Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Menimbang Hutang Luar Negeri Indonesia Bermanfaat atau Merugikan Qurratul A’yun Nailufarh
BALANCE: Economic, Business, Management and Accounting Journal Vol 8 No 01 (2011)
Publisher : UMSurabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/blc.v8i01.684

Abstract

Pertumbuhan ekonomi selayaknya memang tetap harus diupayakan secara terus menerus. Tetapi penggunaan hutang luar negeri sudah seharusnya ditinjau kembali . Indonesia tidak anti hutang luar negeri, sebab dengan situasi antar bangsa antar negara yang sudah demikian menggelobal. Kini saatnya, setelah pengalaman masa lalu bangsa Indonesia yang demikian buruk akibat hutang luar negeri dengan puncak bencana krisis ekonomi 1997, untuk melihat persoalan hutang luar negeri secara arif. Langkah pertama adalah menyelesaikan hutang yang sudah terlanjur dilakukan, dengan pola angsuran yang tidak membebani masyarakat, dan bila perlu meminta pemotongan hutang sebab Indonesia sudah menunjukkan sikap yang baik sebagai negara penghutang. Kedua adalah melihat sumber pendanaan lain yang lebih fleksibel, ekonomis, bermartabat misalnya dengan meningkatkan pendanaan pembangunan melalui obligasi syari’ah dan menerbitkan hutang dalam negeri secara. Ketiga jika terpaksa Hutang Luar Negeri tetap harus dilakukan , maka harus ada transparansi pengelolaan proyek kepada masyarakat, karena hutang luar negeri bukan hanya urusan pemerintah dan swasta tetapi juga permasalahan yang harus diketahui oleh masyarakat Indonesia.
ANALISIS PORTOFOLIO PENDEKATAN CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM) DAN MODEL MARKOWITZ EFFICIENT PORTOFOLIO (MEP) SEBAGAI PREFERENSI INVESTOR TERHADAP PEMILIHAN SAHAM DI PASAR MODAL INDONESIA (Pendekatan shariah, Studi pada Indeks Saham LQ-45 dan Jakarta Islamic Index (JII) di Bursa Efek Indonesia) Qurratul A’yun Nailufarh
BALANCE: Economic, Business, Management and Accounting Journal Vol 5, No 01 (2008)
Publisher : UMSurabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/blc.v5i01.704

Abstract

Portfolio investment is an investment in securities with the hope of obtaining some level of profits from investments made in the capital market. Shares will be chosen is a collection of optimal or efficient portfolio, ie, high risk high return. Analyzing the profitability of the investment required analytical methods portfolio (CAPM and MEP) to calculate the value of a good value investment return and value of the investment risk will be obtained and give a share to be used as an investment election. Investors can choose the level of portfolio return on the two stock indices, namely Jakarta Islamic Index (JII) that could be used as benchmark (benchmark) to measure the performance of an investment in the shares with the criteria of sharia, and LQ45 which have high liquidity. Capital Asset Pricing Model (CAPM) and Markowitz Efficient Portfolio (MEP) is a model developed to describe a state of balance between risk and return relationship each asset in portfolio investment when capital markets are in a state of balance, which is illustrated by a graph or curve method Security Market Line (SML), and the Efficient Frontier by using the Beta () and standard deviation () as a measure of risk in both models. By using two models of this analysis, the investor can estimate the expected return on securities in the JII and LQ45, stock portfolios can be identified by both, has a value of more investment, as a concept could also be a good investment election by the shariah and the investor can eliminate doubts in investing , because when buying and selling activity of these shares misused and become a tool for the pursuit of speculative profits at the expense of others, it is haraam because it turned into a gambling stock (maysir) and contain gharar. This can be used as consideration in the analysis of images of the two models in this research, both in the analytical model Capital Asset Pricing Model (CAPM) and Markowitz Efficient Portfolio (MEP). Keyword: CAPM, MEP, SML, Efficient Frontier, Analisis Gharar, Return, Risk
KESEJAHTERAAN EKONOMI RAKYAT ; DI ANTARA HARAPAN DAN REALITAS Qurratul A’yun Nailufarh
BALANCE: Economic, Business, Management and Accounting Journal Vol 7, No 01 (2010)
Publisher : UMSurabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/blc.v7i01.690

