Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pendampingan Terapi Kelompok Untuk Menurunkan Kecenderungan Perilaku Bullying Pada Siswa SDN 1 Ketindan Kec. Lawang chantika mahadini; Mayang Wulandari
Jurnal Pengabdian Soepraoen Vol 1 No 1 (2023): JPSOE Vol 1 No 1
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku bullying adalah segala bentuk penindasan atau kekerasan, yang dilakukan secara sengaja oleh satu orang atau kelompok yang lebih kuat, yang bertujuan untuk menyakiti orang lain dan dilakukan secara terus menerus. Perilaku bullying kerap kali dilakukan oleh anak usia sekolah dasar, perilaku yang dilakukan secara terus menerus akan berdampak negatif kepada korban dan pelaku. Mitra pada pengabdian masyarakat ini adalah siswa SDN 1 Ketindan Lawang. Menurut studi pendahuluan yang dilaksanakan, siswa-siswi SDN 1 Ketindan Lawang sebagian besar melakukan perilaku bullying seperti mengucilkan, memerintah, mengejek, menyuruh dan lalin sebagainaya. Kegiatan pengabdian masyarakat yang berupa pendampingan kelompok yang bertujuan untuk menurunkan perilaku bullying pada siswa SDN 1 Ketindan Lawang. Solusi yang ditawarkan untuk permasalahan mitra yaitu kegiatan berupa penyuluhan tentang bullying dan pendampingan kelompok kepada siswa yang memiliki kecenderungan perilaku bullying. Metode pelaksanaan pengabdian adalah berupa metode penyuluhan dan pendampingan kelompok yang terdiri dari 4 sesi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah kelompok mitra bisa memahami dan mengidentifikasi bullying serta kelompok mitra bisa menurunkan perilaku kecenderungan bullying.
CHENGQI, TONGZILIAO AND YINTANG POINT ACUPUNCTURE IN IMPROVING THE CASE OF MYOPIA VISUS Wulandari, Mayang; Mahadini, Chantika
Journal of Vocational Health Studies Vol. 2 No. 2 (2018): November 2018 | JOURNAL OF VOCATIONAL HEALTH STUDIES
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.867 KB) | DOI: 10.20473/jvhs.V2.I2.2018.56-59

Abstract

Background: Myopia, commonly referred to as shortsightedness, is one of the top five causes of blindness worldwide. It is said that in patients with myopia, intraocular pressure has a relationship that tends to increase at the severity of myopia. Purpose: To analyze the effect of acupuncture in improving myopia visus. Method: The method used in this research was pre-experimental design with the pretest-posttest design. Experimental research is an experimental activity, which aims to find out a symptom or influence that arises, as a result of certain treatments. Result: Acupuncture could improve myopia vision. Conclusion: Acupuncture could repair myopia vision and provided some opportunities for sustainable scientific development through subsequent research on myopia.
Pendampingan Pemberdayaan UKS dan Kebersihan Kamar Mandi SDN 01 Ketindan Lawang Jawa Timur Wulandari, Mayang; Khiong, Tjhia Khie; Ristanto, Riki; Mahadini, Chantika
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Health Innovation and Community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jhics.v2i1.106

Abstract

SDN 01 Ketindan already has a UKS but it has been abandoned due to the pandemic. The UKS temporarily functions as a storage area only. In addition, SDN 01 Ketindan has several dirty smelling bathrooms with several broken doors so students cannot use them. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge and skills of partners (SDN 01 Ketindan students) regarding the function of the UKS for health services and overcoming minor injuries experienced by students or teachers. take a clean bath and cultivate the habit of keeping the bathroom clean to stay healthy. This community service was carried out through counseling methods about bathroom cleanliness and the importance of UKS. Apart from that, infrastructure repairs were carried out in this case the bathrooms by replacing all the doors, cleaning the floors, repairing leaking bathtubs, and repainting the walls. This community service has been carried out by educating school residents about UKS knowledge and bathroom cleanliness as well as products in the form of repairs to all bathrooms as a means of supporting teaching and learning activities. This activity is still ongoing because UKS infrastructure and training for UKS officers have not been carried out due to funds still being allocated for bathroom repairs.
INTERVENSI AKUPUNKTUR TERHADAP INSOMNIA PADA PENDERITA PENYAKIT KRONIS DI PRAKTIK AKUPUNKTUR CM PASURUAN Mahadini, Chantika; Leny Candra
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 3 No. 2 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/pgb8mv52

