Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : ABDIMAS KAUNIAH

TEKNIK BUDIDAYA UDANG DENGAN SISTEM POLIKULTUR DI KELURAHAN TAMARUPA KEC. MANDALLE KABUPATEN PANGKEP Saenong, Muhammad; Harlina, Harlina
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v1i1.112

Abstract

Pangkajene Islands Regency is a coastal area where most of the population depends on their life as aquaculture farmers. In this village there is a farmer group "Sipakaenre II" who will become partners in this community service activity. The main problem faced by the shrimp farming farmer group “Paraikatte”, Tamarupa Sub-district, Kec. Mandalle (Partner) in managing his business is the low production in milkfish cultivation because the cultivation activities are still conventional with the monoculture method and the high price of feed. Recently, the price of factory-made feed (pellets) has increased significantly. This service activity aims to increase the production and income of farming communities in the coastal area of ​​Tamarupa Village by conducting: 1) Counseling to groups of pond farmers to provide knowledge, understanding and skills in CBIB-based polyculture shrimp farming techniques, 2) Introduction of polyculture-based shrimp farming technology. CBIB so that farmers can increase production by obtaining yields from both commodities in one cycle of cultivation. 3) Counseling/assistance on the application of group cultivation techniques in the application of the CBIB-based polyculture shrimp farming system. The approach method offered to partners to achieve the objectives of this community partnership program is a participatory method in which partners are directly involved in the implementation of activities from preparation to implementation of these activities. The implementation of the approach method is in the form of counseling and training or demonstration. After this activity is carried out: 1) There is an increase in understanding, knowledge and skills of farmer group partners about shrimp culture technology with a CBIBt-based Polyculture system, 2) An increase in aquaculture production due to maintaining two commodities simultaneously in one cultivation business cycle.
PEMBERDAYAAN MASYARAKT MELALUI PENGELOLAAN BUDIDAYA IKAN LELE SISTEM BIOFOLOK PADA KELOPOK POKDAKAN DI KABUPATEN PINRANG Damis, Damis; Saenong, Muhammad
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v1i1.133

Abstract

People's low consumption of animal protein needs to be increased by providing a quality and affordable source of protein. Catfish, with intensive system cultivation, can answer 2 such oppositions, a source of quality and cheap protein.. The purpose of community empowerment through the management of catfish farming in the biofloc system is that pokdakan partner groups can apply catfish biofloc technology effectively and efficiently. This service was carried out for three months from July 10, 2020 to August 17, 2020 in Langnga Village, Mattiro Sompe District, Pinrang Regency. This pagabdian uses the sausageization method, discussion and demonstration or simulation. The cultivation of the biofloc system is carried out by growing microbes that will decompose the ammonnia from feces and the rest of the feed which is then useful as a source of natural feed for fish. Analysis of the biofloc system catfish business if carried out on 1 pond with a diameter of 3 meters with a water level of 1 meter with an initial investment of RP 1,350,000 and the cost of producing seeds and feed around IDR 1,780,000, the estimated income and profit of 1 period is around IDR 940,000 or a monthly profit of IDR 313,300. presumably the management of biofok system cultivation can be developed even better
PELATIHAN PEMANFAATAN IKAN MOLLY SEBAGAI SUMBER PROTEIN HEWANI UNTUK PAKAN IKAN Tamsil, Andi; Hasnidar, Hasnidar; Saenong, Muhammad; Akram, Andi Muhammad; Kamaruddin, Kamaruddin
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v2i1.248

Abstract

Ikan molly termasuk hama di tambak, selain menjadi kompotitor ruang, makanan, oksigen dan bahkan dapat memangsa benih ikan dan udang peliharaan. Ikan ini berukuran kecil, ovovivipar yaitu melahirkan anaknya. Karena ukurannya yang sangat kecil sehingga mudah lolos masuk ke dalam tambak dan berkembangbiak sangat cepat. Petani tambak menangkap dengan memasang jaring di pintu pemasukan air. Hasil tangkapan tersebut biasanya dijadikan sebagai pakan ternak itik dan jika berlebih dibuang begitu saja. Potensi ikan molly yang terbuang ini dapat diolah menjadi lebih bermanfaat yaitu menjadi tepung ikan sebagai sumber protein hewani. Ikan molly memiliki kandungan protein tinggi, asam amino dan lemak esensial yang lengkap. Pengabdian bertujuan untuk mengedukasi dan melakukan pelatihan kepada petani tambak untuk memamfaatkan ikan molly sebagai penyedia sumber protein hewani untuk bahan pakan ikan. Metode pelaksanaan yaitu penyuluhan dan pelatihan. Penyuluhan tentang nilai gizi ikan molly dan peluang pemanfaatannya, materinya disampaikan dalam bentuk ceramah, didukung oleh bahan visualisasi menggunakan LCD. Pelatihan mengolah ikan molly menjadi tepung selanjutnya membuat pakan ikan. Hasil kegiatan ini adalah mitra terampil mengolah ikan molly menjadi tepung ikan dan cara membuat pakan ikan. Sejak kegiatan ini selesai, mitra tidak lagi membuang hasil tangkapannya melainkan dimanfaatkannya sebagai bahan baku pakan buatan.
PKM PELATIHAN BUDIDAYA RAJUNGAN SISTEM KARAMBA JARING DASAR BAGI MASYARAKAT NELAYAN DI KELURAHAN BAWASALO KECAMATAN SEGERI KABUPATEN PANGKEP PROVINSI SULAWESI SELATAN Saenong, Muhammad; Ihsan, Ihsan; Tamsil, Andi; Asbar, Asbar; Jamal, Muhammad
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v2i1.345

Abstract

Kabupaten Pangkep memiliki potensi melimpah, diantaranya rajungan. Sesuai permasalahan teridentifikasi maka PKM ini bertujuan melakukan budidaya rajungan sistem karamba jaring dasar. PKM dilaksanakan 2 tahapan utama, a) melakukan pelatihan kelompok nelayan mitra, dan b) melaksanakan pendampingan kelompok nelayan mitra. Setelah melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), beberapa hal menjadi temuan dalam observasi yakni pengetahuan dan keterampilan masih rendah, pekerjaan didominasi sebagai nelayan penangkapan rajungan dan sangat bergantung pada sumberdaya perikanan dan kelautan, dan tingkat literasi yang rendah. Dengan demikian kami dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia khususnya prodi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan melaksanakan rangkaian PKM berupa pelatihan budidaya rajungan sistem karamba jaring dasar dan peningkatan kewirausahaan dan keuangan. Diharapkan yang dilakukan, menjadi bagian dari pemecahan masalah ekonomi dan sosialkemasayarakatan di wilayah pesisir. Potensi dari luaran PKM, secara praktis, bertambahnya kelompok masyarakat sebagai pelaku usaha budidaya karamba jaring dasar yang baik dalam meningkatkan tarap hidup dan kesejahteraan.