Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pelaksanaan Penyuluhan Pemberdayaan Keluarga Dalam Upaya Peningkatan Gizi Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Hamparan Perak Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang Siagian, Mindo Tua; Manurung, Kesaktian; Evawani Martalena Silitonga
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil Riskesdas (2013) menunjukkan besaran masalah gizi di Indonesia seperti masalah KEP yaitu gizi kurang, pendek dan kurus dimana prevalensi gizi kurang terjadi peningkatan sebesar 18,4% pada tahun 2007 menjadi 19,6% pada tahun 2013, begitu juga halnya dengan prevalensi pendek pada anak balita sebesar 36,8% pada tahun 2007 meningkat menjadi 37,3% pada tahun 2013 tetapi untuk prevalensi kurus terjadi penurunan dimana pada tahun 2007 sebesar 13,6% menjadi 12,1% pada tahun 2013. Selain status gizi sebagai salah satu faktor besaran masalah gizi di Indonesia, faktor kunjungan anak balita untuk menimbang secara rutin ke posyandu juga akan berpengaruh terhadap besaran masalah gizi di Indonesia. Pengetahuan ibu hamil tentang gizi adalah yang diketahui ibu hamil tentang pangan sehat, pangan sehat untuk golongan usia tertentu dan cara ibu memilih, mengolah dan menyiapkan pangan dengan benar. Metode pelaksanaan pengabdian ini dilaksanakan di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang pada bulan November-Desember 2022. Pengetahuan ibu rumah tangga tentang bahan pangan akan mempengaruhi perilaku pemilihan pangan dan ketidaktahuan dapat menyebabkan kesalahan dalam pemilihan dan pengolahan pangan. Pengetahuan tentang gizi dan pangan yang harus dikonsumsi agar tetap sehat, merupakan faktor penentu kesehatan seseorang, tingkat pengetahuan ibu tentang gizi juga berperan dalam besaran masalah gizi di Indonesia. Berdasarkan hal-hal tersebut maka perlu dilakuakan pemberdayaan penyuluhan peningkatan gizi bayi dalam keluarga, agar masyarakat lebih memiliki pemahaman dan perubahan perilaku yang baik untuk penganggulangan gizi buruk pada bayi
Peningkatan Pengetahuan Siswa/i SMP Negeri 1 Kecamatan Siatas Barita Kabupaten Dengan Penyuluhan Kesehatan Mengenai Manajemen Pembuangan Sampah Yang Baik Mindo Tua Siagian; Manurung, Kesaktian; Evawani Martalena Silitonga
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat pendidikan mayoritas penduduk Siatas Barita hanya mampu menyelesaikan sekolah di jenjang pendidikan wajib belajar sembilan tahun (SD dan SMP). Rendahnya kualitas pendidikan di Siatas Barita tidak terlepas dari terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan yang ada, di samping tentu masalah ekonomi dan pandangan hidup masyarakat. Sarana pendidikan di Siatas Barita baru tersedia di level pendidikan dasar 9 tahun (SD dan SMP), sementara akses ke pendidikan menengah ke atas berada di tempat lain yang relatif jauh. Salah satu sarana pendidikan yang terdapat di Siatas Barita. SOLUSI PERMASALAHAN MITRA Persiapan kegiatan meliputi kegiatan survei tempat pengabdian masyarakat yaitu di SMPN 1 Siatas Barita, Permohonan ijin kegiatan pengabdian masyarakat kepada pengurus dan Kepala Sekolah SMPN 1 Siatas Barita. Pengurusan administrasi (surat-menyurat). Persiapan alat dan bahan serta akomodasi Persiapan tempat untuk pendidikan kesehatan (penyuluhan) yaitu menggunakan salah satu ruangan kelas di sekolah tersebut. Kegiatan pendidikan kesehatan (penyuluhan) meliputi Pembukaan dan perkenalan dengan siswa/siswi SMPN 1 Siatas Barita yang menjadi sasaran kegiatan. Penyuluhan mengenai pengertian sampah, karakteristik sampah di sekolah, pengelolaan sampah, perencanaan pengelolaan sampah yang baik dan benar di sekolah. Pengmas ini dilaksanakan pada bulan maret-mei tahun 2023. