Sebastianus Menggo
Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Verbs with the Notion of Eating in Manggaraian Language: Natural Semantic Metalanguage Analysis Tobias Gunas; Sebastianus Menggo; Yosefina Helenora Jem
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Ilmu Linguistik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jr.7.2.2021.191-200

Abstract

The aim of this research is to explicate and account for the verb of eating in Manggaraian language. There are some verbs denoting the meaning of eating, such as hang, lompong, jumik, mboros, takung, la’ur, alas, pongo mu’u. The qualitative research method was applied to unveil and explain the explication of meaning in the given verbs respectively. Field-observation and recording were the techniques used to gather the data from the natural speakers utterances as well as part of the data were based on the researchers’ intuitive knowledge as the native speakers. The data were analyzed through the theory of Natural Semantic Metalanguage (NSM). The results of the analysis reveal that Manggaraian language has the inventory of verbs designating the meaning of eating such as hang, jumik, lompong, mboros, takung, raci, alas, pongo mu’u. In terms of semantic prime, the verbs are under the category of the action verb. Comparing to the other verbs, the verbs jumik, lompong, pongo mu’u have more delicate meaning of eating. Furthermore, those verbs are classified into generic and specific category of meaning. The verbs “hang, jumik, mboros” are generic in meaning while the verbs lompong alas,racik, pongo mu’u, takung are specific in meaning. The verbs are categorized into non-compositional polysemy. Regarding the explication of meaning, the verbs reveal the action and the process of eating involving certain parts of body (hands and mouth) as well as specific tools (plate, spoon, bowl).
PENDAMPINGAN PROGRAM PENGUATAN LITERASI DALAM MEMBANGUN BUDAYA LITERASI DI SEKOLAH DASAR Sabina Ndiung; Sebastianus Menggo; Eliterius Eliterius Sennen
JP-MAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): JP-MAS: Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Jombang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi di sekolah dikembangkan dengan mendasarkan diri pada pendekatan penguatan literasi untuk dapat memcahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam tiga kegiatan, yaitu pembiasaan, program kegiatan, dan pendampingan. Kegiatan pendampingan ini atas kolaborasi satuan Pendidikan SDN Watu Mundung, orang tua murid dengan tim pengabdian Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng. Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan sosial, yang melibatkan secara aktif semua pemangku kepentingan dan penerima manfaat. Metode yang diterapkan yaitu Asset-Based Community Development. Hasil dari kegiatan pendampingan ini menunjukkan bahwa siswa SD memiliki kecakapan dalam hal berliterasi. Hal ini ditunjukkan oleh antusiasme siswa untuk mengikuti kegiatan yang merupakan bagian program literasi sekolah yang berkolaborasi dengan orang tua dan bermitra dengan perguruan tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan penguatan literasi sangat penting untuk dilakukan untuk menumbuhkan sikap pembiasaan pada peserta didik berliterasi yang berdampak pada kecakapan literasi sehingga menambah wawasan keilmuan bagi siswa dalam memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari untuk hasil belajar yang optimal.