Latar belakang: Kecelakaan kerja masih menjadi masalah utama di sektor perkebunan, khususnya pada pekerja pemanen kelapa sawit. Penggunaan alat pelindung diri (APD) merupakan salah satu upaya pencegahan kecelakaan saat bekerja namun tingkat kepatuhan pekerja yang masih dikatakan tergolong rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pemakaian alat pelindung diri (APD) pada tenaga kerja pemanen Divisi I di PT. Bakrie Sumatera Plantations Gurach Batu tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh tenaga kerja pemanen divisi I sebanyak 30 orang, dan seluruh populasi dijadikan sampel (total populasi). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi langsung, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Mayoritas pekerja berusia 33-40 tahun sebanyak 46,7% dan pekerja berpendidikan SMA 70,0%. Sebanyak 56,7% pekerja memiliki pengetahuan kurang baik, dan 60% pekerja merasa nyaman menggunakan APD, namun 70% pekerja menyatakan pengawasan masih kurang baik. Tingkat kepatuhan penggunaan APD masih tergolong rendah, yaitu 56,7% pekerja tidak patuh menggunakan alat pelindung diri. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,000) dan kenyamanan APD (p=0,000) dengan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengawasan dengan kepatuhan penggunaan APD (p=0,127). Kesimpulannya, pengetahuan dan kenyamanan menjadi faktor utama yang berhubungan signifikan dengan kepatuhan pekerja, sedangkan pengawasan K3 tidak berhubungan. Untuk itu diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan kenyamanan Alat Pelindung Diri (APD) melalui edukasi tentang pentingnya penggunaan APD, pelatihan, dan penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) yang nyaman dan sesuai untuk meningkatkan keselamatan kerja di lingkungan perkebunan.