Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA KERTAJAYA, CIANJUR OLEH PEMERINTAHAN DESA DAN PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA AL-MUSRI’ Asep Kurniawan
Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/empower.v3i2.3511

Abstract

ABSTRAK Peran pemerintah desa dan pesantren adalah sebagai lembaga pemberdaya masyarakat, Hal ini sebagaimana diperlihatkan dengan apa yang terjadi di Desa Kertajaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara mendalam tentang pemberdayaan masyarakat desa Kertajaya oleh pemerintah desa dan Pesantren Miftahul Huda. Metode penelitian ialah deskriptif kualitatif dan studi kasus. Instrumen pengumpulan data ialah wawancara mendalam, observasi mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui collecting data, reducing data, displaying data, dan conclusing data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Masyarakat Desa Kertajaya hidup rukun dalam keragaman agama. Mata pencaharian utama mereka adalah berpetani, namun memilliki kesejahteraan yang rendah. Untuk itu pemerintahan desa bersama lembaga yang ada khususnya Pesantren Miftahul Huda tergerak untuk melakukan pemberdayaan. Pemerintah desa mengadakan program pendidikan wajib belajar, pendidikan life skill, kesehatan, peningkatan pontensi pertanian bekerjasama dengan berbagai pihak. Sementara itu Pesantren Miftahul Huda al-Musri’ selaku pesantren salaf yang memiliki keunggulan agrobisnis memberdayakan masyarakat melalui pendidikan keagamaan dan life skill, agrobisnis yang meliputi pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Pemberdayaan masyarakat ini berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat baik dalam tingkat pendidikan, spiritual maupun peningkatan pendapatan ekonomi. Kata Kunci: Pengangguran, Urbanisasi, Kepedulian, Kearifan lokal, Perubahan keyakinan,  Peningkatan Pendapatan ABSTRACT The role of village government and pesantren are community empowerment institutions. This was shown by what happened in Kertajaya Village. This study aimed to reveal in depth the empowerment of the Kertajaya village community by the village government and Pesantren Miftahul Huda al-Musri’. The research method was one case qualitative-descriptive. Data collection instruments were in-depth interviews, in-depth observations, and documentation. Data analysis was conducted through collecting data, reducing data, displaying data, and conclusing data. Research findings showen that the Kertajaya Village Community lived harmoniously in religious diversity. Their main livelihood was farming, but they had low welfare.For this reason, the village government together with the existing institutions,especially Miftahul Huda Islamic Boarding School were motivated to empower them. The village government organized compulsory education programs, life skills education, health, increased agricultural potential in collaboration with various parties. Meanwhile Pesantren Miftahul Huda al-Musri, a salaf pesantren, had the advantage of agribusines. It empowered people through religious and life skills education, agribusiness which included agriculture, plantations, livestock and fisheries. This community empowerment had a positive impact on improving the welfare of the community, both in the level of education, spiritual and increasing economic income. Keywords: Unemployment, Urbanization, Concern, Local Wisdom, Changing Beliefs, Increasing Income
Pengembangan Masyarakat melalui Pemecahan Masalah Lingkungan oleh Pesantren di Mertapada Kulon Asep Kurniawan
Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/empower.v8i2.14790

Abstract

Solving environmental damage is no longer the sole authority of the government and related institutions, but the community and educational institutions are the main actors. This study presents how the efforts of the community and educational institutions to carry out various environmental care efforts. The data used was extracted from in-depth observations, in-depth interviews with communities and educational institutions in Mertapada Kulon and analyzed through data reduction, data display and data inference. The research findings showed that waste management in this village used the same waste bank management method. However, it had problems in Human Resources and lack of public awareness. Generally, recycling activities were limited to sorting waste and junk. Villages received financial support from the village. The solution to environmental problems was mostly pioneered by Nahdhatul Ulama figures. This research is wisdom to formulate a policy and strengthen the participation of the community and educational institutions for a sustainable environment
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) BERWAWASAN LINGKUNGAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI I INDRAMAYU Eha Julaeha; Asep Kurniawan
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2: Pendidikan Karakter
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v3i2.3463