Abstract

Indonesia merupakan Negara dengan keanekaragaman budaya yang unik, namun apa yang terjadi bila keanekaragaman tersebut menjadi keanekaragaman dalam hal ekonomi yang tidak seimbang. Permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini dinilai semakin menjauh dari tingkat kesejahteraan, hal ini bisa dilihat dari faktor pemicu terjadinya kesenjangan dimasyarakat karena krisis ekonomi yang sedang dialami bangsa Indonesia beberapa saat lalu. Sehingga menimbulkan ketimpangan dalam perekonomian, meningkatkan angka kemiskinan dan menambah jumlah pengangguran dimasyarakat. Banyak pihak beranggapan mewujudkan cita-cita kesejahteraan masyarakat sebagai manusia yang saling bersaudara dan sama-sama diciptakan oleh satu Tuhan, saat ini, hanyalah sebuah impian. Hal itu terjadi karena adanya penolakan menggunakan mekanisme filter yang disediakan oleh penilaian berbasis moral, di samping makin melemahnya perasaan sosial yang diserukan agama. Dalam hal ini perlu adanya pemecahan masalah bagi semua pihak dan kerjasama yang baik dari masyarakat agar tidak selalu bergantung pada kemampuan pemerintah dalam membantu masalah kehidupan perekonomian mereka tersebut.
SISTEM PERBANKAN DAN PERSOALAN RIBA DALAM ISLAM ”MENUJU SISTEM PERBANKAN DAN PERBUATAN MASYARAKAT YANG BEBAS DARI UNSUR RIBA” Qurratul A’yun Nailufarh
BALANCE: Economic, Business, Management and Accounting Journal Vol 5, No 02 (2008)
Publisher : UMSurabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/blc.v5i02.696

Abstract

Perbankan adalah suatu lembaga yang melaksanakan tiga fungsi utama yaitu menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan jasa pengiriman uang. Di dalam sejarah perekonomian kaum muslimin. Fungsi-fungsi bank telah dikenal sejak jaman Rasulullah SAW, fungsi-fungsi tersebut adalah menerima titipan harta, meminjamkan uang untuk keperluan konsumsi dan keperluan bisnis, serta melakukan pengiriman uang.Dalam islam, uang dipandang sebagai alat tukar, bukan suatu komoditi. Diterimanya peranan uang bertujuan untuk melenyapkan ketidakadilan, ketidakjujuran, dan sistem tukar menukar dalam kegiatan ekonomi atau yang biasa disebut dengan barter. Barter dalam kegiatan ekonomi islam sudah tergolong sebagai Riba Fadl, yang dilarang dalam agama, sedangkan peranan uang sebagai alat tukar dibenarkan (Mannan, Abdul, 1997; 162). Oleh karena itu, perlu adanya sikap kehati–hatian dalam suatu akad atau transaksi, terutama yang berkaitan dengan jual beli, karena sistem yang berkaitan dengan unsur riba bisa saja terjadi.Ada keyakinan dikalangan umat Islam bahwa bank syariah tidak menjalankan sistem ribawi. Selain karena berpedoman pada tata cara syariah Islam, bank syariah juga dianggap tidak memberikan bunga, tapi bagi hasil. Hal ini berbeda dengan bank konvensional pada umumnya. Apalagi diperkuat oleh fatwa MUI yang mengatakan bahwa bunga bank adalah riba, bank syariah mungkin bebas dari sistem bunga, tapi hampir mustahil terbebas dari sistem ribawi.Untuk  itu kita perlu memahami dengan benar tentang konsep riba dan keberadaannya dalam sistem perbankan, baik dalam sistem perbankan konvensional maupun perbankan syariah, bagaimana dengan keberadaan Perbankan Syariah itu sendiri, untuk itu kita juga perlu mengetahui Prinsip dan Produk perbankan syariah yang bebas dari unsur riba, serta bagaimana tentang konsep bunga dalam perbankan dan lembaga keuangan lain yang telah dikenal dimasyarakat kita selama ini.