Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

A study of anxiety during COVID-19 outbreak among adults in Indonesia Rahajeng Win Martani; Sri Mumpuni Yuniarsih
Proceedings Series on Health & Medical Sciences Vol. 1 (2020): Proceedings of the 1st International Conference of Health Science Faculty Universitas
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.006 KB) | DOI: 10.30595/pshms.v1i.21

Abstract

Coronavirus or well known as COVID 19 emerged in Wuhan (China) in the end of 2019. WHO’s situation report on January 30th 2020 reported 7818 total confirmed cases worldwide, with the majority occurred in China and 82 cases reported in 18 countries outside China. The World Health Organization (WHO) has declared the Covid-19 outbreak a global pandemic as the novel coronavirus continues to rapidly spread worldwide. The rapid increase of COVID-19 new cases makes everyone feel anxious. Anxiety causes a person to respond negatively, therefore people cannot perform good self-management. This study aimed to describe anxiety among people during COVID 19 outbreak in Indonesia. A descriptive study was used to meet the aim of this study. 93 adults and teenagers were recruited and asked to complete a google form questionnaire by self-administrated method. HARS questionnaire was applied as an instrument to measure anxiety. An accidental sampling method was conducted to collect the sample. Data analysis was conducted using descriptive statistic to examine age, living status, educational level, working type, and anxiety level. This study showed that 91.4% respondents were in adult age, 94.6 were living with family member, 66.7% were bachelor and higher, and 36.3% were working as government employees. Anxiety level in this study was divided into three categories. Majority of respondent were having low level of anxiety (88%), 10% were moderate, and the rest (2%) were high anxiety. Highly number of low categories in COVID-19 anxiety means a lot of possibilities. People have an adaptation ability to face every situation in their life. Moreover, this bad situation affect to whole life aspects. Healthcare provider should be prepared as the database of anxiety categories was in low level. Further research should aware wheter this low categories means good or bad for society.
PENDIDIKAN KESEHATAN DAN KONSULTASI ONLINE UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN PERAWAT DALAM MENANGANI PASIEN COVID-19 Sri Mumpuni Yuniarsih; Rahajeng Win Martani
PENA ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.915 KB)

Abstract

The hospital is a health service agency that focuses on curative efforts. Hospitals are required to have ideal resources to be able to provide the best service to patients. The Covid-19 pandemic that has hit the world is a tough challenge for health services. The increase in new cases is so fast that the graph of the improvement looks very sharp. Positive confirmed cases are also increasing while hospital resources are unable to accommodate the number of patients in the area due to limited isolation rooms and their facilities. RSUD Bendan Kota Pekalongan is a hospital designated by the government to become a line 2 (two) Covid-19 referral hospital. Various problems experienced by the hospital, including the limited number of isolation rooms, the limited number of PPE, the limited number of human resources for health workers. This results in various problems, one of which is the nurse's anxiety in handling patients. If this anxiety problem is not resolved, it can result in stress which results in decreased immunity. Therefore, education and consultation on anxiety management are needed for health workers, especially nurses. Education is carried out by providing a pocket book on efforts to prevent Covid-19 anxiety and for those who need consultation, they can carry out online consultation services via Whatsapp. After being given education and online consultation services, it is known that the average score of anxiety for nurses is 5.6429 to 4.1429. There was a decrease in the mean score of anxiety after providing education and online consultation. Keywords: Covid-19, nurse, anxiety, education
GERAKAN SAYANG LANSIA (GRASIA) MASA PANDEMI COVID-19 DI PANTI PELAYANAN SOSIAL BISMA UPAKARA PEMALANG Sri Mumpuni Yuniarsih; Rahajeng Win Martani; Nunung Hasanah; Remilda Armika Vianti
PENA ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.874 KB)

