Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Antecedents Customer Satisfaction in Jabodetabek: Perception Customer of Price, Perception of Fairness Offered and Pricing Procedures Arifin Djakasaputra; Halim Putera Siswanto; Yuniarwati Yuniarwati
Fokus Bisnis : Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi Vol 20 No 2 (2021): Fokus Bisnis
Publisher : P4M STIE Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/fokusbisnis.v20i2.835

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi harga perawatan mobil rutin terhadap kepuasan pelanggan di bengkel resmi mobil yang dibagi menjadi beberapa urutan yang berurutan. Variabel eksogen dalam penelitian ini adalah persepsi harga, sedangkan variabel endogen adalah persepsi kewajaran penawaran harga, persepsi keadilan prosedur penetapan harga, kepuasan terhadap pelayanan bengkel, kepuasan terhadap hasil kerja bengkel, dan kepuasan terhadap pelayanan bengkel secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan menggunakan 150 pelanggan bengkel resmi mobil sebagai responden setelah melalui proses normalisasi data. Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan AMOS 20.0 digunakan dalam analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi harga secara tidak langsung mempengaruhi kepuasan terhadap pelayanan bengkel secara keseluruhan melalui dua variabel pemoderasi yaitu kepuasan terhadap pelayanan bengkel dan kepuasan terhadap hasil kerja bengkel, semuanya berada pada taraf signifikansi 0,05.
STRATEGI DAN IMPLEMENTASI DIGITAL MARKETING SELAMA PANDEMI COVID-19 Margarita Ekadjaja; Halim Putera Siswanto
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.11347

Abstract

The Covid-19 Pandemic has been greatly affecting micro, small, and medium businesses, especially since the government issued the regulation on large-scale social distancing in order to reduce the spread of Corona virus. This community-engagement service activity aimed to socialize the digital marketing to market the products related to the Industrial Revolution 4.0 era and the existence of Covid-19 Pandemic. Limun Sari Buah is a type of medium-scale business established in 1970 producing lemonade drinks which are sold per crate consisting of 600 ml bottles. Currently, the sale of Limun Sari Buah is decreased due to the people’s activities reduction due to the pandemic and the lack of available flavor variants. The team of Community-Engagement Services attempts to provide a solution to Limun Sari Buah in the field of marketing according to the Industrial Revolution 4.0 era and diversifying the lemonade-drink product variants. The efforts done by the team of UNTAR Community-Engagement Services was by providing a training on marketing 4.0 entitled: The Strategy and Implementation of Digital Marketing in 4.0 Era through a webinar. The target of this community-engagement service activity for the business-owner and marketers is being able to market the products digitally by utilizing the internet media. After participating in the Marketing 4.0 Training, partners can use the internet media to market their products through Instagram. According to the result of a survey among 105 respondents in the age between 20-50 years old, the team of community-engagement services provide a solution to Limun Sari Buah to add new variants of the lemonade-drink product such as ginger-extract and milk-coffee. The output of this community-engagement service activity is disseminated in a National Seminar and Opini Untar.ABSTRAK:Pandemi Covid-19 berdampak besar pada usaha bisnis berskala mikro, kecil, dan menengah terutama sejak pemerintah mengeluarkan peraturan mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka mengurangi penyebaran virus Corona. Tujuan kegiatan abdimas ini adalah mensosialisasikan digital marketing untuk memasarkan produk sehubungan dengan era Revolusi Industri 4.0 dan terjadinya wabah pandemi Covid-19.  Limun Sari Buah merupakan usaha bisnis berskala menengah, didirikan tahun 1970 dengan produk yang dihasilkan berupa limun dan dijual secara konvensional per krat dengan ukuran 600 ml per botol.  Saat ini penjualan Limun Sari Buah berkurang karena berkurangnya aktivitas masyarakat keluar rumah akibat pandemi dan kurangnya varian rasa yang tersedia. Tim Abdimas berupaya memberikan solusi kepada Limun Sari Buah di bidang pemasaran sesuai era Revolusi Industri 4.0 dan di bidang diversifikasi varian produk minuman limun. Upaya yang dilakukan Tim Abdimas UNTAR adalah memberikan pelatihan pemasaran 4.0 dengan topik Strategi dan Implementasi Digital Marketing di Era 4.0 melalui webinar. Target kegiatan abdimas adalah pemilik dan tenaga pemasar mampu memasarkan produknya secara digital dengan pemanfaatan media internet. Setelah mengikuti pelatihan pemasaran 4.0, mitra dapat memanfaatkan media internet untuk memasarkan produknya melalui instagram. Berdasarkan hasil survei varian rasa tertinggi dari 105 responden yang berusia 20-50 tahun, Tim Abdimas memberikan solusi kepada Limun Sari Buah untuk menambah varian  produk minuman limun, seperti sari jahe dan kopi susu. Luaran kegiatan abdimas ini dipublikasikan dalam Seminar Nasional dan Opini Untar.
Pengaruh Literasi Keuangan Melalui Media Sosial terhadap Pengelolaan Keuangan Generasi Z: Financial Self-Efficacy sebagai Mediator Monica Chandra; Sawidji Widoatmodjo; Halim Putera Siswanto
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i2.37412

Abstract

Perkembangan teknologi digital menjadikan media sosial sebagai salah satu sumber informasi utama bagi Generasi Z, termasuk upaya memperoleh pengetahuan yang terkait dengan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh literasi keuangan melalui media sosial terhadap pengelolaan keuangan Generasi Z, serta menguji peran financial self-efficacy sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial. Jumlah sampel sebanyak 158 responden dan analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari literasi keuangan melalui media sosial terhadap financial self-efficacy dan pengelolaan keuangan Generasi Z. Selain itu, financial self-efficacy juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan Generasi Z. Dan yang terakhir, Financial Self-Efficacy dapat memediasi pengaruh dari literasi keuangan melalui media sosial terhadap pengelolaan keuangan Generasi Z. Dengan demikian, semakin tinggi literasi keuangan yang diperoleh melalui media sosial, maka semakin tinggi pula tingkat Financial Self-Efficacy dan kemampuan Generasi Z di dalam mengelola keuangannya. The development of digital technology has made social media as one of the main sources of information for Generation Z, including the effort to acquire the knowledge related to finance. This study aimed to examine the effect of financial literacy through social media on Generation Z's financial management, as well as to examine the role of financial self-efficacy as a mediating variable. The method used in this study was quantitative method using questionnaire distributed to Generation Z who are active in using social media as respondents. The sample size used was 158 respondents, and data analysis was performed using Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM). This study indicate that there is a positive and significant effect of financial literacy through social media on Financial Self-Efficacy and Generation Z's financial management. In addition, Financial Self-Efficacy was proven to have a positive and significant effect on Generation Z's financial management. Finally, Financial Self-Efficacy has a positive and significant mediating effect of the influence of financial literacy through social media on Generation Z's financial management. Therefore, the higher the financial literacy obtained through social media, the higher the level of Financial Self-Efficacy and the ability of Generation Z to manage their financial matters.