Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan antara Paradigma Lingkungan Baru (New Environmental Paradigm) dan Niat untuk Bertindak (Intention to Act) dengan Perilaku Tanggung Jawab Lingkungan (Responsible Environmental Behavior) Siswa Khairunnisa Salsabila; I Made Putrawan; Diana Vivanti Sigit
IJEEM - Indonesian Journal of Environmental Education and Management Vol 6 No 1 (2021): IJEEM: Indonesian Journal of Environmental Education and Management Volume 6 Nomo
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/IJEEM.061.04

Abstract

To avoid environmental damage continuously, is important to construct a responsible environmental behavior early on. The things that contribute to one’s behavior towards environment are the paradigm and intention to improve the environment. Therefore, this study aims to know the relation between new environmental paradigm and intention to act with students responsible environmental behavior. The study was carried out in SMA Negeri 36 Jakarta in October-December 2019 by involving as many as 97 samples of students. The method used is descriptive method with a correlational study approach using simple and multiple correlation regression analysis. The results of the study revealed that there was a positive and significant relationship between the new environmental paradigm of students with responsible environmental behavior; there was a positive and significant relationship between the intention to act of students with responsible environmental behavior; and there is no relation between new environmental paradigm and intention to act of students together with responsible environmental behavior. Responsible environmental behavior variations on students SMA Negeri 36 Jakarta amounting to 2% are determined jointly by the new environmental paradigm and 36.6% by the intention to act. Therefore, in increasing the responsible environmental behavior of students to be more positive, need to consider factors new environmental paradigm and intention to act of students who contribute significantly.
Pengaruh Job Insecurity, Burnout, dan Work Life Balance terhadap Turnover Intention Karyawan Generasi Z Perusahaan Bidang Industri di Jakarta Selatan Khairunnisa Salsabila; Despinur Dara; Agung Wahyu Handaru
Journal Social Society Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.1.2026.1049

Abstract

Urgensi penelitian ini penting karena tingginya tingkat job insecurity, burnout, dan ketidakseimbangan work life balance dapat meningkatkan turnover intention pada karyawan generasi Z di perusahaan industri Jakarta Selatan, yang berisiko mengganggu kinerja dan stabilitas Perusahaan. Studi ini bertujuan untuk menguji pengaruh job insecurity, burnout, dan work life balance terhadap turnover intention karyawan generasi Z di perusahaan bidang industri di Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 119. 426 karyawan generasi Z yang bekerja di perusahaan bidang industri daerah Jakarta Selatan. Metode pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti adalah pengambilan sampel dengan probability sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data dan menggunakan skala likert 6 titik, dengan beberapa pernyataan yang berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi turnover intention karyawan, dimana hasil dari kuesioner tersebut menghasilkan bahwa faktor yang mempengaruhi turnover intention yaitu job insecurity, burnout, dan work life balance. Hasil penelitian yaitu: (1) job insecurity tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention, artinya ketidakpastian pekerjaan karyawan tidak memengaruhi niat mereka untuk keluar; (2) burnout berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention, sehingga semakin tinggi burnout, semakin besar keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan, menjadikannya faktor penting yang harus diatasi; (3) work life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention, di mana keseimbangan kehidupan kerja yang baik dapat menurunkan niat karyawan untuk keluar.