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Kecamatan Siatas Barita Kabupaten Samosir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pendidikan kesehatan (penyuluhan) tentang manajemen pembuangan sampah yang baik di SMPN 1 Siatas Barita terlaksana dengan baik. Kesimpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pendidikan kesehatan (penyuluhan) tentang manajemen pembuangan sampah yang baik di SMPN 1 Siatas Barita mendapatkan respon yang antusias dari para siswa/siswi SMPN 1. Didapatkan 3 pertanyaan dari peserta penyuluhan (siswa/siswi) terkait materi penyuluhan dan siswa/siswi di sekolah tersebut mengharapkan ada kegiatan penyuluhan kembali terkait pengelolaan dan daur ulang sampah. Saran Kegiatan pengabdian seperti ini dapat dilakukan secara rutin baik di lokasi yang sama maupun di lokasi yang berbeda dengan sasaran masyarakat yang benar-benar membutuhkan pelayanan kesehatan terutama mengenai kesehatan pada remaja.
Program Penanggulangan Bencana Serta Peningkatan Kapasitas Dan Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Asahan Melalui Pelatihan Keluarga Tangguh Bencana (Katana) Di Kabupaten Asahan Siagian, Mindo Tua; Evawani Martalena Silitonga; Nettietalia Brahmana; Ali Khomeni; Dwi Oktavinda Bangun
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Penanggulangan Bencana Serta Peningkatan Kapasitas Dan Pengurangan Risiko Bencana di Kabupaten Asahan bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana melalui pelatihan Keluarga Tangguh Bencana (Katana). Mengingat Kabupaten Asahan merupakan daerah yang rawan bencana alam, program ini difokuskan pada pembentukan dan pemberdayaan kelompok keluarga yang dapat mengelola risiko bencana dengan lebih efektif. Pelatihan ini mencakup aspek pemahaman tentang jenis-jenis bencana, pengenalan alat-alat evakuasi, pembuatan rencana evakuasi keluarga, serta keterampilan mitigasi bencana di tingkat rumah tangga. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta masyarakat lokal yang menjadi peserta. PkM ini dilaksanakan pada bulan September-November tahun 2024, lokasi PkM di 7 Desa di Kabupaten Asahan. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Selain itu, terbentuknya kelompok Keluarga Tangguh Bencana (Katana) di setiap desa memberikan dampak positif dalam meningkatkan ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat terhadap potensi bencana. Namun, program ini juga menghadapi tantangan, seperti terbatasnya infrastruktur tanggap darurat di beberapa daerah dan kurangnya sumber daya manusia yang terlatih untuk mendampingi kelompok Katana secara berkelanjutan. Untuk itu, disarankan adanya peningkatan kapasitas infrastruktur, pelatihan berkelanjutan, dan penguatan pendanaan agar program ini dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, program ini memberikan kontribusi besar dalam upaya pengurangan risiko bencana dan penguatan kapasitas masyarakat di Kabupaten Asahan.
EDUKASI DAN IMPLEMENTASI SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH BERKELANJUTAN DI PASAR RAKYAT TANJUNG MORAWA Mido Ester J. Sitorus; Siagian, Mindo Tua; Johansen Hutajulu; Evawani Martalena Silitonga; Zubaidah Mastura Daulay; Ignasius Simamora
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6236

Abstract

Pasar tradisional merupakan salah satu penghasil sampah terbesar di kawasan perkotaan, khususnya sampah organik dan anorganik campuran. Kurangnya kesadaran pedagang dan pengunjung pasar terhadap pentingnya pengelolaan sampah menyebabkan masalah lingkungan seperti bau tak sedap, pencemaran air, dan gangguan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus mengimplementasikan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan di Pasar Rakyat Tanjung Morawa. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan praktik pengelolaan sampah, serta pendampingan pembuatan kompos dan sistem pemilahan. Pelaksanaan PkM ini pada bulan Maret-Juni 2025 berlokasi di Pasar Rakyat Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman warga pasar mengenai klasifikasi sampah dan metode pengelolaannya. Implementasi sistem pemilahan dan pembuatan kompos juga mulai berjalan, meski masih memerlukan pengawasan lanjutan. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi model edukatif dan aplikatif dalam pengelolaan sampah berkelanjutan di pasar tradisional lainnya.
