Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penerapan Desain Komunikasi Visual Sebagai Media Promosi Pada Hotel Galuh Prambanan Yogyakarta Tasya Amalia Vista; Ricky Widyananda Putra; Jeanie Annissa
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 10 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel Galuh Prambanan adalah Hotel Resort yang terletak di Prambanan, tepatnya JI. Manisrenggo KM. 1, Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Hotel ini menawarkan berbagai paket dengan harga terjangkau. Agar dapat bersaing dan terus eksis, serta mempertahankan pangsa pasar dari hotel-hotel sekitar yang ada. Disini kami mendapatkan bentuk permasalahan terkait dengan media promosi yang belum maksimal dalam menyampaikan informasi kepada para pengunjungnya. Dengan permasalahan tersebut maka kami mendapatkan ide awal untuk mengembangkan media promosi pada Hotel Galuh Prambanan Yogyakarta. Dengan melakukan perancangan ulang (redesign) pada media promosi, dengan tujuan agar dapat mengoptimalisasi media promosi. Redesign adalah kegiatan untuk mengubah dan menyegarkan identitas suatu merek atau produk agar tetap berada di depan para pesaing. Redesign diperlukan untuk membuat sebuah brand atau produk mencapai level yang lebih tinggi. Teknik pengumpulan data dalam laporan ini diperoleh melalui observasi dan wawancara. Program pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat membangun brand dan digunakan sebagai media promosi jangka panjang yang akan meningkatkan minat masyarakat, pengunjung dan calon pengunjung.
Implementasi Desain Promosi Pada Produk Kalbe Konsumer Health Sarah Anarahma; Ricky Widyananda Putra; Jeanie Annissa
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat (INPRESS)
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Promotion is a communication activity that aims to describe some information and persuade that the products or services offered can attract the attention of consumers and can introduce them and increase sales. The purpose of promotion is to change consumer behavior by giving a good impression of the products offered. In the process of making this promotion, the role of a designer is needed in designing designs for the needs of posters, banners, displays, and other design needs. With design, the promotion process to persuade, sell and communicate services and goods will be more easily accepted and seen by consumers through visual forms. The more general the visual design information is, the more important its development status will be. The Digital Marketing Commercial Division of the Jakarta regional Kalbe Consumer Health is the place to carry out tridharma in implementing designs for existing products. The problem encountered in the Digital Marketing Commercial Division of the Jakarta regional Kalbe Consumer Health is that the form of promotional media for their products is not maximal and to increase Brand Awareness. The method used for this community service activity is surveys or interviews and observations made to the Digital Marketing Commercial Division of the Kalbe Consumer Health regional Jakarta, which will be the target of implementing the community service program, to find out the material needs needed
Digitalisasi Pendidikan Melalui Sistem Informasi Penilaian (SIMFONI) Siswa di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Cijeruk Jeanie Annissa; Ita Novita; Noni Juliasari; Tegar Mandiri
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8741

Abstract

Pondok pesantren (Ponpes) modern merupakan lembaga pendidikan dan pengajaran agama Islam yang memiliki program pendidikan yang disusun mandiri dengan memadukan proses pendidikan formal serta non formal yang berlangsung sepanjang hari dalam satu pengkondisian di asrama. Lembaga pendidikan ponpes muncul sebagai wujud upaya pendidikan menyeluruh bukan hanya dari sisi akademis namun juga pembentukan karakter serta pengembangan diri dari para peserta didiknya. Oleh sebab itu, dalam rangka menyajikan layanan pendidikan yang berkualitas sesuai tujuan ke-4 arah pembangunan yang tertuang pada agenda Sustainable Development Goals (SDGs) maka pondok pesantren modern pun harus memiliki mekanisme pembelajaran yang terukur serta transparan, salah satu solusinya dengan penerapan digitalisasi sistem penilaian. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam proses penilaian melalui penerapan teknologi digital pada Ponpes Nurul Hidayah Cijeruk, karena permasalahan yang dihadapi saat ini oleh ponpes adalah belum tersedianya sistem administrasi penilaian terkomputerisasi untuk membantu proses pengolahan nilai secara digital. Hasil dari kegiatan ini diharapkan agar pemberian nilai secara digital dapat bersifat efisien dan transparan serta berdampak pada evaluasi peningkatan belajar para santri untuk membentuk peningkatan kualitas pembelajaran di masa mendatang
Radikalisme Agama Dan Tantangan Identitas Nasional Di Indonesia Jeanie Annissa; Ricky Widyananda Putra
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2698

Abstract

AbstrakRadikalisme agama merupakan suatu paham ekstrem yang mengharapkan perubahan dan pembaharuan sosial dan politik. Isu ini marak di perbincangkan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Akar radikalisme agama di Indonesia dimulai pada saat orde lama, mengalami pembatasan paksa di masa orde baru, dan pergerakan yang massif di era pasca reformasi. Maraknya pergerakan radikalisme agama saat ini adalah bentuk akumulatif pembatasan ruang gerak mereka secara sosial dan politik sehingga mempengaruhi identitas nasional terhadap nilai kebangsaan di Indonesia. Dengan demikian, kondisi ini menjadi tantangan Indonesia di dalam memahamkan dan menguatkan nilai identitas nasional bangsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan teknik analisa data deskriptif analitis dan teknik pengumpulan data sekunder melalui studi kepustakaan. Teori radikalisme digunakan sebagai alat analisis permasalahan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa akar radikalisme di Indonesia terjadi dari awal pembentukan negara. Bentuk-bentuk marjinalisasi terhadap kelompok agama dalam sektor ekonomi dan politik menambah daftar kecemburuan sosial. Selain itu, pemikiran agama yang sempit dalam kondisi masayarakat pluralis menambah daftar panjang pembentukan nilai radikalisme di masyarakat. Dengan demikian, radikalisme agama menjadi sebuah tantangan terhadap nilai identitas nasional bangsa Indonesia.Kata Kunci: Radikalisme, Agama, Identitas Nasional, Indonesia AbstractReligious radicalism is an extreme understanding that hopes for social and political change and renewal. This issue has been widely discussed in the last 5 years. The roots of religious radicalism in Indonesia began during the Soekarno era, experienced forced restrictions in the Soeharto era,, and massive movements in the post-reform era. The current rise of religious radicalism movements is an accumulative form of social and political limitation of their space for movement so that it affects national identity towards national values in Indonesia. Thus, this condition becomes a challenge for Indonesia in understanding and strengthening the value of the nation's national identity. This study uses a qualitative method approach with analytical descriptive data analysis techniques and secondary data collection techniques through literature study. The theory of radicalism is used as a problem analysis tool. The results of this study indicate that the roots of radicalism in Indonesia occurred from the beginning of the formation of the state. Forms of marginalization of religious groups in the economic and political sectors add to the list of social equity. In addition, narrow religious thinking in a pluralist society adds to the long list of radicalism values formation in society. Thus, religious radicalism becomes a challenge to the value of the Indonesian nation's national identity.Keywords: Radicalism, Religion, National Identity, Indonesia