Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

FITOKIMIA DAN POTENSI ANTIOKSIDAN DAUN JEMBELU (Embelia sp.) TANAMAN OBAT DARI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Purwati Purwati; Yossy Marsella
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 19, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v19i1.4575

Abstract

Daun jembelu telah dimanfaatkan oleh masyarakat Kalimantan Timur sebagai penambah citarasa pada masakan dan bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol pada olahan daging. Pemanfaatan daun jembelu sebagai tanaman obat perlu didukung melalui penelitian sehingga khasiatnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Penggunaan tanaman obat memiliki kelebihan diantaranya harga lebih murah, aman dan lebih sedikit efek samping. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan potensi antioksidan daun jembelu dari Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai tanaman obat. Penelitian ini menggunakan metode  analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dalam bentuk tabulasi dan gambar. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH dan gambaran aktivitas antioksidan yaitu dinyatakan dengan IC50. Hasil yang didapat lalu dihitung dengan menggunakan analisis data regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa aktif yang terdapat dalam daun jembelu meliputi alkaloid, fenolik dan steroid. Ekstrak metanol daun jembelu memiliki aktivitas antioksidan yang rendah dengan nilai IC50, sebesar 85.206 ppm.
Pemanfaatan Buah Kolang Kaling Dari Hasil Perkebunan Sebagai Pangan Fungsional Purwati Purwati; Tutik Nugrahini
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 2 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.771 KB) | DOI: 10.24903/jam.v2i1.291

Abstract

Untuk meningkatkan pemanfaatan buah kolang kaling agar memiliki nilai ekonomis dan  kandungan karbohidrat pada buah kolang kaling cukup tinggi, maka perlu pemanfaatannya sebagai pangan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan. Masyarakat masih belum adanya wawasan dan usaha ke arah diversifikasi produk sehingga diperlukan adanya penyuluhan dan pelatihan.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan terhadap pemanfaatan buah kolang kaling yaitu: (i) memberikan pengetahuan mengenai manfaat buah kolang-kaling bagi kesehatan, (ii) memberikan pengetahuan mengenai diversifikasi olahan buah kolang-kaling untuk pangan fungsional, (iii) memberikan pelatihan cara pengolahan buah kolang-kaling sebagai pangan fungsional. Adapun target kegiatan adalah peningkatan pengetahuan mengenai manfaat buah kolang-kaling bagi kesehatan dan diversifikasi olahan buah kolang-kaling, pelatihan cara pengolahan buah kolang-kaling sebagai pangan fungsional.  Pengetahuan manfaat buah kolang-kaling bagi kesehatan dan diversifikasi produk buah kolang-kaling telah diberikan sehingga masyarakat memiliki wawasan dan keterampilan mengenai proses pengolahan buah kolang-kaling sebagai pangan fungsional dan cara produksi pangan yang baik.
DIVERSIFIKASI PANGAN BERBASIS PISANG RUTAI UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PANGAN LOKAL Purwati Purwati; Abdul Rofik
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 1 (2019): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.01 KB) | DOI: 10.24903/jam.v3i1.410

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah (1) memberikan pengetahuan manfaat buah pisang bagi kesehatan, (2) memberikan keterampilan pengolahan pisang rutai sebagai diversifikasi pangan lokal, (3) menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan bagi kelompok masyarakat secara mandiri. Kegiatan ini menggunakan tiga metode pendekatan, yaitu : kegiatan penyuluhan tentang manfaat buah pisang untuk kesehatan, pelatihan keterampilan diversifikasi pangan lokal dan kewirausahaan.Hasil yang dicapai pelaksanaan kegiatan penyuluhan yaitu: (1) terdapat peningkatan pengetahuan bagi kelompok masyarakat tentang manfaat buah pisang bagi kesehatan (2) peningkatan pengetahuan tentang teknik pengolahan pisang rutai dan (3) mengembangkan pangan lokal melalui diversifikasi usaha sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Evaluasi Daun Kelor (Moringa oleifora) Sebagai Pangan Fungsional Purwati Purwati
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 2 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.786 KB) | DOI: 10.24903/jam.v3i2.504