MENGHITUNG KOLONI EKSTRAK ETANOL TEH CELUP DAUN GAMBIR (Uncaria gambir ROXB) PADA AIR HANGAT DAN AIR MENDIDIH TERHADAP MEDIA PDA DAN PCA Harefa, Karnirius; Evawani Martalena Silitonga; Kesaktian Manurung
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 1 No. 1 (2019): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teh celup merupakan teh yang dikemas didalam kantong (kertas saring) untuk sekali hidangan dengan mencelupkannya kedalam air panas, dimana penggunaan teh celup sangat mudah dan praktis sehingga digemari oleh masyarakat. Salah satu tanaman herbal yang dapat dijadikan teh yaitu daun gambir. Teh gambir mampu menurunkan resiko penyakit jantung koroner, mencegah dan mengontrol pertumbuhan kanker, mencegah sakit gigi, peningkat masa tulang, serta efek antidiabetes peneliti tertarik untuk menghitung jumlah koloni ekstrak etanol dari bagian tanaman gambir ( uncaria Gambir Roxb) dengan menggunakan media PCA dan PDA yang diharapkan dapat menjadi sumber informasi pengembangan the herbal celup yang efektif dapat digunakan ekstrak tersebut. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan jumlah koloni pada air mendidih dan air panas teh celup daun gambir dengan metode maserasi,skrining fitokimia terhadap simplisia, penghiungan jumlah koloni pada media PCA dan PDA.Hasil Perhitungan koloni pada ekstrak teh celup air mendidih dan air hangat daun gambir dapat mengalami pertumbuhan koloni dengan Media PDA dan PCA. Yang merupakan hasil uji koloni pada Air Hangat terhadap media PCA dan PDA dapat terbentuk jumlah koloni yang baik yaitu pada Air Hangat yang Menggunakan Media PCA memiliki jumlah koloni 71 dan Air Hangat Yang menggunakan media PDA memiliki jumlah koloni 69,6.
FORMULASI SEDIAAN SHAMPO ANTIKETOMBE EKSTRAK ETANOL DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata L.) DAN UJI AKTIVITASNYA TERHADAP JAMUR (Pityrosporum ovale) Taruli Rohana Sinaga*; Evawani Martalena Silitonga; Darwita Juniwati Barus
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shampo merupakan bahan pembersih yang sesuai untuk mencuci rambut, menghilangkan kotoran dari rambut dan kulit kepala, membuat rambut mudah ditata dan tampak sehat, dikemas dalam bentuk sediaan yan nyaman untuk digunakan. Daun ketepeng cina (Cassia alata L.) adalah satu tanaman yang dapat digunakan untuk menghilangkan ketombe. Ekstrak etanol ketepeng cina diformulasikan dengan konsentrasi 5%, 7% dan 9%. Tujuan Untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun ketepeng cina (Cassia alata L.) terhadap jamur Pityrosporum ovale , untuk mengetahui apakah daun ketepeng cina (Cassia alata L.) dapat diformulasikan menjadi shampo dan memiliki aktivitas terhadap jamur Pityrosporum ovale. Jenis penelitian eksperimental. prosedur kerja terdiri dari persiapan bahan dan cara pembuatan shampo; evaluasi sediaan shampo berupa homogenitas, pH, organoleptik, tinggi busa, viskositas, iritasi; dan aktivitas terhadap jamur. Hasil yang diperoleh kemudian diuji statistik dengan metode ANOVA tipe one way. Hasil penelitian menunjukkan evaluasi sediaan untuk uji homogenitas keempat sediaan shampo yaitu homogen; uji pH rata-rata yang paling tinggi terdapat pada F0 7,33. uji organoleptis F0 berwarna bening kental, F1,F2 dan F3 bewarna coklat kehitaman, tinggi busa tertinggi terdapat pada F2 7,5 cm, viskositas tertinggi pada F3 2820 cPs, uji iritasi dari keempat formula tidak terjadi iritasi. Untuk uji aktivitas antijamur ekstrak diperoleh nilai rata-rata control positif 11 mm, konsentrasi 5% (17 mm), 7% (23,3 mm) dan 9% (11,6 mm). untuk aktivitas antijamur shampo diperoleh nilai rata-rata control positif 17 mm, F0 tidak ada zona hambat, F1 11 mm, F2 11,66 mm dan F3 13 mm. Dari penelitian diperoleh ekstrak etanol daun ketepeng cina dapat diformulasikan sebagai sediaan shampo yang memenuhi syarat uji mutu shampo dan memiliki aktivitas terhadap jamur Pityrosporum ovale.
ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DI PASAR RAKYAT TANJUNG MORAWA KABUPATEN DELI SERDANG Johansen Hutajulu; Mido Ester J. Sitorus; Rohana Sinaga, Taruli; Mindo Tua Siagian; Evawani Martalena Silitonga; Kalgis Zebua
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v7i1.6260

Abstract

Pasar rakyat atau yang dikenal dengan pasar tradisional adalah tempat usaha yang ditata, dibangun, dan dikelola oleh pemerintah, pemerintah daerah, swasta, badan usaha milik negara, dan/atau badan usaha milik daerah dapat berupa toko, kios, los, dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil dan menengah, swadaya masyarakat, atau koperasi serta UMK-M dengan proses jual beli barang melalui tawar-menawar. Pasar tradisional diklaim kumuh dan beraroma tidak sedap akibat sampah yang dihasilkan setiap harinya.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Sistem Pengelolaan Sampah di Pasar Rakyat Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang berdasarkan UU No 18 Tahun 2008 yang meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Rakyat Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang pada bulan Maret-Juni 2025. Informan dalam penelitian sebanyak 5 (lima) orang yaitu Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Lingkungan Hidup, pengelola pasar, petugas kebersihan, pedagang, dan petugas pengangkut sampah. hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilahan sampah belum dilakukan dengan baik antara sampah organik maupun anorganik terbuat dari anyaman bambu, berdasarkan jenis tempat sampah yang digunakan masih sederhana seperti karung dan keranjang, Tempat Pengumpulan Sementara (TPS) sampah masih berupa lahan kososong tanpa fasilitas kontainer, pengangkutan sampah menggunakan dump truck yang dilakukan dua sampai tiga kali dalam seminggu, pengolahan sampah tidak dilakukan di TPS dan langsung diangkut ke TPA, dan pemrosesan akhir sampah dilakukan di Desa Tandukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang dengan menggunakan metode sanitary landfill. Disarankan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk melengkapi tempat sampah berdasarkan sampah organik, anorganik dan B3 untuk mendukung pemilahan sampah, dan menyediakan kontainer sebagai (TPS) sampah, dan pengangkutan sampah menjadi setiap hari. Disarankan kepada petugas kebersihan melakukan program pengolahan sampah, dan kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk mengadakan sosialisasi dan edukasi yang terjadwal kepada pedagang.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA TENAGA KERJA PEMANEN DIVISI I DI PT. BAKRIE SUMATERA PLANTATIONS GURACH BATU KABUPATEN ASAHAN TAHUN 2025 Hutajulu, Johansen; Mindo Tua Siagian; Evawani Martalena Silitonga; Mido Ester J. Sitorus; Sarah Angelina Claudia Damanik
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v7i2.6894

Abstract

Latar belakang: Kecelakaan kerja masih menjadi masalah utama di sektor perkebunan, khususnya pada pekerja pemanen kelapa sawit. Penggunaan alat pelindung diri (APD) merupakan salah satu upaya pencegahan kecelakaan saat bekerja namun tingkat kepatuhan pekerja yang masih dikatakan tergolong rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pemakaian alat pelindung diri (APD) pada tenaga kerja pemanen Divisi I di PT. Bakrie Sumatera Plantations Gurach Batu tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh tenaga kerja pemanen divisi I sebanyak 30 orang, dan seluruh populasi dijadikan sampel (total populasi). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi langsung, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Mayoritas pekerja berusia 33-40 tahun sebanyak 46,7% dan pekerja berpendidikan SMA 70,0%. Sebanyak 56,7% pekerja memiliki pengetahuan kurang baik, dan 60% pekerja merasa nyaman menggunakan APD, namun 70% pekerja menyatakan pengawasan masih kurang baik. Tingkat kepatuhan penggunaan APD masih tergolong rendah, yaitu 56,7% pekerja tidak patuh menggunakan alat pelindung diri. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,000) dan kenyamanan APD (p=0,000) dengan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengawasan dengan kepatuhan penggunaan APD (p=0,127). Kesimpulannya, pengetahuan dan kenyamanan menjadi faktor utama yang berhubungan signifikan dengan kepatuhan pekerja, sedangkan pengawasan K3 tidak berhubungan. Untuk itu diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan kenyamanan Alat Pelindung Diri (APD) melalui edukasi tentang pentingnya penggunaan APD, pelatihan, dan penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) yang nyaman dan sesuai untuk meningkatkan keselamatan kerja di lingkungan perkebunan.
PENYULUHAN GIZI TENTANG MENU BERBAHAN LOKAL UNTUK MENCEGAH STUNTING DI WILAYAH PUSKESMAS SIMPANG LIMUN KECAMATAN MEDAN KOTA TAHUN 2025 Hutajulu, Johansen; Mindo Tua Siagian; Evawani Martalena Silitonga; Mido Ester J. Sitorus; Febri Putra Sukurman Zalukhu; Kristian Adesaputra Zendrato
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6912

Abstract

Latar belakang: Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badannya berada di bawah minus dua standar deviasi panjang atau tinggi anak seumurnya. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa Penyuluhan Gizi Tentang Menu Berbahan Lokal Untuk Mencegah Stunting Di Wilayah Puskesmas Simpang Limun Kecamatan Medan Kota Tahun 2025, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi peserta. Tujuan: Penyuluhan yang dilakukan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai pengertian stunting, faktor penyebab, serta dampaknya terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Metode: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait gizi seimbang dan pemanfaatan bahan pangan local padat gizi, yang ditunjukkan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran dan sikap positif dalam menerapkan praktik pemberian makan yang sesuai usia anak serta memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, dan stimulasi tumbuh kembang. Hasil: Antusiasme dan partisipasi aktif peserta selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa edukasi gizi dan pola asuh merupakan kebutuhan nyata bagi masyarakat. Dengan pendekatan yang komunikatif dan berbasis kondisi lokal, kegiatan ini berpotensi berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan di tingkat keluarga dan masyarakat. Disarankan kepada Ibu balita diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh mengenai gizi seimbang dan pemanfaatan bahan pangan lokal padat gizi dalam kehidupan sehari-hari, serta aktif memantau pertumbuhan anak melalui kegiatan posyandu secara rutin. Kesimpulan: Pada kader Perlu dilakukan pendampingan dan edukasi lanjutan secara berkala kepada ibu balita guna memperkuat perubahan perilaku dan memastikan keberlanjutan upaya pencegahan stunting di masyarakat. Kepada Pemerintah Diharapkan dapat mendukung kegiatan serupa melalui integrasi program edukasi gizi berbahan pangan lokal dengan program kesehatan ibu dan anak, serta menyediakan sarana dan prasarana pendukung yang memadai.