Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA TENAGA KERJA PEMANEN DIVISI I DI PT. BAKRIE SUMATERA PLANTATIONS GURACH BATU KABUPATEN ASAHAN TAHUN 2025 Hutajulu, Johansen; Mindo Tua Siagian; Evawani Martalena Silitonga; Mido Ester J. Sitorus; Sarah Angelina Claudia Damanik
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v7i2.6894

Abstract

Latar belakang: Kecelakaan kerja masih menjadi masalah utama di sektor perkebunan, khususnya pada pekerja pemanen kelapa sawit. Penggunaan alat pelindung diri (APD) merupakan salah satu upaya pencegahan kecelakaan saat bekerja namun tingkat kepatuhan pekerja yang masih dikatakan tergolong rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pemakaian alat pelindung diri (APD) pada tenaga kerja pemanen Divisi I di PT. Bakrie Sumatera Plantations Gurach Batu tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh tenaga kerja pemanen divisi I sebanyak 30 orang, dan seluruh populasi dijadikan sampel (total populasi). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi langsung, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Mayoritas pekerja berusia 33-40 tahun sebanyak 46,7% dan pekerja berpendidikan SMA 70,0%. Sebanyak 56,7% pekerja memiliki pengetahuan kurang baik, dan 60% pekerja merasa nyaman menggunakan APD, namun 70% pekerja menyatakan pengawasan masih kurang baik. Tingkat kepatuhan penggunaan APD masih tergolong rendah, yaitu 56,7% pekerja tidak patuh menggunakan alat pelindung diri. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,000) dan kenyamanan APD (p=0,000) dengan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengawasan dengan kepatuhan penggunaan APD (p=0,127). Kesimpulannya, pengetahuan dan kenyamanan menjadi faktor utama yang berhubungan signifikan dengan kepatuhan pekerja, sedangkan pengawasan K3 tidak berhubungan. Untuk itu diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan kenyamanan Alat Pelindung Diri (APD) melalui edukasi tentang pentingnya penggunaan APD, pelatihan, dan penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) yang nyaman dan sesuai untuk meningkatkan keselamatan kerja di lingkungan perkebunan.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN PIRDOT (Saurauia vulcani korth) TERHADAP KADAR ERITROSIT TIKUS JANTAN (Rattus novergicus) YANG DI PAPARI TUAK NIAS Manurung, Kesaktian; Janno Sinaga; Ivan Elisabeth Purba; Mido Ester J. Sitorus; Farah Lutfia
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v7i2.6922

Abstract

Latar belakang: Eritrosit merupakan sel darah merah yang berperan penting dalam transportasi oksigen, pengangkutan karbon dioksida, serta menjaga keseimbangan asam-basa tubuh. Daun pirdot (Saurauia vulcani Korth.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Tujuan: Senyawa ini berpotensi mendukung proses eritropoiesis melalui stimulasi sumsum tulang dan aktivitas antioksidan yang melindungi sel darah merah dari kerusakan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan tahap penyiapan sampel, pembuatan ekstrak etanol daun pirdot melalui maserasi, karakterisasi simplisia, skrining fitokimia, serta uji efektivitas terhadap eritrosit tikus jantan (Rattus norvegicus) yang dipapari tuak Nias 29% alkohol. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa simplisia daun pirdot memenuhi standar FHI edisi II 2022 dan ekstrak etanol positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Uji efektivitas menunjukkan rata-rata kadar eritrosit: K0 = 5,00×10¹²/L, P1 = 1,65×10¹²/L, P2 = 4,82×10¹²/L, P3 = 4,17×10¹²/L, P4 = 4,19×10¹²/L, dan P5 = 5,45×10¹²/L. Kelompok P1 mengalami penurunan eritrosit paling signifikan, sedangkan P5 menunjukkan peningkatan tertinggi. Analisis ANOVA (p<0,05) dan uji Tukey HSD membuktikan bahwa ekstrak daun pirdot secara signifikan meningkatkan kadar eritrosit dibanding kelompok yang hanya menerima paparan alkohol. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun pirdot memiliki potensi sebagai agen protektif terhadap penurunan eritrosit akibat paparan alkohol, sekaligus mendukung pemulihan fungsi hematopoietik.
PENYULUHAN GIZI TENTANG MENU BERBAHAN LOKAL UNTUK MENCEGAH STUNTING DI WILAYAH PUSKESMAS SIMPANG LIMUN KECAMATAN MEDAN KOTA TAHUN 2025 Hutajulu, Johansen; Mindo Tua Siagian; Evawani Martalena Silitonga; Mido Ester J. Sitorus; Febri Putra Sukurman Zalukhu; Kristian Adesaputra Zendrato
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6912