Abstract

Insomnia merupakan kondisi di mana seseorang mengalami perubahan kuantitas dan kualitas pola tidur sehingga mengakibatkan ketidaknyamanan dan penurunan produktivitas. Efek jangka panjang dari insomnia dapat mengganggu kesehatan fisik maupun mental. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengurangi insomnia pada penderita penyakit kronis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan one-group pre-test and post-test design. Populasi penelitian adalah seluruh penderita insomnia dengan penyakit kronis yang berkunjung ke Praktik Akupunktur “CM” di Pasuruan pada bulan April-Mei 2025. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Variabel independen berupa intervensi akupunktur, yaitu tindakan terapi dengan penusukan jarum pada titik akupunktur. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah tingkat insomnia pada penderita penyakit kronis yang diamati melalui perubahan kualitas tidur sebelum dan sesudah intervensi. Instrumen pengukuran menggunakan Insomnia Severity Indeks. Metode analisis data menggunakan Uji paired T-Test untuk membandingkan data sebelum dan sesudah intervensi akupunktur. Hasil analisis statistik menggunakan Uji paired T-Test diperoleh nilai signifikansi Sig. (2-Tailed) = 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Oleh karena itu, hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima, yang menunjukkan bahwa terapi akupunktur mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penurunan insomnia pada pasien penyakit kronis di Praktik Akupunktur “CM” Pasuruan. Hasil penelitian menjukkan bahwa intervensi akupunktur efektif dalam menurunkan Tingkat insomnia pada penderita penyakit kronis. Dengen demikian, akupunktur dapat menjadi salah satu alternatif terapi nonfarmakologis yang bermanfaat dalam menangani insomnia pada penderita penyakit kronis.
Asuhan Akupunktur pada Penderita Nyeri Bahu di Klinik Sinshe Aisin Palembang Erawati, Rina; Mahadini, Chantika; Prihatono, Amal
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i1.32674

Abstract

Nyeri bahu merupakan keluhan muskuloskeletal yang umum dijumpai dengan prevalensi tinggi. Secara global, 1,71 miliar orang mengalami gangguan muskuloskeletal dengan 149 juta orang mengalami keterbatasan aktivitas. Di Indonesia, prevalensinya mencapai 9,86% pada petani dan 7,46% pada PNS. Nyeri bahu disebabkan oleh cedera olahraga, penggunaan otot berlebihan, dan kondisi degeneratif. Jika tidak ditangani dapat menyebabkan keterbatasan gerak dan menurunkan kualitas hidup. Penggunaan OAINS dapat menimbulkan efek samping seperti gangguan pencernaan dan kerusakan ginjal. Asuhan akupunktur menawarkan pendekatan holistik dengan efek samping minimal. Tujuan penelitian mendapatkan gambaran menyeluruh asuhan akupunktur pada penderita nyeri bahu di Klinik Sinshe Aisin Palembang. Metode Penelitian ini dengan kualitatif studi kasus dengan satu partisipan penderita nyeri bahu dilaksanakan selama 3 minggu pada April-Mei 2025. Terapi akupunktur dilakukan 6 kali dengan jadwal 2 kali per minggu. Pengumpulan data menggunakan Lembar Data Klien mencakup Empat Cara Pemeriksaan: Wang (pengamatan), Wen (pendengaran, penciuman, dan wawancara), dan Qie (perabaan). Data direduksi untuk menegakkan diagnosis akupunktur berdasarkan penyakit dan sindrom sebagai dasar rencana terapi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Asuhan akupunktur dilakukan melalui tahapan sistematis meliputi pemeriksaan komprehensif, penegakan diagnosis berdasarkan prinsip Kedokteran Timur (Stagnasi Qi dan Stasis Darah di meridian sekitar sendi bahu), penyusunan rencana terapi dengan pemilihan titik akupunktur, implementasi terapi, evaluasi proses dan hasil setiap sesi, serta pernyataan prognosis. Kesimpulan dari penelitian ini asuhan akupunktur memberikan pendekatan holistik dalam penanganan nyeri bahu dengan memperhatikan diagnosis sindrom dan penyakit berdasarkan prinsip Kedokteran Timur dengan efek samping minimal.
Asuhan Akupunktur pada Pasien Pasca-Stroke dengan Kesulitan Bicara: Studi Kasus Indah Indrianingtyas; Ikhwan Abdullah; Chantika Mahadini
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2512