Abstract

Daun kelor memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi jika diolah sebagai pangan fungsional. Daun kelor mengandung senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan alami sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pangan fungsional. Masyarakat yang mengkonsumsi pangan fungsional berbahan baku daun kelor akan mendapatkan manfaat ganda yaitu terpenuhinya gizi bagi tubuh dan dapat mencegah berbagai macam penyakit. Mengingat masyarakat belum banyak mengetahui cara pengolahan daun kelor sebagai pangan fungsional maka perlu dilakukan kegiatan penyuluhan yang bertujuan agar masyarakat memiliki wawasan untuk mengembangkan usaha berbasis bahan baku daun kelor pada skala rumah tangga. Hal ini dapat meningkatkan kebutuhan gizi dan pendapatan keluarga. Hasil kegiatan penyuluhan ini menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat makin meningkat khususnya pengolahan pangan fungsional berbahan baku daun kelor.
Inovasi Budidaya dan Hasil Olahan Buah Asam Payang (Mangifera pajang) dalam Mendukung Konservasi Plasma Nutfah dan Diversifikasi Pangan Lokal Purwati Purwati
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 02 (2020): JURNAL ABDIMAS MAHAKAM
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan asam payang merupakan tanaman lokal dari Kabupaten Kutai Barat. Hingga saat ini keberadaan populasi tumbuhan asam payang semakin langka disebabkan terjadinya degradasi atau penurunan areal kawasan hutan akibat konversi penggunaan lahan sebagai lahan tambang dan lahan perkebunan. Sehingga perlu dilakukan upaya konservasi tanaman asam payang untuk menjaga dan melestarikan tanaman ini melalui teknologi budidaya di pembibitan. Inovasi teknologi budidaya asam payang adalah teknologi pembibitan tanaman asam payang dengan aplikasi Plant Growth Promoting Rizhobacteria (PGPR). Selain itu buah asam payang sebagai buah lokal dan sumber daya plasma nutfah buah eksotik Kalimantan Timur yang memiliki citarasa manis asam ini juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk pangan lokal. Inovasi hasil olahan pangan dari buah asam payang sebagai diversifikasi atau penganekaragaman pangan lokal meliputi Ice Cream Mangifera Pajang, Pudding Mangifera Pajang, Juice Mangifera Pajang. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah mensosialisasikan tentang budidaya dan hasil olahan buah asam payang dalam mendukung konservasi plasma nutfah dan diversifikasi pangan lokal. Metode pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan meliputi 3 tahapan yaitu penyuluhan, pelatihan dan monitoring dan evaluasi keberhasilan program. Luaran pengabdian kepada masyarakat adalah publikasi pada jurnal nasional. Hasil kegiatan penyuluhan dapat berjalan dengan baik dan para peserta sangat antusias mengikuti penyuluhan dan mendapat pengetahuan baru tentang buah asam payang dari Kabupaten Kutai Barat dan cara pengolahannya sebagai pangan fungsional untuk meningkatkan gizi keluarga. Tingkat pemahaman para peserta rata-rata naik 85% tentang pengolahan buah asam payang sebagai pangan lokal. Keberhasilan kegiatan penyuluhan ditunjukkan dengan pemanfaatan buah asam payang sebagai sambal cabe payang untuk kuliner lokal oleh para peserta penyuluhan.
Budidaya Jeruk Lemon (Citrus medica) di Polibag dan Manfaatnya untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Yetti Elidar; Purwati Purwati
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 5 No. 02 (2021): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jeruk lemon adalah buah yang berpotensi sebagai sumber vitamin C. Buah jeruk lemon selain untuk pelengkap masakan, juga sebagai minuman yang menyegarkan dan menyehatkan. Budidaya jeruk lemon relatif mudah dan dapat dilakukan di polibag. Penyuluhan ini bertujuan untuk mensosialisasikan budidaya jeruk lemon di polibag dan manfaatnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan kesehatan keluarga. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan ceramah dan praktek. Hasil kegiatan penyuluhan berjalan dengan baik dan diikuti oleh peserta penyuluhan untuk mendapat pengetahuan tentang budidaya jeruk lemon di polibag dan manfaatnya untuk meningkatkan kesehatan keluarga. Kegiatan penyuluhan menunjukkan keberhasilan yaitu penanaman jeruk lemon di polibag oleh para peserta penyuluhan.
Pengaruh Pemberian Pupuk NPK Phonska dan Pupuk Biourine Sapi Terhadap Pertumbuhan Bibit Pisang Rutai (Musa sp). Kardiansyah Kardiansyah; Purwati Purwati; Iin Arsensi
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 6 No 1 (2017): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.604 KB) | DOI: 10.24903/ajip.v6i1.5

