Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KAJIAN STRATEGIS GALANGAN KAPAL KAYU SEBAGAI EDUWISATA IKONIK KHAS KABUPATEN BATANG M Haryanto; Yohanes Anggoro Triharyanto; Ananto Aji
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 4 No 2 (2020): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55686/ristek.v4i2.73

Abstract

Batang merupakan salah satu galangan kapal kayu terbaik dan terbesar di Indonesia. Banyak kayu perusahaan galangan kapal / galangan kapal berlokasi di Batang. Galangan kapal menyerap banyak tenaga kerja. Pelanggan kapal tidak hanya lokal, tetapi juga internasional. Itu manfaat pembuatan kapal seharusnya tidak hanya menjadi hak pembuat kapal, tukang kayu dan modal pemilik. Ini bisa menjadi manfaat untuk pendidikan dan pariwisata. Itu bisa sangat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di luar pekerja kapal. Galangan Kapal Batang merupakan salah satu potensi besar di Batang yang belum banyak dieksplorasi sebagai destinasi wisata edukasi. Jika hampir semua daerah memiliki wisata alam, maka tidak semua potensi galangan kapal dimiliki. Potensi ini dapat menjadi ciri khas keunikan wisata Batang.
KAJIAN STRATEGIS GALANGAN KAPAL KAYU SEBAGAI EDUWISATA IKONIK KHAS KABUPATEN BATANG M Haryanto; Yohanes Anggoro Triharyanto; Ananto Aji
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 4 No 2 (2020): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.057 KB) | DOI: 10.55686/ristek.v4i2.73

Abstract

Batang merupakan salah satu galangan kapal kayu terbaik dan terbesar di Indonesia. Banyak kayu perusahaan galangan kapal / galangan kapal berlokasi di Batang. Galangan kapal menyerap banyak tenaga kerja. Pelanggan kapal tidak hanya lokal, tetapi juga internasional. Itu manfaat pembuatan kapal seharusnya tidak hanya menjadi hak pembuat kapal, tukang kayu dan modal pemilik. Ini bisa menjadi manfaat untuk pendidikan dan pariwisata. Itu bisa sangat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di luar pekerja kapal. Galangan Kapal Batang merupakan salah satu potensi besar di Batang yang belum banyak dieksplorasi sebagai destinasi wisata edukasi. Jika hampir semua daerah memiliki wisata alam, maka tidak semua potensi galangan kapal dimiliki. Potensi ini dapat menjadi ciri khas keunikan wisata Batang.
EVALUASI SEBARAN LOKASI DAN TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM BERBASIS APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN DEMAK Erna Puji Astutik; Ananto Aji; Saptono Putro
Geo-Image Vol 6 No 2 (2017): Geo - Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v6i2.19023

Abstract

Business development of Gas Station increases every year. This is in line with the level of consumption of oil so that it affects what is required by consumers. Therefore, it takes a thought to overcome it. The population is SPBU in Demak Regency as many as 20 pieces and all gas stations used as sample. Samples for customer satisfaction use incidental sampling technique. The research variables are (1) Variable distribution of gas stations location: number, distance, and location of gas station, number and type of motor vehicle, traffic density; (2) Variable levels of customer satisfaction: tangible, empathy, reliability, assurance, and responsiveness. The research analyzes used Geographic Information System analysis, nearest neighbor analysis, and quantitative descriptive. The results showed that the distribution pattern of gas stations has a uniformly distributed pattern; The location suitability class of 20 gas stations is included in the appropriate criteria (S2) with the calculation of 70%; And customer satisfaction to the service provided from the SPBU of 4,991 which, when included in the assumption of research calculation included in the Good category. With the results of these shows that the distribution of location and level of consumer satisfaction SPBU in Demak Regency region including good criteria.
Efektivitas Model Pembelajaran Project Based Learning Ecobrick Untuk Meningkatkan Ecoliteracy Siswa Pada Ekstrakurikuler Pramuka di MTSS Al Hikam Jombang Mochamad Zanuar Imam Faizin; Ananto Aji
Journal of Edugeography Vol. 12 No. 2 (2024): VOL 12 NO 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/9ftgzc47

