Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UPAYA KELUARGA DALAM PENCEGAHAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA Fithria Fithria
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume I No.1 Mei-Agustus
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.608 KB)

Abstract

ABSTRAKAngka kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita di Gampong Sukaramai tahun 2010 sampai 2011 meningkat yaitu dari 111 menjadi 306 jiwa. Untuk mengurangi kejadian ISPA diperlukan upaya pencegahan. Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran upaya pencegahan ISPA pada balita di Gampong Sukaramai Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh Tahun 2012. Desain penelitian bersifat deskriptif dan menggunakan teknik sampel total sampling, dengan jumlah sampel 50 orang. Waktu penelitian 02-11 Juli 2012, alat pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner dengan teknik wawancara terpimpin. Analisa data menggunakan analisis deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian secara umum menunjukkan 58% memiliki upaya yang baik dalam pencegahan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Sedangkan secara khusus upaya pencegahan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) didapatkan bahwa upaya pencegahan tingkat pertama ISPA dengan kategori baik (50%), upaya pencegahan tingkat kedua ISPA dengan kategori baik (58%), dan upaya pencegahan tingkat ketiga ISPA dengan kategori baik (78%). Diharapkan kepada ibu yang memiliki balita untuk lebih dapat meningkatkan pengetahuan mengenai upaya pencegahan ISPA dengan cara lebih banyak mencari informasi mengenai pencegahan ISPA pada balita melalui media cetak, media elektronik dan pendidikan kesehatan.Kata Kunci: balita, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), keluarga, pencegahanABSTRACTThe incidence of acute respiratory infection (ISPA) on children under five at Gampong Sukaramai from 2010 to 2011 increased from 111 to 306 people. The prevention effor is needed to minimize the risk of ISPA. The purpose of this research was to describe the family prevention of acute respiratory infection (ISPA) in family of children under five at Gampong Sukaramai in Baiturrahman Sub district of Banda Aceh in 2012. This research employed descriptive design. Total sampling technique was used to collect samples. The total sample was 50 mothers who had children under five. The research was conducted on July 02-11, 2012. The data questionnaire was collected through guided interview. Data was analized with descriptive method. In general, the results showed that 58% had a good effort in preventing the acute respiratory infections (ISPA). Meanwhile, the result in particular showed that the primary prevention of ISPA with good category is about 50%, the secondary prevention of ISPA with good category is about 58%, tertiary prevention of ISPA with good category is about 78%. Therefore, it is expected that mothers of children under five improve their knowledge about the prevention of ISPA by searching more information through printed media, electronic media and health education.Keywords: acute respiratory infection (ISPA), children under five,family, prevention
PKMI KELOMPOK PEMECAH BATU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KESEHATAN (SANITASI BERBASIS MASYARAKAT) DI WILAYAH PESISIR DESA MEKAR JAYA KECAMATAN MORAMO UTARA Siti Rabbani Karimuna; Fithria Fithria; Irma Yunawati; La Ode Ahmad Saktiansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpmit.v5i1.28713

Abstract

Program Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Mekar Jaya Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan. Permasalahan yang kerap terjadi di Desa Mekar Jaya Kecamatan Moramo Utara yakni terkait kurangnya akses terhadap sanitasi lingkungan seperti sumber air bersih, saluran pembuangan air limbah, tempat pembuangan sampah, jamban keluarga serta rumah sehat. Beberapa  hal yang masih menjadi masalah yaitu masih ada beberapa rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan terkait status jamban keluarga dan sebagian besar penilaian status rumah sehat, saluran pembuangan air kotor, tempat pembuangan sampah, dan status kualitas air masyarakat tidak memenuhi syarat kesehatan. Kegiatan dalam PKMI ini meliputi penyuluhan dan pendampingan masyarakat Desa Mekar Jaya terkait sanitasi lingkungan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan masyarakat untuk menciptakan kondisi lingkungan yang sehat
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 6-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Benu-Benua Kota Kendari Tahun 2024 Sarni S; Wa Ode Salma; Fithria Fithria
Jurnal Medika Nusantara Vol. 2 No. 4 (2024): November : Jurnal Medika Nusantara
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/medika.v2i4.1439

Abstract

Toddler Stunting is included in chronic nutritional problems caused by various factors such as socioeconomic conditions, maternal nutrition during pregnancy, lack of nutritional intake in infants and pain in infants, this study aims to find out the factors related to the incidence of stunting in toddlers aged 6-59 months in the BLUD UPTD Benu-Benua Health Center in Kendari City in 2024, This study uses a case control method with purposive sampling techniques. The results of the study were that family income was a risk factor for stunting with p values (0.015) and OR (2.153), parenting style was a factor for stunting with p values (0.004) and OR (3.125) and infectious diseases were not risk factors for stunting with p values (1,000) and OR (1,071)