Abstract

The Influence of Fertilizer NPK Phonska and Biourine Cow Fertilizer on the Growth of Banana Seeds of Rutai (Moses sp). The purpose of this study was to determine the effect of NPK Phonska and Biourine Cow Fertilizer on the Growth of Banana Seeds of Rutai. This study was conducted for 3 months, ie from September to December 2014. Research Campus Widya Gama Mahakam Samarinda. This research was arranged in Randomized Block Design (RAK) with 3 x 3 Experiment with 3 replications. The first factor is the provision of NPK Phonska (P) Fertilizer consisting of 3 levels, namely: po (control), p1 (50 grams of Phonska NPK fertilizer / plant), p2 (Provision of 100 grams of Phonska NPK fertilizer / plant). While the second factor is the provision of Biourine Cow Fertilizer (U) consisting of 3 levels, namely: u0 (Control), u1 (Giving 10 ml of Biourine Fertilizer / Plant), and u2 (Giving 15 ml of Biourine Fertilizer / Cow). The result showed that fertilizer NPK Phonska with dose of 100 g / plant / polybag (p2) can increase the growth of rutai banana seedlings where the highest growth parameters were 16 and 20 weeks after planting 15.89 cm and 21.25 cm, Then the parameter of increase of diameter is at 16 weeks after planting is 5,50 cm, and for parameter increase of leaf amount is at 16,20 and 24 weeks after planting that is 1,89 strands, 2,11 strands and 2,22 strands. Giving of Biourine Fertilizer Cow with dosage of 15 ml / liter of water / polybag (u2) can increase the growth of rutai banana seedlings where the highest highest plant growth parameters are at 16, and 20 weeks after planting ie 16.67 cm and 22.28 cm, then The parameter of diameter increase is 16 weeks after planting is 63,50cm, and for parameter increase of leaf number is at 16, and 24 weeks after planting that is 1,89 strands and 2,22 strands. The interaction treatment between NPK Phonska and Biourine Sapi fertilizer between 100 grams of NPK Phonska and Biourine Sapi 15 ml / liter of water / plant (p2u2) can increase the growth of rutai banana plants, where the parameters of plant height increase is 16, 20 weeks after planting 19,67 cm and 30,20 cm, then at parameter of diameter increase is at 16 weeks after planting that is 4,59cm, and on parameter of increase of leaf number is at 16, 20 and 24 weeks after planting that is 5,14 strands, 2, 67 strands and 3,00 strands. Keywords: NPK Phonska, Biourine Cow Fertilizer and Banana Rutai
Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis jaquinensis) Terhadap Pemupukan Phospor Dan Dolomit Purwati Purwati
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 1 (2012): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.093 KB) | DOI: 10.24903/ajip.v1i1.63