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran project based learning ecobrick terhadap tingkat ecoliteracy siswa pada ekstrakurikuler pramuka di MTSS Al Hikam Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian pre-eksperimen dengan desain penelitian one-group pretest-posttest design. Sampel pada penelitian kelas VII pada ekstrakurikuler pramuka yang berjumlah 78 siswa dengan menggunakan  teknik total sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan observasi, wawancara, tes, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya efektivitas penerapan model project based learning ecobrick terhadap tingkat ecoliteracy siswa. Terbukti dengan peningkatan rata-rata nilai pretest dan posttest dari pengetahuan ecoliteracy siswa yang awalnya 70,8 menjadi 89,9; sedangkan untuk sikap ecoliteracy siswa yang awalnya 72,5 menjadi 86,5. Selain itu, dari hasil lembar observasi keterampilan ecoliteracy siswa diperoleh nilai sebesar 96,6. Tingkat efektivitas dari penerapan model pembelajaran project based learning ecobrick terhadap pengetahuan ecoliteracy siswa setelah dilakukan uji n-gain memperoleh hasil 0,6681 dan pada uji n-gain sikap ecoliteracy siswa memperoleh hasil 0,4920, sehingga keduanya masuk dalam kategori sedang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran project based learning ecobrick terbukti efektif dalam meningkatkan ecoliteracy siswa pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
Pengaruh Tingkat Kecerdasan Ekologis terhadap Partisipasi Siswa dalam Program Adiwiyata di SMAN 1 Lamongan Nur Izzah Fitriyah; Ananto Aji
Indonesian Journal of Conservation Vol. 13 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v13i1.6281

Abstract

Artikel ini dibuat dengan tujuan untuk mengukur tingkat kecerdasan ekologis siswa, mengetahui partisipasi siswa dalam program adiwiyata di SMA Negeri 1 Lamongan, dan menganalisis pengaruh tingkat kecerdasan ekologis terhadap partisipasi siswa dalam program adiwiyata di SMA Negeri 1 Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. dengan menggunakan analisis deskriptif persentase dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kecerdasan ekologis siswa SMAN 1 Lamongan berada kriteria rendah dengan skor 59,3%. Sedangkan hasil partisipasi siswa dalam program adiwiyata rata-rata 51,8% dengan kriteria rendah. Pengaruh tingkat kecerdasan ekologis terhadap partisipasi siswa dalam program adiwiyata di SMA Negeri 1 Lamongan setelah dilakukan uji regresi linier sederhana memperoleh persamaan Y= 14,529 + 0,549X. Artinya, terdapat pengaruh antara tingkat kecerdasan ekologis terhadap partisipasi siswa dalam program adiwiyata sebesar 40%.
Dinamika Abrasi terkait Perubahan Garis Pantai di Desa Pantai Bahagia Kabupaten Bekasi Nur Elmanda, Nisrina; Ananto Aji; Heri Tjahjono; Fahrudin Hanafi
Indonesian Journal of Conservation Vol. 13 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v13i2.18645

Abstract

Desa Pantai Bahagia merupakan salah satu pesisir di Kabupaten Bekasi tepatnya di Kecamatan Muaragembong yang telah mengalami abrasi dengan sangat signifikan. Kejadian abrasi ini disebabkan oleh naiknya permukaan air laut dan adanya faktor pemicu berupa konversi lahan kawasan mangrove oleh masyarakat untuk keperluan pertambahan lahan tambak. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dinamika abrasi secara multitemporal selama 30 tahun di Desa Pantai Bahagia dari tahun 1993, 2000, 2007, 2012, 2020, 2023. Metode yang dilakukan adalah tahapan ekstraksi garis pantai dengan algoritma MNDWI (Modified Diference Water Index). Data garis pantai yang didapatkan lalu dihitung statistik dengan bantuan tools extension DSAS (Digital Shoreline Analysis System) pada ArcMap 10.8 untuk pengolahan data luas perubahan garis pantai yang memiliki nilai abrasi. Statistik yang digunakan yaitu EPR (End Point Rate) dengan membandingkan dua garis pantai serta LRR (Linear Regression Rate).  Hasil yang dilakukan uji ground check di area garis pantai pada transek yang mengalami abrasi meningkat setiap tahunnya menyebabkan pengurangan daratan menjadi laut di Dukuh Muara Bendera Timur, Gobah Timur, Kampung Beting dan Blukbuk Timur. Rata –rata pengurangan daratan yang terjadi sebesar -18,77m/tahun pada 1992-2000, di tahun 2000-2007 terjadi sebesar -16,19 m/tahun, pada tahun 2007-2012 terjadi sebesar -31,86 m/tahun, pada tahun 2012-2020 memiliki rata-rata pengurangan daratan sebesar -130,13 m/tahun, serta di tahun 2020-2023 terjadi pengurangan daratan sebesar -60,32 m/tahun.
Sustainable Tourism Education in Lerep Village, Semarang Regency Rialini Retno Alyssa Cahyani; Eva Banowati; Ananto Aji; Hariyanto Hariyanto; Erni Suharini
Journal of Primary Education Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v14i2.38138

