Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Upaya Aparat Dusun Dalam Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila di Masyarakat (Studi di Dusun Bangeran Kalurahan Bumirejo Kapanewon Lendah Kab. Kulon Progo) Ella Sinta Marlina; Sumaryati Sumaryati
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/citizenship.v6i1.26579

Abstract

Pendampingan Aparat Dusun dalam membudayakan Nilai-Nilai Pancasila oleh masyarakat sangat diperlukan. Hal tersebut disebabkan masih adanya beberapa fenomena yang harus diperbaiki yaitu kurang kompaknya sebagian masyarakat dalam menjalankan suatu kegiatan dan kurangnya rasa solidaritas sebagian masyarakat dalam menyelesaikan pekerjaan. Upaya Aparat Dusun Bangeran dalam Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila di masyarakat dilaksanakan dengan cara mengaitkan Nilai-Nilai Pancasila dengan realitas kehidupan. Mengaitkan Nilai Ketuhanan dengan realitas kehidupan melalui kegiatan keagamaan seperti pengajian dan sholat berjamaah.Mengaitkan Nilai Kemanusiaan dengan realitas kehidupan melalui kegiatan sosial seperti menjenguk orang sakit dan jimpitan. Mengaitkan Nilai Persatuan dengan realitas kehidupan melalui kegiatan kebersamaan seperti bersih dusun dan lomba 17 Agustus. Mengaitkan Nilai Kerakyatan dengan realitas kehidupan melalui kegiatan musyawarah mufakat seperti rapat musyawarah dusun dan rapat sinoman. Mengaitkan Nilai Keadilan dengan realitas kehidupan melalui kegiatan kemaslahatan seperti bedah rumah dan jambanisasi.
Reaktualisasi Kecerdasan Moral dan Keadaban Warga Negara Sumaryati Sumaryati
Society Vol 12 No 2 (2024): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v12i2.499

Abstract

Civilized citizens are very important for the state’s existence, especially in the era of globalization, where participation, obedience to norms, concern, and responsibility are needed to strengthen the state. However, some citizens are still less civilized, such as aggressive, emotional, apathetic, and violating norms. This shows the importance of balance between intellectual and moral intelligence. The study explores moral intelligence, the reactualization of moral intelligence, and its relationship to citizen civilization. The method used is a literature study on moral intelligence and its strengthening. The steps of the study include identification, content review, classification, and data analysis. The reactualization of moral intelligence is carried out by implementing seven main virtues: strengthening moral reasoning, improving the system, and continuing moral training. Moral training is a method of reactualizing moral intelligence by habituating the seven virtues of pleasant moral intelligence—implications of moral training in character education policies based on school culture and community-based.
Deteksi Dini Perilaku Koruptif Pengguna Pojok Baca KPK di Perpustakaan Kabupaten Klaten Muhammad Zulfikar; Sumaryati Sumaryati; Sri Mulyati
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 11 No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v11i2.13672

Abstract

Early Detection of Corrupt Behavior Among Users of the KPK Reading Corner at the Klaten Regency Library. This study aims to conduct early detection of corrupt behavioral tendencies among users of the KPK Reading Corner at Klaten Regency Library. Corrupt behavior represents a deviant social action that poses serious challenges to Indonesia, with the Corrupt Behavior Index increasing by 1.8% in 2024. The research employs a descriptive quantitative approach involving 36 respondents selected through purposive sampling based on active user criteria of the KPK Reading Corner. The research instrument consists of an online-based questionnaire using a 0– 2 Likert scale measuring seven indicators of corrupt behavior, including honesty, integrity, gratification, responsibility, legal discipline, social awareness, and anti-corruption spirit. Research findings indicate that 19.4% of respondents fall into the low-risk category, 52.8% into the medium-risk category, and 27.8% into the high-risk category. Although the majority of respondents demonstrate adequate initial awareness of anti-corruption values, a significant finding reveals that a portion of respondents admitted to "always" or "occasionally" engaging in corrupt behaviors, particularly in the areas of gratification, prioritization of personal interests, and permissive attitudes toward minor violations. This study contributes to the application of early detection methods in mapping corrupt behavioral tendencies while also assessing the effectiveness of the KPK Reading Corner as an anti-corruptionliteracy space within the community.