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kecacatan yang sering mengakibatkan gangguan fungsi berbicara atau afasia, sehingga berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien. Di Rumah Sehat Indah Pandaan, ditemukan banyak kasus pasca-stroke dengan kesulitan berbicara yang memerlukan intervensi efektif dan holistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat asuhan akupunktur pada penderita pasca-stroke yang mengalami kesulitan berbicara di Rumah Sehat Indah Pandaan Kabupaten Pasuruan. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada satu partisipan (Ny. W, 42 tahun) yang mengalami afasia. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi selama enam sesi terapi dengan frekuensi dua kali seminggu menggunakan titik utama Ren-23 (Lianquan), LI-4 (Hegu), GB-20 (Fengchi), ST-40 (Fenglong), DU-15 (Yamen), HT-5 (Tongli), SP-6 (Sanyinjiao), dan KI-3 (Taixi). Hasil penelitian menunjukkan perbaikan signifikan pada kemampuan bicara partisipan yang ditandai dengan artikulasi suara lebih jelas, volume suara meningkat, serta keluhan wajah kebas yang teratasi sepenuhnya. Kemiringan pada bibir dan lidah juga berkurang hingga tampak hampir simetris, serta keluhan penyerta seperti pusing dan pandangan mata berkabut berhasil diatasi. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan studi ini dengan populasi partisipan yang lebih luas dan durasi penelitian yang lebih panjang untuk melihat efektivitas jangka panjang akupunktur pada kasus afasia kronis
Asuhan Akupunktur dalam Menangani Nyeri Leher: Studi Kasus Erlinawati; Chantika Mahadini; Ikhwan Abdullah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2513

Abstract

ABSTRAK Nyeri leher merupakan keluhan muskuloskeletal yang sering dijumpai dan dapat memengaruhi aktivitas serta kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan akupunktur pada pasien dengan nyeri leher. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus terhadap satu partisipan laki-laki berusia 52 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui empat metode pemeriksaan, yaitu pengamatan, pendengaran dan penciuman, wawancara, serta perabaan, dengan validitas data diuji menggunakan triangulasi. Intervensi akupunktur diberikan sebanyak enam sesi terapi selama tiga minggu sesuai prinsip penatalaksanaan nyeri leher. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan keluhan nyeri leher yang dirasakan partisipan. Rentang gerak leher membaik, kekakuan berkurang, dan kualitas tidur meningkat. Perbaikan kondisi umum juga terlihat pada ekspresi wajah, serta temuan lidah dan nadi yang lebih seimbang. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan jumlah partisipan yang lebih besar guna memperkuat temuan terkait asuhan akupunktur pada nyeri leher.
Penatalaksanaan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Melalui Asuhan Akupunktur: Studi Kasus Munischa; Chantika Mahadini; Leny Candra Kurniawan
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2534

