Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Agrikultura

Uji Antagonisme Jamur Endofit Tanaman Aren (Arenga pinnata Merr.) terhadap Ganoderma boninense Pat. Penyebab Penyakit Busuk Pangkal Batang Kelapa Sawit Muhammad Ali; Ira Yesica Samosir
Agrikultura Vol 32, No 3 (2021): Desember, 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v32i3.36611

Abstract

Ganodema boninense merupakan penyebab penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit yang dapat menimbulkan kerugian secara ekonomi di Provinsi Riau. Salah satu teknik pengendalian yang dapat dilakukan adalah penggunaan jamur endofit sebagai agens hayati. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan antagonisme jamur endofit dari tanaman aren terhadap G. boninense penyebab penyakit busuk pangkal batang kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Riau pada bulan Juli hingga November 2020. Penelitian dilaksanakan dengan metode eksplorasi, eksperimen dan observasi. Isolasi dari daun, batang dan akar tanaman aren menemukan 25 isolat jamuer endofit. Di antara isolat jamur endofit terdapat tujuh isolat yang menghambat pertumbuhan G. boninense sebesar 50,17% - 67,05% yaitu 67,05% (E2), 66,11% (E16), 61,43% (E18), 52,22% (E15), 51,23% (E3), 50,72% (E17) dan 50,17% (E25). Pada pengamatan mikroskopis , jamur endofit (isolat E2, E17, E18) menyebabkan hifa G. boninense menjadi lisis. Terdapat pula penempelan (isolat E3, E15, E25) dan penjeratan (isolat E16) hifa G. boninense oleh hifa jamur endofit. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa tiga isolat termasuk ke dalam genus Trichoderma (E2, E16, E18), satu isolat genus Papulaspora (E15), satu isolat genus Aspergillus (E3), satu isolat genus Syncephalastrum (E17) dan satu isolat genus Mucor (E25).
Kompatibilitas dan Daya Hambat Konsorsium Trichoderma spp. Endofit terhadap Penyakit Busuk Buah Kakao Phytophthora palmivora Fifi Puspita; Muhammad Ali; Supriyadi Supriyadi
Agrikultura Vol 31, No 2 (2020): Agustus, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i2.26063

Abstract

Phytophthora palmivora dapat menyebabkan penyakit busuk buah kakao yang menimbulkan kerugian secara ekonomi. Pengendalian yang dapat digunakan adalah penggunaan agens hayati Trichoderma. Penggunaan Trichoderma dalam pengendalian dapat dilakukan secara tunggal maupun secara konsorsium dengan berbagai jenis Trichoderma maupun mikroba lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompatibilitas konsorsium Trichoderma spp. endofit dan memperoleh kombinasi isolat Trichoderma spp. endofit yang mempunyai daya hambat tertinggi terhadap pertumbuhan P. palmivora secara in-vitro dan terhadap penyakit busuk buah kakao. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Riau pada bulan Agustus hingga Oktober 2018. Penelitian dilaksanakan secara eksperimen dengan perlakuan T1= Trichoderma spp. endofit asal akar kelapa sawit (TR), T2= Trichoderma spp. endofit asal batang kelapa sawit (TS), T3= Trichoderma spp. endofit asal pelepah kelapa sawit (TP), T4= TR + TS, T5= TR + TP, T6= TS + TR, T7= TR + TS + TP, yang terdiri dari 3 tahap yaitu: 1) uji kompatibilitas jamur Trichoderma spp. endofit, 2) uji daya hambat konsorsium Trichoderma spp. endofit dan 3) uji kemampuan konsorsium Trichoderma spp. endofit untuk mengendalikan penyakit busuk pada buah kakao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trichoderma endofit isolat TR-01, TS-02 dan TM-01 bersifat kompatibel sehingga dapat digabungkan. Kombinasi (TR-01+TS-02+TM-01) memiliki daya hambat yang tertinggi terhadap pertumbuhan P. palmivora secara in-vitro yaitu  72,97%. Kombinasi isolat Trichoderma tersebut juga memiliki kemampuan terbaik untuk mengendalikan penyakit busuk pada buah kakao.