Dwi Yulianto
Unknown Affiliation

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Geomath

ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMA SE-KABUPATEN TANGERANG PADA PENYELESAIAN SOAL AKM BERDASARKAN TAHAPAN POLYA Yulianto, Dwi
GEOMATH Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/geomath.v3i1.871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa yang dilakukan siswa SMA dan MA di Kabupaten Tangerang pada penyelesaian soal AKM berdasarkan Tahapan Polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa SMA dan MA di Kabupaten Tangerangl. Sampel penelitian berjumlah 389 siswa kelas X dari 12 sekolah ditentukan dengan perpaduan teknik stratified random sampling dan custer random sampling. Pengumpulan data menggunakan tes dengan memanfaatkan soal AKM yang berjumlah 12 pertanyaan jenis uraian (estimasi reliabilitas sebesar 0,668). Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan skor rata-rata, simpangan baku, skor tertinggi dan terendah, dan persentase menjawab benar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa SMA dan MA di Kabupaten Tangerang pada penyelesaian soal AKM berdasarkan Tahapan Polya berada pada kategori rendah. Kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari indikator memahami masalah berada pada kategori rendah, pada indikator merencanakan pemecahan dan menafsirkan jawaban berada pada kategori sangat rendah. Sementara itu, pada indikator melaksanakan rencana berada pada kategori sedang. Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Soal AKM, Tahapan Polya
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL KALKULUS LANJUT BERDASARKAN EKA’S ERROR ANALYSIS Juniawan, Egi Adha; Yulianto, Dwi
GEOMATH Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/geomath.v3i1.873

Abstract

Kalkulus lanjut merupakan salah satu mata kuliah yang diberikan setelah Kalkulus I dan Kalkulus II. Mahasiswa yang diberikan mata kuliah Kalkulus Lanjut merupakan mahasiswa semester 5 Universitas Universitas La Tansa Mashiro Rangkasbitung. Penelitian ini bertujuan memaparkan kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal Kalkulus Lanjut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis yang terdiri dari 5 soal tentang limit dan kekontinuan, turunan parsial dan turunan, aljabar turunan dan aturan rantai, turunan parsial oeder tinggi, masalah maksimum dan minimum. Untuk menguji keabsahan data digunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa paling banyak melakukan kesalahan computation. Pemahaman mahasiswa mengenai limit, kekontinuan, dan turunan fungsi dua variable yang belum sepenuhnya kuat. Dosen bisa menerapkan proses pembelajaran yang lebih baik lagi dengan mengecek pemahaman mereka mengenai limit, kekontinuan, dan turunan fungsi satu variable terlebih dahulu (mungkin sekilas), sebelum menerangkan mahasiswa mengenai limit, kekontinuan, dan turunan fungsi dua variable. Kata Kunci: Kesalahan, Mahasiswa, Kalkulus Lanjut, Newmann Error Analysis, NEA, Limit, Kontinu, Turunan, Turunan Parsial
Profil Kemampuan Penalaran dan Disposisi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal AKM Ditinjau dari Gender dan Level Sekolah Anwar, Syahrul; Yulianto, Dwi
GEOMATH Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/geomath.v3i1.876

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa di sekolah yang menyebabkan siswa kurang terlibat dalam pembelajaran atau siswa jarang diberi kesempatan untuk bertanya atau mengemukakan pendapat sehingga kemampuan komunikasi matematis siswa belum dapat tersampaikan. . Penelitian ini menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) untuk melihat perbedaan pembelajaran PMRI dengan model pembelajaran konvensional terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematis ditinjau dari jenis kelamin siswa. Jenis eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experiment Design dengan menggunakan pretest dan posttest. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII Yayasan Al Sudais Indonesia. Sampel yang digunakan adalah 2 kelas yang dipilih dengan teknik cluster random sampling yaitu 1 kelas sebagai kelas eksperimen dengan pendekatan PMRI dan 1 kelas sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Analisis data yang digunakan adalah uji normalize gain, uji ANOVA dua arah, uji t, dan uji Kruskal-Wallis. Temuan dari penelitian ini adalah: a) kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI lebih tinggi dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, b) kemampuan komunikasi matematis siswa laki-laki dan perempuan yang mengikuti pembelajaran matematika pembelajaran dengan pendekatan PMRI tidak. terdapat perbedaan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, dan c) tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan perbedaan gender dalam peningkatan kemampuan komunikasi matematis. Kata kunci: PMRI, Etnomatematika, Kemampuan Komunikasi Matematis, Jenis Kelamin
PENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) Yulianto, Dwi
GEOMATH Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/geomath.v3i2.878

