Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Journal of Innovation Research and Knowledge

STOCK SPLIT DAN RETURN SAHAM (STUDI PADA PT. BANK CENTRAL ASIA) I G. A. Desy Arlita; Ni Putu Budiadnyani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 8: Januari 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.737 KB)

Abstract

Jumlah investor pasar modal Indonesia mengalami peningkatan sebesar 89,58 % menjadi 7,3 juta Single Investor Identification (SID) hingga tanggal 17 Desember 2021. Menariknya, dari total 7,3 juta investor, sebesar 99,5 persen merupakan investor retail. Momentum ini tidak luput dari perhatian Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA), Jahja Setiaatmadja, yang melihat harga saham BCA terlalu tinggi untuk investor ritel. Berdasarkan hal tersebut, BCA memutuskan untuk melakukan stock split 1:5. Stock split dapat membuat harga saham menjadi lebih rendah. Turunnya harga saham akan menarik lebih banyak investor sehingga reaksi pasar terhadap saham perusahaan meningkat. Hal ini nantinya meningkatkan harga saham yang pada akhitnya mendatangkan return bagi investor, saat harga saham perusahaan semakin meningkat return saham perusahaan akan melebihi return pasar. Penelitian ini merupakan event study yang dilakukan atas peristiwa stock split yang dilakukan oleh BCA untuk menguji ada atau tidaknya perbedaan return saham yang diterima oleh investor dengan adanya stock split. Pada penelitian ini ditemukan bahwa ternyata tidak terdapat perbedaan return saham BCA sebelum dan sesudah dilaksanakan stock split. Hal ini mungkin berkaitan dengan informasi dan indikasi bahwa investor lebih berfokus pada fundamental perusahaan.