Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pertumbuhan Bibit Kakao Pada Berbagai Komposisi Media Tumbuh di Pembibitan Sutarmin D. Hi. Ahmad; Sjarifuddin Ende; Salawati Salawati; Lukman Lukman
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i1.10150

Abstract

Secara nasional tanaman kakao berproduksi masih dibawah potensi genetiknya, banyak faktor yang menyebabkan tanaman kakao belum mampu mengekspresikan kemampuan genetiknya dalam berproduksi, salahsatunya adalah faktor eksternal berupa media tumbuh pada pembibitan. Kondisi bibit akan menentukan kemampuan produksi kakao di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi media tumbuh tanaman kakao. Penelitian ini telah dilaksanakan di Tuweley kabupaten Tolitoli pada tahun 2021, menggunakan rancangan lapangan acak kelompok, 6 perlakuan, 3 ulangan, masing masing ulangan terdiri dari 5 bibit yang dirawat polybag berkapasitas 3 kg tanah kering udara, perawaatan tanaman selama 90 hari setelah tanam (HST) komposisi media adalah tanah, pupuk kandang ayam, dan serbuk gergaji dengan perbandingan volume/volume antara lain: media tanah (wo); perbandingan tanah; Pupuk kandang:Serbug gergaji 1:1:1 (w1), 1:2:1 (w2). 1:3:1 (w3), 1:1:2 (w4), 1:2:2 (w5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tumbuh 1:1:2 (w4), merupakan komposisi terbaik terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan kering tunas, berat basah dan kering akar serta luas daun.
POTENSI BIOCHAR SEKAM PADI TERHADAP PERUBAHAN PH, KTK, C ORGANIK DAN P TERSEDIA PADA TANAH SAWAH INCEPTISOL Salawati Salawati; Muhammad Basir-cyio; Indrianto Kadekoh; Abd. Rahim Thaha
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 23, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.787 KB)

Abstract

One main constraint for growing wetland rice in Inceptisol is low soil fertility.  Soil acidity (pH), CEC, C-organic are several indicators used to determine the level of soil fertility. To overcome these kinds of problems, such organic materials as rice husk biochar can be added to the soil in order to modify the soil chemical properties.  This research compared treatments of   different biochar rates with various fineness degrees on soil pH, CEC, C-organic, and  available P.  The research results showed that after incubation for 21 days at room temperature, the best interactionshown by the biochar at the rate of 15 ton ha-1 with 60 mesh particle size can reduce the soil pH by 5.19% from 7.7 to 7.3, increase the soil CECby 32.92% from 16.37 to 22.25 cmol (+) kg-1, improve the soil C-organic by 33.94% from 1.09% to 1.46%, and enhance the soil available phosphor by 277.08% from 12.61 ppm to 47.55 ppm.Keywords: Incubation, Rice HuskBiochar,  and  Soil Chemical Properties.
PERANAN MANAJEMEN USAHA TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN USAHATANI CENGKEH DI KECAMATAN BAOLAN KABUPATEN TOLITOLI PROPINSI SULAWESI TENGAH Nur Hikmah; Salawati Salawati
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.574 KB)

Abstract

Indonesia adalah negara agraris, negara yang wilayahnya memiliki potensi besar pada sektor pertanian. Akan tetapi tidak dipungkiri bahwa sektor pertanian dengan potensi yang sangat besar seringkali termarjinalkan dan dipandang “sebelah mata”.  Memahami dengan kondisi tersebut, maka yang dapat dilakukan adalah dengan pengelolaan usahatani yang baik menggunakan prinsip-prinsip manajemen usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah Manajemen Usaha yang terdiri dari 5 fungsi yaitu Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, Pengawasan dan Evaluasi memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan Usahatani Cengkeh dan apakah analisis Manajemen Usaha secara simultan memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan Usahatani Cengkeh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi Manajemen Usaha (Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, Pengawasan dan Evaluasi) terhadap Peningkatan Pendapatan (Adjusted R Square) sebesar 39,5% dan sisanya sebesar 60,5%  dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Untuk pengujian secara simultan variabel Manajemen Usaha (Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, Pengawasan dan Evaluasi) berpengaruh secara signifikan terhadap Peningkatan Pendapatan Usahatani Cengkeh di Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli Sulawesi Tengah dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000>0,05.Untuk pengujian regresi berganda secara parsial masing-masing variabel independen yaitu variabel Perencanaan dengan nilai sig. sebesar 0,002<0,05 berpengaruh signifikan,variabel Pengorganisasian dengan nilai sig. sebesar 0,143>0,05 tidak berpengaruh signifikan, variabel Pelaksanaan dengan nilai sig. sebesar 0,171>0,05 tidak berpengaruh signifikan, variabel Pengawasan dengan nilai sig. sebesar 0,012<0,05 berpengaruh signifikan dan variabel Evaluasi dengan nilai sig. sebesar 0,007<0,05 berpengaruh signifikan. Kata kunci:  Manajemen Usaha, Pendapatan, dan Regresi Berganda.
Aktivitas Nitrat Reduktase (ANR) Tanaman Jagung pada Pola Tumpangsari yang Diberi Serasah Jagung-Kedelai serta Biochar di Lahan Suboptimal Sidondo Sulawesi Tengah Sjarfuddin Ende; Salawati Salawati; Indrianto Kadekoh; Fathurrahman Fathurrahman; Saiful Darman; Lukman Lukman
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 27 No. 4 (2022): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.27.4.544

