Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONSTITUSI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT MADANI Abdullah B
KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Keagamaan Vol 9 No 2 (2016): Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/kur.v9i2.184

Abstract

This journal discuss how to Islamic education constituation in Indonesia and how are principles and implementation of islamic education in creating madani society.Islamic education constitution in indonesia be included in UU RI No 20 2003 it significant is developing ability and creating character it aims to develop students potential to be faithful and piety to god, good character, healthy, skillful, learned, creative, stand alone, and to be democratis citizen and responsible. Principles of Islamic education in building madani society are freely and individual freedom, freedom and individual activity must be balance and be control, free thingking and individual activity. Madani is an adoration value of fair, democrasy, freedom, prosperous.
PENDIDIKAN AGAMADALAM BINGKAI ISLAM DI NUSANTARA Abdullah B
Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14 No 1 (2016): Al-Ishlah: Jurnal Studi Pendidikan
Publisher : IAIN PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.837 KB) | DOI: 10.35905/alishlah.v14i1.387

Abstract

Religious education by using the approach of the study of Islam Nusantara is the concept of education about Islam by making the local culture as a medium. Islam Nusantara is a religious concept launched by religious leaders to eliminate the stigma that everything that comes from the Arabic does not make it absolutely true. Islam and the Arabs are not the same thing but two different things though in the beginning, Islam developed in the Arab lands and holy man who was elected as a messenger of God was born as a descendant of the Arabs. Islam Nusantara none other than the understanding, practice, and application of Islamic jurisprudence mu'amalah segment as a result of a dialectic between the texts, the shari'ah, and 'urf, culture and realities in the archipelago. This article examines the linkage between Islamic education and its relevance in affirming national identity and diversity. The analysis used in this paper is an analysis of the historical and material context of Islamic religious education by using literature reviews.
Peningkatan Pembelajaran Daring Guru TKIT AL Azizi Melalui Pelatihan Learning Management System Interaktif: Pelatihan Learning Management System Interaktif Darti Akhsa, Alvian Tri Putra; Tunnisa, Khaera; Rosmiati, Rosmiati; Mar'atuttahirah, Mar'atuttahirah; Rahman, Rakhmadi; Abdullah B; Chintami Darti Akhsa, Amaliah; Baharuddin, Siti Hajar
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7 No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.7382

Abstract

Pembelajaran daring menjadi kebutuhan penting dalam menunjang proses pendidikan, terutama pada situasi yang mengharuskan interaksi jarak jauh. Namun, di TKIT Al Azizi Parepare, proses pembelajaran daring masih terbatas karena belum adanya platform terpusat untuk mengelola materi ajar dan tugas siswa. Guru masih mengandalkan aplikasi WhatsApp untuk komunikasi dan pengumpulan tugas, yang menyebabkan dokumentasi tidak terstruktur dan kurangnya efektivitas pemantauan perkembangan siswa. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan keterampilan guru dalam memanfaatkan Learning Management System (LMS) melalui pelatihan pembelajaran interaktif. Metode pelaksanaan mencakup observasi, koordinasi dengan mitra, pengembangan LMS berbasis web, penyusunan modul pelatihan, dan pelaksanaan pelatihan disertai pretest dan posttest. Peserta pelatihan adalah 15 guru TKIT Al Azizi Parepare. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman penggunaan LMS, dari 20% peserta yang familiar sebelum pelatihan menjadi 86,67% setelah pelatihan. Ketertarikan guru untuk menggunakan LMS juga meningkat dari 66,67% menjadi 93,34%. Pelatihan ini berhasil meningkatkan kesiapan guru dalam mengadopsi pembelajaran daring yang lebih interaktif, terstruktur, dan terdokumentasi dengan baik, sehingga mendukung transformasi digital di lingkungan sekolah.