Penerjemahan bahasa Arab memiliki posisi strategis dalam pengembangan keilmuan Islam, pendidikan bahasa Arab, dan transfer pengetahuan lintas budaya. Salah satu metode yang paling awal dan banyak digunakan dalam tradisi penerjemahan bahasa Arab adalah metode tarjamah harfiah. Meskipun sering dikritik karena dianggap kaku dan kurang komunikatif, metode ini tetap memiliki relevansi penting, khususnya sebagai pendekatan awal dalam proses penerjemahan dan pembelajaran bahasa Arab. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep tarjamah harfiah, posisi dan fungsinya sebagai pendekatan awal dalam penerjemahan bahasa Arab, serta kelebihan dan keterbatasannya dalam praktik penerjemahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka terhadap literatur penerjemahan bahasa Arab dan teori penerjemahan modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa tarjamah harfiah memiliki peran signifikan dalam membantu pemula memahami struktur bahasa Arab, menjaga kedekatan dengan teks sumber, dan menjadi jembatan awal menuju pemahaman makna. Namun, metode ini tidak dapat berdiri sendiri sebagai metode akhir dalam penerjemahan karena keterbatasannya dalam menyampaikan makna kontekstual dan kealamian bahasa sasaran. Oleh karena itu, tarjamah harfiah perlu diposisikan secara proporsional sebagai tahap awal yang kemudian dilengkapi dengan metode penerjemahan lain yang lebih komunikatif dan kontekstual.
Copyrights © 2026