Sri Novitayani
Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN KEPADA TUHAN DAN RISIKO BUNUH DIRI PADA MAHASISWA MUSLIM DI ACEH Shinta Sandora; Sri Novitayani
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.1 Januari-Juni 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunuh diri terjadi akibat adanya ide bunuh diri. Seseorang yang memiliki ide bunuh diri, maka dia berisiko melakukan bunuh diri. Prevalensi risiko bunuh diri mengalami peningkatan dikalangan mahasiswa. Risiko bunuh diri sering terjadi pada seseorang mengalami masalah-masalah yang tidak bisa ditangani sehingga membuatnya stres. Namun, cara individu dalam menanggapi masalah dengan meyakini bahwa segala ujian yang Allah SWT berikan akan ada hikmahnya dapat mengurangi stress yang dialami karena masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan kepada Tuhan dan risiko bunuh diri pada mahasiswa muslim di Aceh. Desain penelitian adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode snowball sampling dengan jumlah sampel 326 mahasiswa di Aceh. Pengumpulan data dengan cara survey online menggunakan 3 kuesioner yaitu kuesioner data demografi, Kuesioner Keyakinan Kepada Tuhan (KKT), dan Adult Suicidal Ideation Quesionnaire (ASIQ). Berdasarkan analisa data dengan menggunakan Chi Square Test, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kepecayaan kepada Tuhan dan risiko bunuh diri pada mahasiswa muslim di Aceh (p-value= 0,01). Direkomendasi bagi mahasiswa apabila mengalami stress agar dapat lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Kata Kunci: Keyakinan, Mahasiswa, Risiko Bunuh Diri, Tuhan. Abstract Suicide occurs due to suicidal ideation. A person who has suicidal ideation is at risk of committing suicide. The prevalence of suicide risk has increased among college students. The risk of suicide often occurs in a person experiencing problems that cannot be handled so that it makes him stressed. However, the individual's way of responding to problems by believing that all the tests that Allah SWT gives will have wisdom can reduce the stress experienced because of the problem. This study aims to determine the relationship between belief in God and the risk of suicide in Muslim college students in Aceh. The research design is descriptive correlative with a cross sectional study approach. The sampling technique used the snowball sampling method with a sample of 326 students in Aceh. Collecting data by means of an online survey using 3 questionnaires, namely the demographic data questionnaire, the Belief in God Questionnaire (KKT), and the Adult Suicidal Ideation Questionnaire (ASIQ). Based on data analysis using the Chi Square Test, the results showed that there was a relationship between belief in God and the risk of suicide in Muslim students in Aceh (p-value = 0.01). It is recommended for college student while they are experiencing stress, so they should get closer to God.
Stres Kerja Perawat Psikiatri di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Sri Novitayani; Mirna Deviana; Irfanita Nurhidayah
Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal) Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal) November 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkt.v12i2.166

Abstract

Psychiatric nursing is considered one of the most stressful jobs in the world. 1 to 3 medical workers in the department of psychiatry have been reported to have higher fatigue levels than medical workers in other departments. This study aimed to determine the level of work stress of psychiatric nurses in the Mental Hospital. This type of research is descriptive. The sampling technique used purposive sampling of as many as 83 nurses from 12 inpatient rooms at the Aceh Mental Hospital with the criteria of implementing nurses, marital status, D3, and S1 education, nurses on duty, and willing to be respondents in this study. The instrument used to measure work stress is The Workplace Stress Scale which contains 8 statement items with 5 Likert scales. The results showed that the majority of respondents were in the category of severe stress (32.5%) followed by moderate stress (28.9%), potentially dangerous (24.1%), and mild stress (14.5%). Work stress on psychiatric nurses in the Aceh Mental Hospital inpatient room is in the category of severe stress. It is recommended that the hospital increase cooperation between nurses and other health workers and clarify the duties of nurses to reduce work stress on psychiatric nurses.
HUBUNGAN BULLYING DENGAN HARGA DIRI PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH ATAS Fatta Maulida Rasul; Sri Novitayani; Farah Dineva R
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) XII No.1 Januari-Juni 2023
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan tindakan penggunaan kekerasan untuk menyakiti secara verbal, fisik, atau psikologis seseorang atau sekelompok orang sedemikian rupa sehingga korban merasa tertindas, trauma, dan tidak berdaya. Salah satu dampak bullying yaitu dapat mengakibatkan harga diri rendah dan anti sosial pada korban. Seseorang dengan harga diri yang rendah akan mengalami kesulitan dalam membangun hubungan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bullying dengan harga diri remaja sekolah menengah atas di Kota Banda Aceh. Desain penelitian ini adalah cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling dengan jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 266 responden. Hasil uji statistik spearman rank menunjukkan adanya hubungan antara bullying dengan harga diri pada remaja sekolah menengah atas (p=0,000) dan nilai korelasi (r) =  - 0,434. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi tidak searah (negatif) yang berarti semakin rendah bullying maka semakin tinggi harga diri yang dialami oleh remaja dan begitu pula sebaliknya. Bullying dapat dicegah dengan meningkatkan pengetahuan remaja tentang bullying dan peran orang tua serta dukungan sekolah dalam pencegahan bullying