Abstract

Latar belakang: Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badannya berada di bawah minus dua standar deviasi panjang atau tinggi anak seumurnya. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa Penyuluhan Gizi Tentang Menu Berbahan Lokal Untuk Mencegah Stunting Di Wilayah Puskesmas Simpang Limun Kecamatan Medan Kota Tahun 2025, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi peserta. Tujuan: Penyuluhan yang dilakukan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai pengertian stunting, faktor penyebab, serta dampaknya terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Metode: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait gizi seimbang dan pemanfaatan bahan pangan local padat gizi, yang ditunjukkan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran dan sikap positif dalam menerapkan praktik pemberian makan yang sesuai usia anak serta memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, dan stimulasi tumbuh kembang. Hasil: Antusiasme dan partisipasi aktif peserta selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa edukasi gizi dan pola asuh merupakan kebutuhan nyata bagi masyarakat. Dengan pendekatan yang komunikatif dan berbasis kondisi lokal, kegiatan ini berpotensi berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan di tingkat keluarga dan masyarakat. Disarankan kepada Ibu balita diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh mengenai gizi seimbang dan pemanfaatan bahan pangan lokal padat gizi dalam kehidupan sehari-hari, serta aktif memantau pertumbuhan anak melalui kegiatan posyandu secara rutin. Kesimpulan: Pada kader Perlu dilakukan pendampingan dan edukasi lanjutan secara berkala kepada ibu balita guna memperkuat perubahan perilaku dan memastikan keberlanjutan upaya pencegahan stunting di masyarakat. Kepada Pemerintah Diharapkan dapat mendukung kegiatan serupa melalui integrasi program edukasi gizi berbahan pangan lokal dengan program kesehatan ibu dan anak, serta menyediakan sarana dan prasarana pendukung yang memadai.
PENYULUHAN STUNTING DAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BAGI BALITA DI DESA GUNUNG JUHAR KECAMATAN JUHAR KABUPATEN KARO Alyakin Dachi, Rahmat; Donal Nababan; Kesaktian Manurung; Mido Ester J. Sitorus; Apriana Toding; Feronika Christin
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6921

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Rendahnya pengetahuan ibu mengenai stunting, keterbatasan variasi makanan bergizi, serta belum optimalnya peran kader posyandu menjadi faktor yang berkontribusi terhadap risiko stunting di Desa Gunung Juhar. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pencegahan stunting, meningkatkan keterampilan dalam penyusunan dan pembuatan makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal, serta memperkuat kapasitas kader dalam pemantauan pertumbuhan balita. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, demonstrasi pembuatan PMT, serta pengukuran berat dan tinggi badan balita sebagai bentuk skrining dini. Sasaran kegiatan adalah ibu balita dan kader posyandu di Desa Gunung Juhar. Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya pengetahuan ibu minimal 30% berdasarkan hasil evaluasi, meningkatnya keterampilan dalam penyediaan makanan bergizi seimbang, serta tersedianya sistem pemantauan pertumbuhan balita yang lebih optimal melalui kader. Kesimpulan: Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan berbasis pemberdayaan masyarakat.