Abstract

The research aimed to identify the growing of seedling Elaeis jaquinensis on Phospor fertilizer and Dolomit Application, as well as its interaction, and to find the proper concentration of Phospor fertilizer for seedling Elaeis jaquinensis. This research lasted for four months, from Oktober2010to Januari 2011, at the Village of Sempaja Sub District of Samarinda. The research was designed in Completely Randomized Block Design with Factorial 3 x 4 and three replications. The first factor comporised of 3 levels of Phospor dosage (1,5, 2,0 and 2,5 g SP-36/polybag and the second factor was dolomit dosage (0,10, 15 and 20 g dolomit/polybag. The results showed that: (1) significant responses the phosphor fertilizer on the parameters of number of leaf at the stage of 90 old days and diameter of stemat the stage of 60 old days; (2) significant responses on the Dolomiton the parameters of diameter of stemat the stage of 30 and 60 old days; (3) significant responses the interaction between phospor fertilizer and Dolomit application on the parameter of number of leaf at the stage of 60 old days. Kelapa Sawit (Elaeis jaquinensis), phospor fertilizer, dolomite
Pengaruh Penunasan dan Pemberian Pupuk NPK Phonska Terhadap Produksi Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis jacq) Haminin Haminin; Tutik Nugrahini; Purwati Purwati
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 2 (2012): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.082 KB) | DOI: 10.24903/ajip.v1i2.71

Abstract

Penunasan influence and NPK fertilizer production plant Phonska against oil palm (Elaeis guineensis jacq). The aim of research to determine the effect penunasan, Phoska NPK fertilizer and its interaction with the production of oil palm plantations. Research carried out for 4 months, starting from May to August 2010. The location of the research in the Garden State Agricultural Polytechnic Pilot Samarinda. Research arranged in a randomized block design (RAK) with 2 x 4 factorial experiment 3 times the number of replicates. The treatment consists of two factors: The first factor is Penunasan (P) which comprises, namely: p0 = without penunasan, p1 = with penunasan. The second factor is Phonska NPK fertilizer which consist of 4 levels, namely: m0 = 0 kg / plant, m1 = 0.5 kg / staple crops, m2 = 1.0 kg / plant, m3 = 1.5 kg / plant. The results showed the treatment penunasan very significant effect on the weight and number of TBS TBS. Penunasan best treatment on p1 (with penunasan). , NPK fertilizer treatment Phonska very significant effect on the increase in production of oil palm plantations. There is interaction between treatment penunasan with NPK fertilizer production peningkataan Phonska against oil palm plantations.
Respon Tanaman Aren Genjah (Arenga pinnata) dan Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) pada Pemberian Pupuk dengan Penanaman Sistem Jalur: RESPONSE OF AREN GENJAH (Arenga pinnata) Merr.) AND COCOA (Theobroma cacao L.) PLANTS TO FERTILIZER WITH ALLAY CROPPING LINE SYSTEM Purwati Purwati; Yetti Elidar
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11 No 1 (2022): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v11i1.1566

Abstract

Cultivation of aren genjah and cocoa with allay cropping system is a cultivation technique aimed at soil conservation and micro environment. Cultivation of plants in the field needs to get the supply of nutrients with fertilization as an effort to increase crop productivity. This study aimed to find out the response to the growth of aren genjah and cocoa plant on the application of NPK Phonska fertilizer and goat manure fertilizer with allay cropping system. The research was conducted in Badak Mekar Village Muara Badak Sub-district of Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan in 2016. The research method used Randomized Block Design (RAK) and repeated 4 times. The factorial experiment includes 2 factors, the first factor is NPK Phonska (N) fertilizer consisting of 3 levels: n0 = 0 kg plant-1 (control); n1 = 0.25 kg plant-1; n2 = 0.5 kg plant-1 and the second factor is goat manure fertilizer (k) consisting of 3 levels: k0 = 0 kg plant-1 (control); k1 = 2.5 kg plant-1; k2 = 5 kg plant-1. The study consisted of 9 treatments and repeated 4 times. Parameters observed: plant height increase, diameter increase and number of midrib/leaf increase. Data were analyzed by variance and if there was a real effect it would be continued with the smallest real difference test at 5% level. The results showed that NPK Phonska fertilizer very significantly on the parameters of plant heightincrease of aren genjahand cocoa plants. The treatment of NPK Phonska fertilizer at a dosage of 0.5 kg plant-1 (n2) gives the best of plant heightincrease aren genjah and cacao.