Abstract

Refluks gastroesofagus merupakan gangguan saluran cerna atas yang prevalensinya terus meningkat dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup, sementara penggunaan terapi farmakologis jangka panjang memiliki potensi efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat asuhan akupunktur pada penderita refluks gastroesofagus di Rumah Sehat Al-Izzah Lamongan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada satu partisipan perempuan berusia 26 tahun yang menjalani enam sesi terapi akupunktur selama periode Mei 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi berdasarkan empat metode pemeriksaan akupunktur, yaitu Wang, Wen, Wun, dan Qie, kemudian dianalisis secara kualitatif deskriptif. Diagnosis akupunktur yang ditegakkan adalah refluks gastroesofagus dengan sindrom ketidakharmonisan Hati–Limpa disertai defisiensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan kondisi klinis setelah enam sesi terapi, yang ditandai dengan hilangnya keluhan perut kembung dan nyeri ulu hati, membaiknya nafsu makan, serta teratasinya gejala penyerta berupa mual, sendawa, rasa dingin, gangguan tidur, dan pandangan kabur, disertai perubahan tanda objektif pada lidah dan nadi. Berdasarkan temuan tersebut, asuhan akupunktur disarankan sebagai terapi komplementer yang dapat dipertimbangkan dalam penatalaksanaan refluks gastroesofagus secara holistik.
Terapi Akupunktur sebagai Asuhan Holistik pada Kasus Menoragia Sri Wahyuni; Chantika Mahadini; Amal Prihatono
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2539

Abstract

Menoragia merupakan gangguan menstruasi yang dapat menurunkan kualitas hidup akibat perdarahan berlebih dan keluhan sistemik yang menyertainya, sehingga memerlukan penatalaksanaan yang efektif dan holistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons terapeutik asuhan akupunktur pada kasus menoragia dengan latar belakang sindrom Defisiensi Qi Limpa. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan satu partisipan yang menjalani enam sesi terapi akupunktur. Pengumpulan data dilakukan melalui pemeriksaan four diagnostic methods Chinese Medicine (Wang, Wen, Wen, Qie) pada sesi awal dan akhir terapi, meliputi keluhan utama, kondisi umum, pemeriksaan lidah dan nadi, serta wawancara klinis. Analisis data dilakukan secara deskriptif-komparatif antara kondisi sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan durasi perdarahan haid dari sekitar 15 hari menjadi 8–9 hari dengan volume yang lebih terkontrol, peningkatan energi tubuh, berkurangnya rasa lelah dan dingin pada ekstremitas, perbaikan fungsi pencernaan, serta penurunan keluhan kecemasan dan overthinking. Perubahan positif juga tampak pada pemeriksaan lidah, nadi, suara, dan kualitas napas. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar terapi akupunktur dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pendekatan komplementer dalam penanganan kasus menoragia serta menjadi dasar bagi penelitian lanjutan dengan desain yang lebih luas.
Asuhan Akupunktur Pada Klien Skiatika di Klinik Akupunktur Gejayan Yogyakarta Kurniawan, Leny Candra; Wardoyo, Puspo; Mahadini, Chantika; Wibisono, Elok
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i12.3196

Abstract

Latar Belakang: Skiatika merupakan diagnosis klinis dengan gambaran nyeri yang dimulai dari bagian pinggang bawah menjalar sampai ke kaki. Hal tersebut bisa disebabkan karena penekanan akar saraf lumbosacral (L4 - S1). Skiatika bisa menyebabkan kerusakan saraf secara menetap, bila saraf skiatik rusak dan tidak segera ditangani dengan tepat akan dapat berakibat kesemutan, mati rasa pada area yang terkena hingga terjadi kelemahan pada alat gerak bagian bawah. Terapi Akupunktur diharapkan dapat membantu untuk mempercepat penyembuhan pada klien dengan kasus skiatika. Metode: Pada penelitian ini digunakan metode pendekatan secara kualitatif dengan bentuk studi kasus tunggal, dengan jumlah partisipan 1 orang. Metode pengumpulan data ini dengan cara menggunakan empat cara pemeriksaan yaitu dengan cara pengamatan (Wang), dengan cara pendengaran serta penciuman (Wen), dengan cara wawancara (Wen), dan dengan cara perabaan (Qie). Pengambilan data ini dilakukan secara mendalam dengan cara menggunakan alat dengan bentuk lembar data klien. Dari data tersebut akan dijadikan dasar dalam menegakkan suatu Diagnosis Penyakit dan Sindrom. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan Asuhan Akupunktur sebanyak 6 kali terapi dapat meredakan rasa nyeri pinggang bawah yang menjalar ke kaki kanan bagian belakang pada kasus skiatika. Kesimpulan: Dari hasil penelitian tersebut akan dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dan acuan untuk menentukan formulasi penggunaan titik akupunktur pada klien dengan kasus skiatika.