Abstract

Penelitian ini bertujuan (a) mendeskripsikan kemampuan koneksi matematika (KKM), dan kemampuan pemecahan masalah matematika (KPMM) siswa, (b) menganalisis pendekatan pembelajaran kooperatif (PPK) dalam seting student team achievement devisions (STAD)  dibanding dengan pendekatan pembelajaran konvensional (PPKon) dalam upaya meningkatkan KKM maupun KPMM (c) menganalisis kemampuan matematika (KM) pada  seting tinggi, sedang dan rendah dalam upaya meningkatkan KKM maupun KPMM (d) menganalisis interaksi faktor pendekatan pembelajaran (PPK, PPKon) dengan faktor KM dalam mempengaruhi peningkatan KKM maupun KPMM. Penelitian ini menggunakan faktorial 2 x 2 Pretest-Postest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa SMA Negeri di Kota Tanjungbalai.   Data  KKM diperoleh dari 5 butir tes KKM sedangkan data KPMM diperoleh dari 5 butir tes KPMM, dan lembar observasi. Data dianalisis secara deskriptif  dengan ANOVA dua jalur dengan faktorial 2 x 2, dengan gain-gain ternormalisasi sebagai varian. Hasil utama dari penelitian ini adalah (1) Secara signifikan terdapat perbedaan antara PPK dan PPKon terhadap peningkatan KKM maupun  KPMM dengan nilai F=18.297 dan P- value = 0.000 untuk KKM, serta F=19.309 dan P- value = 0.000 untuk KPMM dengan masing-masing P- value < a = 0.05, (2) Secara signifikan terdapat perbedaan antara PPK dan PPKon terhadap peningkatan KKM  dan KPMM berdasarkan kemampuan siswa (tinggi, sedang, dan rendah) dengan nilai F= 9.629  dan P- value = 0.000 untuk KKM, serta F=10.946 dan P- value = 0.000 untuk KPMM dengan masing-masing P- value < a = 0.05, (3) Hasil analisis diperoleh  69,67 % siswa pada kelompok PPK, mampu mengaplikasikan ranah KKM,  sedangkan  PPKon hanya  58,73%, dari hasil analisis pada PPK diperoleh  77,22% siswa yang memahami masalah (MM), 69,29% siswa mampu merencanakan penyelesaian(MP), 65,8% siswa mampu menyelesaikan masalah (SM), dan 51,8% siswa melihat kembali pekerjaannya(MK). Sedangkan kelompok PPKon, hanya 70,88% siswa yang memahami masalah(MM), 57,26% siswa mampu merencanakan penyelesaian(MP), 50,74% siswa mampu menyelesaikan masalah tersebut(SM), dan 41,2% siswa melihat kembali pekerjaannya (MK).   Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa PPK merupakan pendekatan yang tepat, dalam upaya  meningkatkan kemampuan koneksi dan pemecahan masalah matematika siswa. Kata Kunci: Pendekatan Pembelajaran Kooperatif (PPK), Kemampuan Koneksi Matematika (KKM), dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika (KPMM).
ANALISIS HASIL AKHIR KEMAMPUAN NUMERASI MELALUI ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM (AKM) PROGRAM KAMPUS MENGAJAR ANGKATAN 5 Junaedi, Yusup; Yulianto, Dwi; Anwar, Syahrul; Umami, Moh. Rizal
GEOMATH Vol 4 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/geomath.v4i1.965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa dalam menyelesaikan posttest asesmen kompetensi minimun (AKM) pada program kampus mengajar angkatan 5. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 30 siswa kelas V di SD Negeri 3 Citeras. Instrumen penelitian terdiri dari 20 soal AKM berupa pilihan ganda kompleks, pilihan ganda, menjodohkan, dan benar salah serta pedoman wawancara. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa rata-rata kemampuan numerasi siswa berada pada kategori sedang dengan persentase 67%. Kompetensi yang dikuasai oleh mayoritas siswa ialah mengenai pemahaman siswa terhadap bilangan cacah dengan persentase 100%. Kompetensi yang dikerjakan dengan persentasi benar kisaran 50%-60% ialah cara penyajian data sederhana. Sedangkan kompetensi yang termasuk kategori sukar dikerjakan oleh siswa ialah menghitung keliling dan luas persegi panjang bila diketahui panjang dan lebarnya, dan menghitung panjang atau lebar bila diketahui luas/keliling dan salah satu sisinya dengan persentase 3%.
Optimasi Kemampuan Penalaran Matematis Siswa dalam Menjawab Soal Setara PISA Konten Change And Relationship Melalui Pendekatan Scientifik Terintegrasi pada Model Problem Solving Yulianto, Dwi; Junaedi, Yusup; Juniawan, Egi Adha
GEOMATH Vol 4 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/geomath.v4i1.968