Abstract

The aim of the study was to examine the relationship between nitrate reductase activity and N uptake, tissue N content, N uptake, and chlorophyll content of corn plants in intercropping patterns which are given corn-soybean litter and biochar. The use of plant litter and biochar derived from crop residues as a source of organic matter in different intercropping patterns affected nitrate reductase activity, tissue N content, N uptake, and chlorophyll content of maize. This experiment was carried out on sub-optimal Sidondo land, Central Sulawesi with the main limiting factors being the availability of water and alkaline soil pH (7.21) which were arranged in a divided plot design with five litter treatments as subplots and five cropping patterns as the main plot with three replicates. Parameters observed were N levels, plant tissue N uptake, chlorophyll, and nitrate reductase activity. Collected data were analyzed using Anova and Duncan's multiple random tests. The results showed that corn litter, soybean mixed corn + soybean litter and their biochar in different intercropping patterns affected nitrate reductase activity, nitrogen uptake, chlorophyll levels very significantly (P˂0.01), increased nitrate reductase activity by 9710.86 mol NO2- -1g-1hour-1 at the age of 55 DAP, while N uptake (2237 mg.kg-1), tissue N content (4.33%), and total chlorophyll content (10.61 mg.l-1) were the highest in the litter treatment, corn and soybeans as well as biochar in corn and soybean intercropping (1:2), and (2:4). Thus, the provision of corn and soybean litter and biochar in intercropping systems can increase nitrate reductase activity, N uptake, tissue N levels, and corn chlorophyll levels in the corn-soybean intercropping system. Keywords: chlorophyll, N content of corn plant tissue, nitrate reductase activity, N uptake
Analisis Faktor Yang Memengaruhi Produksi Usaha tani Padi Sawah Di Desa Tinigi Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli Fatmah Fatmah; Salawati Salawati; Rahmi Rahmi
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 2, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v2i3.242

Abstract

Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Deskriptif kuantitatif adalah data populasi yang diperoleh dari sampel populasi penelitian kemudian dianalisis dengan metode analisis data menggunakan model regresi linier berganda. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara dengan jumlah sampel sebanyak 38 responden. Hasil penelitian secara statistik diperoleh nilai R-Squere yang mengidentifikasi bahwa secara simultan (serentak) produksi padi sawah dipengaruhi oleh luas lahan, benih, pupuk dan tenaga kerja sebesar 59,4%. Dan didukung dengan nilai f-hitung sebesar 8.577 > nilai f-tabel sebesar 1.691. Uji parsial faktor produksi luas lahan (X1), Bibit (X2), Pupuk (X3) berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani padi sawah di Desa Tinigi Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli sedangkan faktor produksi tenaga kerja (X4) , memiliki pengaruh yang tidak nyata dengan t hitung 1-334 < t tabel 1,691.  Berdasarkan hal tersebut maka setiap penambahan 1 Tenaga kerja (HOK) dapat berpengaruh negatif terhadap produksi padi sawah di Desa Tinigi Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli. Kata Kunci : Padi, usaha tani, sawah
Changes Of Some Chemical Properties Of Soil After Rice Production The Impact Of Giving Cow Manure Salawati Salawati; Sjarifuddin Ende; Lukman Lukman
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 20 No 2 (2022): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v20i2.3140

Abstract

Rice plants are able to express their genetic abilities if their growth is supported by an optimal growing environment such as both organik and inorganik fertilization. The ability to plan nutrients to support the growth of rice plants has decreased and is less responsive to fertilization, N, P, K. because the level of soil fertility decreases, the period of biological fertility in the period of physical fertility and paddy soil. This study aims to determine the changes in some chemical properties of the soil after the first rice harvest, using cow manure and biochar and N, P, K, Zn fertilizers as basic fertilizers, using a randomized block design with 7 levels of cow manure treatment that is, 0, 2.5, 5, 7.5, 10, 12, 5 and 15 tons ha-1. Collected data were analyzed using variance and advanced test DMRT 5% level. The results showed that there was a change in some chemical properties of the rice field soil after harvesting the Mekongga variety, among others, a decrease in pH to 1 level, an increase in Organik C 95.41%, N total 80%, K Total 56.49%, CEC, 63.57%. Zn is available 46.55% and P is available 422.52%.