Bina Karo
Balai Penelitian Tanaman Sayuran

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL AGROTEKNOSAINS

OBSERVASI DAN ADAPTASI 10 VARIETAS BAWANG MERAH (Allium cepa) DI BERASTAGI DATARAN TINGGI BASAH bina karo
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v4i2.379

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang penting bagi masyarakat, baik secara ekonomis maupun kandungan gizinya. Produktivitas tanaman selain ditentukan oleh faktor lingkungan tumbuh juga dipengaruhi kemampuan varietas untuk beradaptasi pada lingkungan tumbuhnya. Penggunaan varietas beragam pada lingkungan tumbuh yang sama akan memberikan gambaran kemampuan adaptasi varietas. Penelitian ini bertujuan mengetahui daya adaptasi 10 varietas bawang merah di dataran tinggi basah., Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Desember 2018 s/d Pebruari 2019 di kebun percobaan Berastagi, Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo, dengan jenis tanah andisol, ketinggian ± 1340 m dpl, temperature suhu 22–28oC, kelembapan 80-90 % dan curah hujan 2.500 mm/tahun. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan 3 ulangan, dengan perlakuan varietas bawang merah yaitu Varietas Maja,  Birma, Pikatan, Manjung, Tajuk, Katumi, Mentes, Maserati), Pancasona dan Varitas Bauji. Hasil yang diperoleh adalah Seluruh varietas dengan asal adaptasi yang berbeda ternyata mampu beradaptasi dengan baik di Berastagi dataran tinggi basah. Pertumbuhan tinggi tanaman  seragam  dan jumlah daun yang terbanyak adalah Birma. Berdasarkan nilai bobot kering dan produksi per hektar varietas Birma mampu berproduksi tinggi. Berbeda halnya dengan varietas Bauji dapat beradaptasi dengan baik akan tetapi tidak mampu membentuk umbi di dataran tinggi basah Berastagi.
Respon Asal Biji pada polong dan Jarak Tanam Terhadap Produksi Polong dan Benih Kacang Kapri (Pisum Sativum L.) bina karo
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v4i1.356

Abstract

Kacang Kapri atau Ercis merupakan salah satu jenis sayuran, suku polong-polongan yang mudah dijumpai di pasar-pasar tradisional Indonesi. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Berastagi, Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo, dengan ketinggian ± 1340 meter dari permukaan laut, jenis tanah andisol. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui asal benih dan jarak tanam yang tepat untuk meningkatkan produksi polong dan benih bermutu tanaman kacang karpri. Penelitian ini di laksanakan mulai bulan April -  Agustus 2019 Rancangan percobaan yang di gunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 3 ulangan. Faktor I : Asal Benih (B), B1 = Polong dari 1,2 dan 3 (Pangkal tanaman), B2 = Polong dari 4, 5, dan 6 (Tengah tanaman),  B3 = Polong dari 7, 8, dan 9 (Ujung tanaman). Faktor II : Jarak Tanam (J) J1 = 10 x 100 cm, J2 = 15 x 100 cm, J3 = 20 x 100 cm.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa asal benih tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman, jumlah tangkai dan buah, dan produksi polong dan biji kacang kapri. Jarak tanam tidak mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman kacang kapri. Jarak tanam 10 x 100 cm menghasilkan pertumbuhan tanaman dan produksi polong, biji per plot kacang kapri tertinggi.