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kerusakan lingkungan, banyaknya terjadi bencana alam yang merupakan ancaman yang membahayakan untuk makhluk di muka bumi ini. Oleh sebab itu sangat penting adanya pendidikan berwawasan lingkungan yang diintegrasikan melalui pengelolaan pembelajaran pada semua mata pelajaran tak terkecuali mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di lingkungan pendidikan formal untuk membentuk karakter peserta didik sebagai generasi yang sadar akan lingkungan hidup serta untuk menjaga kelestarian alam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara mendalam mengenai implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam  (PAI) berwawasan lingkungan hidup di SMK Negeri 1 Indramayu Kabupaten Indramayu. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data penulis lakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya, penulis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu berupa data-data yang tertulis dan perilaku yang diamati sehingga dalam hal ini penulis berupaya mengadakan penelitian yang bersifat menggambarkan secara menyeluruh tentang keadaan yang sebenarnya. Temuan penelitian menunjukan bahwa kebijakan pengelolaan pendidikan berwawasan lingkungan di SMK Negeri 1 Indramayu sudah diterapkan dengan baik sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Sekolah Adiwiyata. Pengelolaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berwawasan lingkungan di SMK Negeri 1 Indramayu sudah mengarahkan aktivitas belajar peserta didik untuk ramah terhadap lingkungan. Implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berwawasan lingkungan di SMK Negeri 1 Indramayu yang diberikan kepada peserta didik, yakni dengan membekali mereka dengan cara dan mengaplikasikannya dalam kehidupan keseharian include di dalamnya tentang penyadaran pentingnya lingkungan hidup. Faktor pendukung implementasi pembelajaran PAI berwawasan lingkungan di SMK Negeri 1 Indramayu antara lain lingkungan dan fasilitas sekolah yang mendukung dan terjalinnya sinergitas seluruh stakeholder sekolah dalam mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan, sedangkan faktor penghambatnya antara lain waktu yang terbatas untuk jam tatap muka Pendidikan Agama Islam di sekolah. Kunci Kata: Kerusakan lingkungan, Integrasi, Internalisasi, KepedulianThis research was motivated by the widespread destruction of the environment, there were many natural disasters that pose a dangerous threat to creatures on this earth. Therefore, it was very important to have environment-based education, which was integrated to learning management in all subjects. It included the subject of Islamic Education in the formal education to shape students’ character to preserve environment. This study aimed to describe the implementation of environment-based islamic religious education in State Vocational School 1 Indramayu. This was a field qualitative research. Data collection conducted through in-depht interviews, in-depht observation and documentation. Data analysis was qualitative descriptive analysis. Research findings: management policy of environment-based islamic learning in State Vocational School Indramayu 1 was implemented in accordance with the Adiwiyata School Standard Operating Procedure. Its management made students’ learning activities friendly to the environment.  Its implementation by applying it in everyday life. Supporting factors for this program were adequate school facilities and establishment of synergy of all stakeholders in realizing environment-based islamic religious learning. The inhibiting factor was the limited learning time of Islamic Education. Key Words: Environmental Degradation, Integration, Internalization, Concern
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGATASI PERILAKU NEGATIF SISWA MTs PUI SEGERAN INDRAMAYU Asep Kurniawan
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2019): Inovasi Pembelajaran PAI di Era Digital
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v4i1.3942

Abstract

Students of Madrasah Tsanawiyah PUI Segeran Indramayu had negative behavior. This was in stark contrast to the views of the surrounding community. They thought that students who study in religious education institutions, such as Madrasah Tsanawiyah, had better behavior than students who study in secondary schools. It was because Madrasah Tsanawiyah is an Islamic school. The purpose of the study was to reveal in depth about the role of Islamic Education teachers in overcoming students’ negative behavior. This study used a qualitative approach. The research findings showed that students’ negative behavior are lighting firecrackers in class, not wearing uniforms, not working on teachers’ assignments, chatting and joking in learning, drawing motorcycle gang names in books, singing persib songs, making and playing paper airplane. This behavior was influenced by internal and external factors. In this case, Islamic education teachers carried out preventive actions, namely: congregational prayers, commemoration of Islamic holidays, Pesantren Ramadan, Islamic education teachers’ exemplary, empowering extra organizations, mentoring, reminding, advising, and inviting dialogue, weekly religious studies. Repressive measures were to provide penalties toward educating not oppressive, and give more assignments than other students. Curative actions, namely: (1) general actions, they included: (a) Advice and reprimand with a religious approach. (b) Provide reasonable special attention to problematic students. (c) Cooperate with parents of problematic students in overcoming their negative behavior. (2) (2) Special actions through a case-by-case individual approach.
PERAN PONDOK PESANTREN MIFTAHULHUDA AL-MUSRI TERHADAP PERILAKU KEAGAMAAN MASYARAKAT Asep Kurniawan
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 7 No. 1 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v7i1.1007

