Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

اللهجات العربية غير لهجة قريش في سورة البقرة (دراسة تحليلية لغوية) Kamaluddin Abunawas
AL IBRAH: Journal of Arabic Languange Education Vol 5, No 1 (2022): AL IBRAH: Journal of Arabic Languange Education
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jale.v5i1.2915

Abstract

    تجريد البحث          هذ البحث يتناول اللهجات العربية غير لهجة قريش في سورة البقرة ( دراسة تحليلية لغوية). والمشكلة الرئيسة في هذا البحث هي ما اللهجات العربية غير لهجة قريش في سورة البقرة. ومناهج البحث المستعملة فيها هي المناهج العلمية بدراسة المكتبية باستخدام المدخل العلمي. والبيانات في هذا البحث هي البياتات الأساسية والبيانات الثانوية. ويستخدم الباحث فى جمع البيانات بالملاحظة والمقابلة والوثائق. وأسلوب تحليل البيانات يحتوي على ثلاثة أجزاء وهي تحفيض البيانات وعرضها واستنتاجها. أما نتائج هذا البحث فقد دلت على أن  الآيات القرآنية فى سورة البقرة غير لهجات قريش تتكون من ثلاثة وعشرين لفظا من احدى عشرة قبيلة يعني قبيلة هذيل، تميم، ثم كنانة، ثم جرهم،  طىء، عمان، أزدشنوءه، ومذحج، و السريانين، وخزعة، والنبطية. أما معنى من الألفاظ تختلف باختلاف القبيلة التي استعملت هذه الألفاظ
Konsep Umum Populasi dan Sampel dalam Penelitian Nur Fadilah Amin; Sabaruddin Garancang; Kamaluddin Abunawas
PILAR Vol 14, No 1 (2023): JURNAL PILAR, JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang konsep populasi dan sampel dalam sebuah penelitian, macam-macam Teknik pengambilan sampel dan cara menentukan ukuran sampel. Metode yang digunakan yaitu studi literatur dan analisis dokumen untuk mendapatkan teori-teori atau tulisan-tulisan yang berkaitan dengannya. Hasil dari tulisan ini yaitu: 1) Populasi adalah keseluruhan elemen dalam penelitian meliputi objek dan subjek dengan ciri-ciri dan karakteristik tertentu. Populasi dapat dibagi menjadi tiga, populasi berdasarkan jumlahnya yaitu populasi terbatas dan populasi tak terbatas, berdasarkan sifatnya yaitu populasi homogen dan populasi heterogen, dan berdasarkan perbedaan yang lain yaitu populasi target dan populasi survey. 2) Sampel diartikan sebagai bagian dari populasi yang menjadi sumber data yang sebenarnya dalam suatu penelitian. Dengan kata lain, sampel adalah sebagian dari populasi untuk mewakili seluruh populasi. 3) Teknik pengambilan sampel pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu Probability Sampling dan Nonprobability Sampling. 4) Menentukan ukuran sampel bisa dilakukan dengan cara menghitung besar sampel dengan metode yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael, dan juga dengan menggunakan rumus Nomogram Harry King, dan rumus Krejcie.
From Revelation to Renaissance: Arabic’s Contribution to Islamic Epistemology and Knowledge Integration Eka Mahendra Putra; Andi Abdul Hamzah; Kamaluddin Abunawas
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1655

Abstract

This article investigates the historical and linguistic significance of the Arabic language within Islamic civilization, particularly focusing on its role during the Islamic Golden Age. Employing qualitative methods, including historical chronology and semiotic-linguistic analysis, the study explores how Arabic facilitated intellectual development and cultural integration across diverse regions. Findings reveal that Arabic significantly shaped Islamic epistemology through its structural precision and facilitated knowledge codification in philosophy, science, and administration. The Abbasid-era translation movements notably enabled integration of Greek, Persian, and Indian traditions, enhancing Arabic’s role as a lingua franca and intellectual medium. Arabic's linguistic flexibility allowed effective communication and synthesis of complex scientific and philosophical ideas, underpinning its role as a cultural bridge between East and West. Major centers like Baghdad’s House of Wisdom exemplify this scholarly collaboration, profoundly impacting medieval and contemporary global intellectual traditions. This study highlights Arabic’s critical contribution to epistemological developments and its ongoing cultural relevance, suggesting deeper interdisciplinary investigations into Arabic’s contemporary scholarly and educational applications.
Metode Tarjamah Harfiah Sebagai Pendekatan Awal Dalam Penerjemahan Bahasa Arab Abd. Farid Sidiki; Andi Abdul Hamzah; Kamaluddin Abunawas
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerjemahan bahasa Arab memiliki posisi strategis dalam pengembangan keilmuan Islam, pendidikan bahasa Arab, dan transfer pengetahuan lintas budaya. Salah satu metode yang paling awal dan banyak digunakan dalam tradisi penerjemahan bahasa Arab adalah metode tarjamah harfiah. Meskipun sering dikritik karena dianggap kaku dan kurang komunikatif, metode ini tetap memiliki relevansi penting, khususnya sebagai pendekatan awal dalam proses penerjemahan dan pembelajaran bahasa Arab. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep tarjamah harfiah, posisi dan fungsinya sebagai pendekatan awal dalam penerjemahan bahasa Arab, serta kelebihan dan keterbatasannya dalam praktik penerjemahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka terhadap literatur penerjemahan bahasa Arab dan teori penerjemahan modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa tarjamah harfiah memiliki peran signifikan dalam membantu pemula memahami struktur bahasa Arab, menjaga kedekatan dengan teks sumber, dan menjadi jembatan awal menuju pemahaman makna. Namun, metode ini tidak dapat berdiri sendiri sebagai metode akhir dalam penerjemahan karena keterbatasannya dalam menyampaikan makna kontekstual dan kealamian bahasa sasaran. Oleh karena itu, tarjamah harfiah perlu diposisikan secara proporsional sebagai tahap awal yang kemudian dilengkapi dengan metode penerjemahan lain yang lebih komunikatif dan kontekstual.