaya. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam dunia sastra Indonesia dan sebagai media ajar oleh tenaga pendidik dalam proses pembelajaran sastra kelas IX SMP/MTS. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Data dalam penelitian ini yaitu kutipan yang mengandung unsur budaya gotong royong dalam novel Tiba-Tiba Malam karya Putu Wijaya. Sumber data penelitian ini adalah novel Tiba-Tiba Malam karya Putu Wijaya. Novel Tiba-Tiba Malam karya Putu Wijaya yang diterbitkan oleh Kompas pada Januari 2005 edisi cetakan 1 dengan isi novel sebanyak iv + 236 halaman. Pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa gotong royong tidak hanya sekadar aktivitas yang dilakukan secara bersama-sama. Gotong royong mampu memberikan kontribusi bagi sebuah perubahan. Namun, ternyata pelaksanaan gotong royong yang terlalu mengikat justru menjadi sebuah penghalang bagi anggota masyarakat. Tenaga pendidik memanfaatkan novel Tiba-Tiba Malam karya Putu Wijaya yang mengangkat unsur kebudayaan Indonesia sebagai bahan ajar sastra kelas IX SMP/MTS dalam proses pembentukan karakter.   Kata kunci: Gotong Royong, Novel, Bahan Ajar SMP/MTS