Abstract

Pesantren harus berperan dalam perkembangan masyarakat sekitarnya. Hal itu karena pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan dan lembaga sosial kemasyarakatan. Peran ini cukup diperlihatkan oleh Pondok Pesantren Miftahulhuda al-Musri terhadap masyarakat sekitarnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauhmana peran tersebut dilakukan sebagai bahan masukan bagi lembaga serupa dalam berdakwah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Informan adalah kiai, para ustadz, santri, masyarakat Desa Kertajaya, dan tokoh masyarakat. Instrumen penelitian menggunakan observasi mendalam, interview mendalam, dan dokumentasi. Data divalidasi melalui kredibilitas data yang meliputi trianggulasi waktu, sumber dan tehnik. Kredilitas yang lain adalah ketekunan dan lamannya penelitian, peer debriving. Data juga divalidasi dengan transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmalibilitas. Analisis Data dilakukan dengan tahapan pengumpulan data, display data, reducing data, dan penyimpulan data. Hasil penelitian ini adalah: (1) Perilaku keagamaan ditanamkan oleh Pondok Pesantren Miftahulhuda al-Musri terhadap masyarakat di Desa Kertajaya. (2) Strateginya dengan berinteraksi langsung dengan warga Desa Kertajaya. (3) Bentuknya berupa kegiatan dakwah keagamaan seperti pengajian dan bentuk kegiatan sosial. (4) Hambatan yang ada adalah terbenturnya hari kerja dan kurang maksimalnya dalam melakukan acara. (5) Upaya mengatasinya dengan melakukan pendekatan langsung terhadap masyarakat, mengganti jadwal kegiatan dengan hari libur seperti hari Minggu dan meningkatkan kualitas panitia dari pihak pondok dalam mengelola acara. Kata Kunci: Pesantren, Perilaku, Keagamaan. 
BIL HAL PENCIPTAAN BUDAYA AGAMA MELALUI PEMBIASAAN SHALAT BERJAMAAH DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ISLAM AL-AZHAR 5 KOTA CIREBON Asep Kurniawan
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2017): July 2017
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v8i1.2016

Abstract

Dakwah bil hal di sekolah berfungsi mempersiapkan para siswa menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai agamanya yang berwawasan luas, kritis, kreatif, inovatif dan dinamis dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia. Atas dasar inilah, penelitian ini difokuskan dengan tujuan untuk lebih jauh mengungkap tentang bagaimana penerapan dakwah bil hal ini sehingga bisa menciptakan budaya agama melalui pembiasaan shalat berjamaah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data adalah wawancara mendalam, observasi mendalam, dan dokumentasi. Keterpercayaan data kualitatif dilakukan melalui kredibilitas data, transferabilitas data, konfirmabilitas data, dan dependabilitas data. Tehnik analisis menggunakan tahapan collecting data, displaying data, reducing data dan conclusing data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dakwah bil hal dalam penciptaan budaya agama di SMP Islam al-Azhar 5 Cirebon sudah berjalan dengan baik yang terlihat dari: (a) pembiasaan senyum, salam, dan sapa, (b) shalat Jumat di masjid sekolah, (c) shalat dhuhur  berjamaah, (d) peringatan hari-hari besar Islam, (e) shalat Dhuha sebelum pembelajaran dimulai (f) kegiatan tadarus al-Quran. (2) Hasil dakwah bil hal pembiasaan nilai-nilai shalat berjamaah memiliki nilai-nilai luhur, yaitu: (a) nilai-nilai ubudiyah, (b) nilai-nilai akhlak al-karimah, meliputi: pola pikir positif, mission statement, berpikir dan bertindak strategis, kebersamaan, tawadlu, optomis dan mandiri, serta networking, (c) nilai-nilai kedisiplinan.