Widiyatmo Eko Putro
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MELACAK JEJAK KEARIFAN LOKAL: PERAN BIJAK SESEPUH DESA PLUNTURAN PONOROGO DALAM MENERUSKAN TRADISI BUDAYA Lukman Hakim; Widiyatmo Eko Putro; Putri Retnosari
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v7i2.4518

Abstract

Penelitian menjelaskan praktik kebudayaan di Desa Plunturan Ponorogo dan menemukan arena produksi kultural dalam transformasi perubahan sistem perangkat desa. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi dengan unsur-unsur: epoche: pengurungan prasangka (2) intensionalitas: keterarahan kesadaran-penghayatan (verstehen) (3) noema: merumuskan bentuk subjek atau objek yang diteliti (3) noesis: menangkap abstraksi subjek (4) reduksi fenomenologis: menyaring informasi-fenomena (5) reduksi Eidetik: menemukan hakikat tersembunyi (6) bracketing, membandingkan dengan persepsi orang lain mengenai fenomena yang diamati. Adapun hasil penelitian ini meliputi (1) adanya peran sesepuh di level front stage sebagai referensi utama dalam menempatkan sesepuh di level aktor (2) peran sesepuh di level back stage berkaitan dengan wilayah di mana sesepuh memainkan peran sentral dan mempersiapkan segala tata-cara, atribut dan simbol-simbol yang menjadi jangkar bagi dramaturgi kebudayaan yang dimainkan yang menjadikan sesepuh sebagai penyedia (3) arena produksi kultural meliputi audiens, yaitu masyarakat atau seluruh warga lokal yang mengkonsumsi penampilan sesepuh dan menjadikannya rujukan penting bagi praktik sosial yang menjadikan sesepuh sebagai penggali (4) pengelolaan kesan (impression management) dimainkan sesepuh dengan mengkondisikan adrenalin masyarakat dalam mengkonsumsi pesan menjadikan sesepuh berperan pengawal nilai-nilai kultural bagi masyarakat desa.
NEW MEDIA DALAM MEMBANTU KINERJA HUMAS POKDARWIS MEMPROMOSIKAN WISATA ALAM DAN BUDAYA DI PONOROGO Lukman Hakim; Widiyatmo Eko Putro
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.285 KB) | DOI: 10.38043/jids.v6i1.3382

Abstract

Pokdarwis adalah singkatan "kelompok sadar wisata" yang dibentuk dengan struktur kelembagaan terdiri dari orang-orang yang berusaha untuk mendorong iklim pariwisata kondusif di daerahnya. Perkembangan iklim yang kondusif termasuk dalam kategori “sapta marga” yaitu: aman, tertib, bersih, sejuk, asri, ramah dan mengandung unsur kenangan yang berkesan. Humas Pokdarwis berperan penting dalam menggalakkan promosi wisata dengan memberikan informasi dan edukasi secara inovatif, kreatif dan efektif melalui pemanfaatan media baru. Saat ini peran new media begitu penting, karena pergeseran media komunikasi yang kredibel dari konvensional bergerak dari komunitas menjadi publik. Kinerja Humas Pokdarwis dalam mengangkat potensi pariwisata baru melalui pemanfaatan new media layak diteliti. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa jauh peran new media dalam membantu Humas Pokdarwis menarik minat pengunjung sehingga layak menjadi destinasi wisata. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan model observasi partisipan aktif dan focus group discussion. Peneliti aktif sebagai pengamat serta berbaur dalam kegiatan lapangan dan melakukan wawancara. Studi kasus yang dipilih dengan meneliti Taman wisata alam dan budaya Zor Sengon di Ponorogo, Desa Plunturan. Humas Pokdarwis menjalankan fungsi dan tugasnya tidak hanya dari perspektif konvensional, tetapi juga dari kinerja antaralain: (1) fact finding, (2) planning, (3) communication (4) evaluation dengan memanfaatkan media baru seperti YouTube, Instagram dan media sosial lainnya. Pergeseran peran media di era industri 4.0 ditambah dengan situasi pandemi COVID-19, membuat penetrasi media baru dianggap penting saat ini. Strategi yang terukur merupakan bagian dari kinerja Humas Pokdarwis itu sendiri. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengangkat destinasi wisata adalah dengan membina komunitas-komunitas kecil yang berkembang menjadi Pokdarwis dan menjalankan tugas dan fungsi Humas.