Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Peran Budaya Literasi Dalam Pembentukan Karakter dan Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa di Indramayu Jamaluddin Firdaus; Ahmad Asmuni; Asep Kurniawan
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 4 (2021): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i4.1344

Abstract

Penelitian dilatar-belakangi oleh banyaknya siswa yang belum memiliki kebiasaan terhadap membaca buku pelajaran dan buku non pelajaran. Jika buku itu jendela dunia maka membaca adalah kuncinya. Berdasarkan latar belakang diatas, penulis melakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana Budaya Literasi, Karakter, dan Prestasi Belajar Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Bi’tsatul Islamiyah desa Tempel dan Madrasah Ibtidaiyah Al-Wardah desa Pengauban Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan menggunakan model penelitian studi multi kasus. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, analisis lintas kasus dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa budaya literasi di Madrasah Ibtidaiyah Bi’tsatul Islamiyah desa Tempel dan Madrasah Ibtidaiyah Al-Wardah desa Pengauban mempunyai peran yang baik terhadap pembentukan karakter dan prestasi belajar siswa: (a) Budaya literasi di Madrasah Ibtidaiyah Bi’tsatul Islamiyah desa Tempel membaca 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, membaca karya sastra, membaca dalam hati dan guru membaca dengan nyaring, memajang karya siswa, mengupayakan lingkungan sosial dan afektif sudah berjalan, kemudian disetiap kelas memiliki perpustakaan mini dan perpustakaan utama, sudah ada pelatihan program literasi dari Sekolah Literasi Indonesia. Di Madrasah Ibtidaiyah Al-Wardah desa Pengauban membaca asmaul husna bersama-sama 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai dan mengupayakan lingkungan sosial dan afektif sudah berjalan. (b) Karakter siswa di Madrasah Ibtidaiyah Bi’tsatul Islamiyah desa Tempel dan Madrasah Ibtidaiyah Al-Wardah desa Pengauban cukup baik karena siswa dikedua sekolah sudah terbiasa apabila bertemu dengan guru mengucapkan salam dan cium tangan, mereka juga sudah mengerti baik dan buruk. (c) Prestasi siswa di Madrasah Ibtidaiyah Bi’tsatul Islamiyah desa Tempel dan Madrasah Ibtidaiyah Al-Wardah desa Pengauban cukup baik karena setiap tahun prestasi belajar siswa semakin meningkat walaupun tidak signifikan.
Manajemen Hubungan Masyarakat dalam Membangun Sekolah Unggulan di Sekolah Dasar Islam Terpadu Sabilul Huda Cirebon Asep Kurniawan
JIEM (Journal of Islamic Education Management) Vol 7, No 1 (2023): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jiem.v7i1.12864

Abstract

The existence of public relations in schools plays an important role as a communication liaison and building partnerships between schools and their communities to create superior schools. The purpose of this study was to reveal in-depth the management of public relations in building excellent schools in Islamic Primary Full Day School Sabilul Huda. This research was a descriptive qualitative field research. Data collection instruments were in-depth interviews, in-depth observation, and documentation. The analysis technique was done through data reduction, data display, and data inference. The results showed that the management of public relations was implemented by Primary Islamic Full Day School Sabilul Huda could be categorized as successful in building superior schools. It was shown from the academic achievements of student learning outcomes and non-academic achievements of the development of students' interests and talents. This public relations management was carried out through planning, implementation, and evaluation. Public Relations had a role in guarding the implementation of these programs and were responsible to the principal. The awareness of all parties in optimizing these programs was in accordance with their fields and abilities in realizing the excellence of schools.
Hubungan Layanan Bimbingan Konseling Dengan Kesehatan Mental Siswa Dalam Membentuk Pribadi Anti Radikalisme Muhammad Husein Lisan Shidqi; Dedi Djubaedi; Asep Kurniawan
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 2 No 1 (2021): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anti-radicalism behavior between religious communities in the school environment, in an effort to maintain a healthy mentality, require assistance from all school members, especially counseling guidance teachers. The objectives of this study: (1) Knowing how student guidance and counseling services, (2) Knowing how the reflection of students 'anti-radicalism behavior (3) Knowing the extent of the relationship between guidance and counseling services with students' mental health in forming a person who is anti-radicalism (4) Knowing the extent to which differences in the effectiveness of guidance services and in forming students' personal anti-radicalism. This research uses quantitative methods. The research subjects were population, all students of class XI at SMAN 1 Jatitujuh and SMKN 1 Kuningan, the sample used refers to the statement of Franken and Wallen (1993: 92). The results of this study: (1) Counseling Guidance Service at SMKN1 Kuningan is in the percentage of 84% for the high category and 16% for the very high category and SMAN 1 Jatitujuh obtained 64% for the high category and 36% for the very high category. (2) The reflection of healthy behavior or mental health at SMKN 1 Kuningan is 88% or as many as 44 students of a total of 50 students are in the very high category and 6 students or 12% are in the high category. Meanwhile, at SMAN 1 Jatitujuh, it was obtained 92% in the very high category and only 8% in the high category. (3) Based on the correlation analysis carried out, the two schools showed positive results, it was true that there was a relationship between counseling guidance services and mental health. (4) In terms of the effectiveness of SMAN 1 Jatitujuh better than SMKN 1 Kuningan, the correlation value was 0.435 versus 0.388 Abstrak Perilaku terhadap radikalisme antar umat beragama di lingkungan sekolah, dalam usaha menjaga mental yang sehat, diperlukan bantuan dari seluruh warga sekolah, lebih khususnya pada guru bimbingan konseling. Tujuan dalam penelitian ini: (1) Mengetahui bagaimana layanan bimbingan dan konseling siswa, (2) Mengetahui bagaimana cerminan perilaku anti radikalisme siswa (3) Mengetahui sejauh mana hubungan antara layanan bimbingan dan konseling dengan kesehatan mental siswa dalam membentuk pribadi yang anti terhadap radikalisme (4) Mengetahui sejauh mana perbedaan efektifitas layanan bimbingan dan dalam membentuk pribadi siswa yang anti terhadap radikalisme. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Subyek penelitian berupa populasi, seluruh siswa kelas XI di SMAN 1 Jatitujuh dan SMKN 1 Kuningan, sampel yang digunakan merujuk pernyataan Franken dan Wallen (1993: 92). Hasil penelitian ini: (1) Layanan Bimbingan Konseling di SMKN1 Kuningan berada dalam prosentase 84% untuk kategori tinggi dan 16% sangat tinggi. Sementara di SMAN 1 Jatitujuh diperoleh 64% untuk kategori tinggi dan 36% untuk kategori sangat tinggi. (2) Cerminan perilakuatau mental yang sehat di SMKN 1 Kuningan yaitu 88% atau sebanyak 44 siswa dari total keseluruhan 50 orang siswa berada dalam kategori sangat tinggi dan 6 orang siswa atau 12 % dalam kategori tinggi. Sementara di SMAN 1 Jatitujuh diperoleh 92% dalam kategori sangat tinggi dan hanya 8% untuk kategori tinggi. (3) Berdasarkan analisis korelasi yang dilakukan, kedua sekolah tersebut menunjukan hasil yang positif, benar adanya terdapat hubungan antara layanan bimbingan konseling dengan kesehatan mental. (4) Dalam hal efektifitas SMAN 1 Jatitujuh lebih baik dari SMKN 1 Kuningan, nilai korelasi 0,435 berbanding 0,388.