Abstract

World Health Organization (2020) menyampaikan bahwa lansia menempati salah satu urutan teratas kelompok yang beresiko tinggi tertular COVID-19 setelah petugas kesehatan dan orang dengan penyakit penyerta. Hal tersebut disebabkan karena lansia memiliki imunitas yang cenderung rendah sehingga memicu mudahnya virus masuk ke dalam tubuh lansia. Menurut data yang disajikan dalam laman resmi penanganan Covid-19 di Indonesia, menunjukkan bahwa kelompok usia yang mendominasi angka kematian akibat Covid-19 adalah lansia berusia 60 tahun ke atas dengan presentase 42.3%. Kondisi inilah yang pada akhirnya mendasari lahirnya kebijakan pemerintah untuk melindungi tiga kelompok masyarakat (tenaga kesehatan, kelompok dengan penyakit penyerta, dan lansia) dari Covid 19. Langkah kebijakan tersebut meliputi keterlibatan masyarakat, sinergitas antarprogram, dan kerjasama serta koordinasi lintas sektor mulai tingkat pusat hingga desa. Universitas Pekalongan sebagai salah satu sektor penyelenggara di bidang pendidikan bekerjasama dengan Panti Pelayanan Sosial Bhisma Upakara yang merupakan pelaksana utama layanan kepada lansia dibawah naungan Dinas Urusan Sosial Lansia di Provinsi Jawa Tengah sebagai bagian dari kerjasama lintas sektor. Bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan adalah pemeriksaan kesehatan, penyuluhan kesehatan, dan pemberian APD serta suplemen kesehatan. Kegiatan Pemeriksaan kesehatan (Tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol dan asam urat) dan pendidikan kesehatan diikuti sebanyak 16 lansia dengan metode ceramah dan pemutaran video edukasi pencegahan Covid-19 bagi lansia. Pemberian bantuan APD berupa masker dan juga food suplemen diharapkan dapat meningkatkan imunitas sehingga risiko penularan Covid-19 bisa diminimalisir. Keyword: Edukasi, Pencegahan Covid-19, lansia
PELATIHAN PRECEPTORSHIP MODEL APPROACH PADA PERAWAT DAN BIDAN Dani Prastiwi; Isrofah Isrofah; Sri Mumpuni Yuniarsih; Rahajeng Win Martani
PENA ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.727 KB)

Abstract

Nursing higher education is a professional education that requires clinical learning as real experiences to learn about professionalism. Good clinical learning is supported by competent preceptor whom can be role as a role model. Therefore, clinical learning model training has needed to designs clinical guidance activities based on the cooperative and collaborative relationship development between the preceptor and students. The strategy used in this training is the pretest-posttest, lecture, discussion and roleplay methods.Keyword : Preceptorship, Nursing
IMPLEMENTASI COMPLEMENTARY AND ALTERNATIVE MEDICINE (CAM) SEBAGAI DUKUNGAN KESEHATAN MENTAL UNTUK PERAWAT PADA ERA PANDEMI DI PUSKESMAS BENDAN KOTA PEKALONGAN Rahajeng Win Martani; Sri Mumpuni Yuniarsih
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 1 NOMOR 2 TAHUN 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.901 KB) | DOI: 10.35334/neotyce.v1i0.2321

Abstract

Puskesmas merupakan instansi pelayan kesehatan yang berfokus pada upaya kuratif yang dituntut memiliki sumber daya yang ideal untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik pada pasien. Salah satu sumber daya di puskesmas yaitu sumber daya manusia yang didalamnya terdapat profesi perawat. Perawat sebagai salah satu ujung tombak pelayanan di puskesmas dituntut untuk selalu menjadi ideal dalam rangka memberikan pelayanan yang maksimal terlebih di era pandemic COVID-19. Perawat yang ideal merupakan perawat yang secara professional mampu mengaplikasikan keilmuan dalam merawat pasien. Dalam mengaplikasikan keilmuan, seorang perawat harus memiliki kesehatan baik secara fisik maupun mental. Pemenuhan kesehatan secara fisik bagi perawat telah ditunjukkan oleh instansi puskesmas berupa pemberian APD secara rutin, pemberian nutrisi seimbang, serta fasilitasi pemeriksaan berkala. Ketika ditemukan perawat dengan status terkonfirmasi positif COVID-19, puskesmaspun berupaya maksimal memberikan pelayanan tarbaiknya. Namun, hal tersebut tidak menjamin seorang perawat untuk terus mampu menjaga kondisi sehatnya di era pandemic seperti saat ini. Pasien yang datang terus-menerus, mebuat beban kerja perawat meningkat. Ketika beban kerja meningkat karena kelelahan hadir, maka kondisi mental perawat dapat dipastikan menurun. Hal ini memicu pula penurunan imunitas yang pada level terburuknya dapat menjadi salah satu penyebab tertularnya perawat oleh virus COVID-19. Dikhawatirkan apabila hal-hal tersebut tidak diatasi akan timbul berbagai dampak baik yang merugikan perawat itu sendiri atau rumah sakit tempatnya bekerja. Hal inilah yang melatarbelakangi kegiatan kemitraan yang melibatkan puskesmas Bendan yang berupa dukungan kesehatan mental bagi perawat. Dukungan kesehatan mental berupa implementasi complementary and alternative medicine dirasa tepat untuk membantu perawat dalam mempertahankan kondisi mental sehingga stress kerja dapat ditekan. Kegiatan pada kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk tetap mempertahankan kondisi mental perawat sehingga pelayanan di rumah sakit tetap dapat berjalan dengan optimal.
PENGARUH TERAPI YOGA TERHADAP KECEMASAN PERAWAT DIERA PANDEMI COVID-19 DI RUMAH SAKIT UMUM BUDI RAHAYU PEKALONGAN Olivia Nogoelam; Mardi Hartono; Moh. Projo Angkasa; Rahajeng Win Martani
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 20 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54911/litbang.v20i2.222

