Abstract In Japanese language learning at the senior high school level in Indonesia, textbooks play an important role in introducing Japanese culture to students. However, cultural representations in textbooks are not always neutral, as they may contain particular ideological constructions that shape learners’ perceptions of Japan. Therefore, this study aims to examine the representation of Japanese culture in the textbook Nihongo Kira-Kira I using the framework of Multimodal Critical Discourse Analysis (MCDA) (Machin & Mayr, 2012). The data consist of 25 visual illustrations accompanied by instructions and questions presented in the textbook. The findings reveal that the cultural representations are predominantly characterized by depictions of disciplined, harmonious, and orderly school life. These representations implicitly construct an idealized image of Japanese society and may influence students’ perceptions of Japanese culture. Accordingly, this study highlights the importance of critical literacy in foreign language and culture learning so that learners can understand cultural representations in a more reflective and contextualized manner. Keywords : ideology; Japanese culture; Nihongo Kira-Kira I textbook; multimodal critical discourse analysis Abstrak Dalam pembelajaran bahasa Jepang di tingkat SMA di Indonesia, buku ajar berperan penting dalam memperkenalkan budaya Jepang kepada siswa. Namun, representasi budaya dalam buku ajar tidak selalu bersifat netral karena dapat memuat konstruksi ideologis tertentu yang membentuk cara pandang pembelajar terhadap Jepang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji representasi budaya Jepang dalam buku Nihongo Kira-Kira I menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Multimodal (AWKM) (Machin & Mayr, 2012). Data penelitian ini berupa 25 ilustrasi visual yang disertai instruksi dan pertanyaan dalam buku teks tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi budaya didominasi oleh penggambaran kehidupan sekolah yang disiplin, harmonis, dan tertib. Representasi tersebut secara implisit membangun citra ideal masyarakat Jepang dan berpotensi memengaruhi persepsi siswa terhadap budaya Jepang. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya literasi kritis dalam pembelajaran bahasa dan budaya asing agar pembelajar mampu memahami representasi budaya secara lebih reflektif dan kontekstual. Keywords : ideologi; budaya Jepang; buku ajar; Nihongo Kira-Kira I; analisis wacana kritis multimodal (AWKM)