Abstract

Kemampuan penalaran matematis penting bagi siswa untuk mengembangkan pemikiran logis dan strategi pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil PISA tahun 2018 Indonesia mendapatkan skor matematika yang rendah. Salah satu konten PISA yaitu Change and Relationship. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan penalaran matematis dalam menyelesaikan masalah pada konten Change and Relationship. Penelitian ini menggunakan Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan penalaran pada soal setara PISA konten Change and Relationship terhadap 33 orang, terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan kelas VIIID SMP Daar El Qolam 2 Tangerang.Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari triangulasi yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Temuan dari penelitian ini adalah; a) kemampuan mengajukan dugaan awal meningkat dari 30,30% menjadi 54,54% (siklus I) dan 90,09% (siklus II); b) kemampuan menemukan pola penyelesaian permasalahan meningkat dari 21,20% menjadi 42,42% (siklus I) dan 69,69% (siklus II); c) kemampuan manipulasi matematika meningkat dari 22,20% menjadi 45,45% (siklus I) dan 63,63% (siklus II); kemampuan menarik kesimpulan meningkat dari 18,18% menjadi 42,42% (siklus I) dan 66,66% (siklus II). Kata Kunci: Kemampuan Penalaran Matematis, Model Problem Solving, Pendekatan Scientifik, PISA konteks Change and Relationship.
Analisis Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Bangun Ruang Sisi Datar Pada Asesmen Kompetensi Minimum-Numerasi Di Smp Al Wildan 4 Islamic School Jakarta Juniawan, Egi Adha; Yulianto, Dwi; Junaedi, Yusup
GEOMATH Vol 4 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/geomath.v4i1.969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk deskripsi kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika tipe Higher Order Thinking Skill (HOTS) pokok bahasan Bangun Ruang Sisis Datar siswa kelas VIII SMP Al Wildan 4 Islamic School Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sampel  dalam penelitian ini adalah kelas VIII SMP Negeri 4 Banda Aceh yakni 15 orang anak dan 3 orang guru kelas VIII SMP Al Wildan 4 Islamic School Jakarta terkait dengan analisis kemampuan siswa menyelesaikan soal HOTS terkait materi tentang bangun ruang sisi datar. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Aktivitas dalam analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari lembar kerja siswa tersebut penulis menemukan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal hots yaitu: kemampuan analisis siswa sudah cukup baik. Dari soal no 1 siswa menjawab dengan langkah yang benar. Siswa mampu memahami soal dan mampu menyelesaikan soal dengan baik. Dari membuat pemisalan, bentuk persamaan, menentukan nilai buku dan balok kemudian menghitung nilainya. Kemampuan siswa dalam mengevaluasi dalam kategori baik. Dimana siswa telah mampu memberikan penilaian terhadap solusi, gagasan dan metodologi seperti tampak pada gambar 1, dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yang ada untuk memastikan nilai efektif atau manfaatnya. Kemudian Dari soal no 2 siswa menjawab dengan benar. Namun siswa belum mampu membangun atau merancang langkah-langkah dari penyelesaian jawaban soal tersebut sehingga siswa hanya menjawab dengan singkat tanpa memaparkan caranya. Selain itu, guru dapat mengukur kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal hots dengan cara membuat rubrik penilaian, kemudian guru juga lebih sering memberikan soal hot agar siswa terbiasa sehingga siswa mampu menyelesaikan soal hots tersebut. Selain itu dari hasil wawancara guru menyatakan bahwa masih terdapat siswa yang masih belum memahami dan menyelesaikan soal hots dengan baik, namun guru tetap berusaha memberikan penjelasan lebih maksimal.  Kata Kunci:  Kemampuan Siswa, Soal Hots, Bangun Ruang Sisi Datar