Abstract

Background: The increasing number of COVID-19  patients makes many feel anxious and afraid, especially nurses. Yoga is one of the physical exercises that can increase positive endorphin hormones and suppress anxiety so that it makes a person relaxed, calm, and peaceful and can reduce anxiety. Objective: To determine the effect of yoga therapy toward anxiety among nurses during COVID-19  pandemic at Budi Rahayu Pekalongan Hospital. Method: quantitative research with a one-group pretest-posttest experimental research design using questionnaire data collection from respondents' answers. Sampling using a total sampling technique with 60 respondents. Results: The results showed that with the P value of 0.000 <0.05, it can be concluded that there was an effect of yoga therapy on nurse anxiety during the COVID-19  pandemic era at the Budi Rahayu general hospital in Pekalongan. Conclusion: yoga therapy can reduce anxiety in nurses. Keywords: Yoga, anxiety, COVID-19
Pendampingan Posyandu Remaja di Desa Purworejo Kecamatan Sragi dengan Optimalisasi Peran Kader Kesehatan Remaja Sri Mumpuni Yuniarsih; Rahajeng Win Martani; Nunung Hasanah
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 3 NOMOR 1 TAHUN 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v3i1.3194

Abstract

Permasalahan kesehatan yang dialami remaja dapat mengakibatkan menurunnya kualitas sumber daya manusia. Diantara permasalahan kesehatan yang dihadapi remaja antara lain masalah kesehatan reproduksi, masalah kekerasan pada remaja, masalah pergaulan bebas dan juga masalah penyalahgunaan NAPZA. Pemerintah, dalam hal ini kementrian kesehatan telah mencanangkan penyelenggaraan program posyandu remaja yang merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat agar remaja memiliki wadah untuk pemantauan kesehatan. Implementasi posyandu remaja masih mengalami berbagai kendala, diantaranya kurangnya sumber daya manusia yang bersedia menjadi kader, belum adanya pendaaan khusus untuk penyelenggaraan program, kurangnya pengetahuan remaja mengenai program posyandu remaja dan manfaatnya. Desa Purworejo merupakan desa binaan Universitas Pekalongan dimana implementasi posyandu remaja masih belum optimal. Oleh karena itu, Universitas Pekalongan melakukan pendampingan agar dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan program. Proses pendampingan dilakukan dengan beberapa tahapan, dimulai dari identifikasi kebutuhan belajar atau identifikasi masalah, kemudian tahap selanjutnya adalah edukasi dan sosialisasi program posyandu remaja. Identifikasi kebutuhan belajar menggunakan metode wawancara kepada informan yaitu bidan desa dan remaja. Hasil identifikasi menunjukkan perlunya edukasi mengenai permasalahan remaja serta peran, fungsi dan tahap pelaksanaan posyandu remaja. Kegiatan edukasi dan sosialisasi dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi yang diikuti oleh 15 remaja. Kegiatan tersebut memberikan hasil bahwa terdapat peningkatan pengetahuan remaja mengenai permasalahan remaja dan posyandu remaja dengan perbedaan skor dari 48,6 menjadi 97,3. sebelum edukasi masih kurang dengan skor rerata 48,6 dan hasil post Kegiatan pendampingan posyandu remaja Desa Purworejo masih harus dilanjutkan mengingat program ini masih sangat baru dan membutuhkan dukungan dari Universitas Pekalongan.
Correlation Between Perception of Caring Behavior and Daily Living Activity Independence of Chronic Disease Patients in Bendan Hospital Pekalongan City Sri Mumpuni Yuniarsih; Rokhaeni Eva Kuswandari; Rahajeng Win Martani
Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 37, No 1 (2023): PENA MARET 2023
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v37i1.2894