Abstract

This study aims to analyze sustainable tourism education in Lerep Tourism Village, Semarang Regency, by examining four key components: the forms of educational tourism offered, and the implementation of sustainable tourism principles. Using a mixed-methods approach, quantitative data were collected through questionnaires to assess tourist attraction potential and the effectiveness of educational programs, while qualitative data were obtained through in-depth interviews, observation, and documentation to evaluate Pokdarwis readiness and sustainability practices. The results show that Pokdarwis demonstrates good readiness in fulfilling its roles as facilitator, educator, representative, and technical operator, although improvements are still needed in technical skills and environmental management. The village possesses strong natural, cultural, and man-made attractions that support the development of educational tourism, including environmental education, cultural learning, and community-based training activities. Sustainable tourism principles have been applied, particularly in environmental conservation, community involvement, and local economic empowerment, yet some aspects require further optimization. The study concludes that Lerep Tourism Village has significant potential to strengthen sustainable tourism through structured educational programs, enhanced community capacity, and integrated management led by Pokdarwis.
PERAN FORUM PENGURANGAN RISIKO BENCANA (FPRB) DALAM LITERASI BENCANA ERUPSI MERAPI DI KECAMATAN DUKUN KABUPATEN MAGELANG Rani Dwi Septiyani; Juhadi Juhadi; Dewi Liesnoor Setyowati; Ananto Aji
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.21000

Abstract

Abstrak: Gunungapi Merapi merupakan salah satu gunungapi sangat aktif di Indonesia yang hampir setiap tahun mengalami erupsi. Namun disisi lain, tingkat kesadaran masyarakat terahadap bencana erupsi Gunungapi Merapi masih rendah. Salah satu upaya mitigasi bencana erupsi Gunungapi Merapi, yaitu melalui peningkatan pengetahuan literasi bencana pada masyarakat di Kawasan Rawan Bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran lembaga sosial FPRB dan mengetahui upaya peningkatan literasi bencana erupsi gunungapi Merapi. Populasi penelitian terdiri atas kelompok  FPRB dan Kepala Keluarga dari masyarat lokal di Desa Ketunggeng, Dukun, Sengi. Sampel penelitian menggunakan teknik stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 52 anggota FPRB dan 98 masyarakat. Variabel penelitian terdiri dari peran FPRB dan tingkat literasi bencana masyarakat. Teknik pengumpulan data observasi, angket, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis distribusi frekuensi. Hasil penelitian: (a) Peran FPRB dilakukan dengan penyuluhan, simulasi, monitoring, penyediaan pasokan kebutuhan, akses informasi, penentuan titik kumpul dan lokasi evakuasi, (b) Tingkat literasi bencana relatif rata-rata cukup tinggi, yaitu 76% di Desa Dukun, 74% di Desa Sengi dan di Desa Ketunggeng 60%. Upaya FPRB dalam meningkatkan leterasi bencana pada masyarakat cukup berpengaruh dalam peningkatkan kesadaran dan menjadi sarana dalam pengurangan risiko bencana. Abstract: Mount Merapi is one of the most active volcanoes in Indonesia which experiences eruptions almost every year. However, on the other hand, the level of public awareness of the Mount Merapi eruption disaster is still low. One of the efforts to mitigate is by increasing disaster literacy knowledge among communities in Disaster Prone Areas. This research aims to identify the role of the social institution FPRB and determine efforts to increase literacy in the Merapi volcanic eruption disaster. The research population consisted of the FPRB and heads of families in the villages of Ketunggeng, Dukun, Sengi. The research sample used a stratified random sampling technique with a total sample of 52 FPRB members and 98 members of the public. The research variables consist of the role of the FPRB and the level of community disaster literacy. Data collection techniques are observation, questionnaires, documentation and interviews. The data analysis technique uses frequency distribution analysis. Research results: (a) The role of FPRB is carried out through counseling, simulation, monitoring, providing needed supplies, access to information, determining gathering points and evacuation locations, (b) The disaster literacy level is relatively high on average, namely 76% in Dukun Village, 74% in Sengi Village and 60% in Ketunggeng Village. FPRB's efforts to increase disaster literacy in the community are quite influential in increasing awareness and becoming a means of reducing disaster risk.