Abstract

Chronic disease progresses slowly, takes a long time and requires medical treatment. Caring nurses are very important in providing nursing care to chronic diseases patients, which has an impact on independence of the patient's daily living activities. The aimed to determine correlation between percepstion of caring behavior and daily living activity independence of chronic disease patients in Bendan Hospital Pekalongan City.  This research design used survai analytic with cross sectional approach. Samples were  chronic disease patients who were hospitalized in Bendan Hospital in Pekalongan City  as many as 52 people by accidental sampling. The research instrument used questionare.  Data were analyzed used chi square. There was correlation between perception of caring behavior and daily living activity independence of chronic disease patients in Bendan Hospital Pekalongan City with r value 0,005. Nurses should improve caring behavior in chronic disease patients so that patients are compliant in undergoing treatment
Correlation Between Perception of Caring Behavior and Daily Living Activity Independence of Chronic Disease Patients in Bendan Hospital Pekalongan City Sri Mumpuni Yuniarsih; Rokhaeni Eva Kuswandari; Rahajeng Win Martani
Pena: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 37, No 1 (2023): PENA MARET 2023
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v37i1.2894

Abstract

Chronic disease progresses slowly, takes a long time and requires medical treatment. Caring nurses are very important in providing nursing care to chronic diseases patients, which has an impact on independence of the patient's daily living activities. The aimed to determine correlation between percepstion of caring behavior and daily living activity independence of chronic disease patients in Bendan Hospital Pekalongan City.  This research design used survai analytic with cross sectional approach. Samples were  chronic disease patients who were hospitalized in Bendan Hospital in Pekalongan City  as many as 52 people by accidental sampling. The research instrument used questionare.  Data were analyzed used chi square. There was correlation between perception of caring behavior and daily living activity independence of chronic disease patients in Bendan Hospital Pekalongan City with r value 0,005. Nurses should improve caring behavior in chronic disease patients so that patients are compliant in undergoing treatment
DRY CUPPING TRAINING FOR CARERS AT THE BISMA UPAKARA PEMALANG SOCIAL SERVICES HOUSE Yuniarsih, Sri Mumpuni; Hasanah, Nunung; Martani, Rahajeng Win; Rakasiwi, Izna Ayu
OMNICODE Journal (Omnicompetence Community Developement Journal) Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : UrbanGreen Central Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55756/omnicode.v3i1.128

Abstract

Lanjut usia sering mengalami permasalahan kesehatan. Proses degeneratif yang terjadi hampir di semua sistem dapat menyebabkan beberapa keluhan seperti nyeri kepala, ketegangan leher dan juga sulit tidur. Penatalaksanaan keluhan atau penyakit pada lansia lebih diarahkan untuk mengurangi penggunaan obat kimia, karena berisiko terjadi polifarmasi. Oleh karena itu terapi non farmakologi, salah satunya adalah terapi komplementer bekam. Bekam juga merupakan tehnik terapi yang mudah dipraktikkan dan hampir tidak memiliki efek yang membahayakan. Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Bisma Upakara Pemalang merupakan unit pelaksana tehnis Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah yang memberikan pelayanan pada lansia yang tidak mampu. Pengabdian masyarakat ini diikuti oleh pengasuh di PPSLU Bisma Upakara Pemalang sebanyak 20 peserta. Metode yang digunkanan adalah pemberian materi untuk menambah pengetahuan pengasuh dan dilanjutkan dengan demonstrasi bekam kering. Dari hasil pre post test mengenai kesehatan lansia dan tehnik bekam kering dan manfaatnya diketahui terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 54,5 menjadi 90, 5. Diharapkan setelah kegiatan ini, pengasuh dapat mengaplikasikan ketrampilan tehnik bekam kering untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan lansia di panti.