Tamrin Tamrin
Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERLUASAN MAKNA KATA SAPAAN DAENG DALAM BAHASA MAKASSAR Tamrin Tamrin
Sirok Bastra Vol 3, No 1 (2015): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.335 KB) | DOI: 10.37671/sb.v3i1.53

Abstract

Daeng merupakan gelar kebangsawanan suku Makassar, tetapi acap ditujukan sebagai panggilan bagi para pelaku ekonomi menengah ke bawah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kompleksitas penggunaan sapaan daeng di Kota Makassar dan (2) mendeskripsikan kata sapaan daeng yang banyak ditujukan kepada masyarakat pelaku ekonomi menengah ke bawah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan penggunaan gelar daeng pada masa lampau dan masa sekarang dalam realitas sosial masyarakat Makassar disebabkan oleh tiga faktor yaitu (a) fleksibilitas dalam sejarah penggunaan gelar daeng yang menyebabkan luasnya makna daeng, (b) sistem kebudayaan suku Makassar yang lemah dalam memberikan batasan-batasan penggunaan gelar daeng dalam kehidupan sosial masyarakat, (c) tidak ada sebutan atau panggilan yang tepat untuk ditujukan kepada para pelaku ekonomi menengah ke bawah seperti pengayuh becak, tukang sayur keliling, dan penarik bentor yang sarat dengan nilai-nilai kesopanan dan tata krama berkomunikasi.
DAYA HIDUP BAHASA PAMONA DI KABUPATEN POSO Nursyamsi Nursyamsi; Siti Fatinah; M Asri; Tamrin Tamrin
Multilingual Vol 20, No 2 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i2.246

Abstract

Bahasa sebagai salah satu aset bangsa  perlu dipelihara agar tetap hidup dan dituturkan oleh masyarakat penuturnya.  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya hidup atau status vitalitas bahasa Pamona di Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso. Data dikumpulkan dengan teknik pengisian kuesioner,  observasi, wawancara terstruktur,  pencatatan,  dan  penelusuran dokumen. Daya hidup atau status vitalitas bahasa Pamona dapat diketahui melalui  pengolahan data kuantitatif menggunakan program excel dan SPSS. Status vitalitas bahasa Pamona  ditetapkan dengan melihat  rerata indeks indikator penutur, kontak bahasa, bilingualisme, posisi dominan masyarakat penutur, ranah penggunaan bahasa, sikap bahasa, regulasi, pembelajaran, dokumentasi, dan tantangan lalu dikorelasikan dengan karakteristik responden serta  dikaitkan dengan lima tingkatan vitalitas. Hasil pengolahan tersebut dipadukan dengan  pengolahan data kualitatif dari hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks rerata dari keseluruhan indikator  berada pada angka 0,61. Ini menunjukkan bahwa status vitalitas bahasa Pamona  kategori  rentan. Akan tetapi, jika dihubungkan dengan dokumen bahasa maka bahasa Pamona berada pada kategori mengalami kemunduran.Kata kunci: bahasa Pamona, daya hidup bahasa, kepunahan bahasa
Pemilihan Bahasa Etnik Bugis dalam Ranah Keluarga Berdasarkan Hubungan Peran dan Kategori Pekerjaan di Kabupaten Donggala Tamrin Tamrin
Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 5 No 2 (2017): Gramatika, Volume V, Nomor 2, Juli--Desember 2017
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.302 KB) | DOI: 10.31813/gramatika/5.2.2017.114.141--155

Abstract

Language selection is a phenomenon that is common in multilingual societies. By taking the case of Bugis ethnic language selection in the family domain based on the relationship of roles and occupation categories in Donggala District, this study aims to (1) describe the pattern of Bugis ethnic language selection in the family sphere by occupation category and role relations in Donggala District, (2) to describe the influence of work on Bugis ethnic language election in Donggala District and (3) to analyze the factors underlying the selection of Bugis ethnic languages ​​in the family sphere by occupation category and role relations in Donggala District. The method used is a sociolinguistic approach with questionnaires, interviews, observations, and recording techniques, then analyzed based on the percentage pattern of Bugis ethnic language selection in the family realm. The result of the analysis shows that Bugis ethnic in Donggala Regency still dominantly choose Bugis language as communication tool in family domain based on the relation of role and occupation category. Respondents who work as civil servants / military / police and students who have a lower percentage in Bugisnya language electives.
POLA PEMILIHAN BAHASA BERDASARKAN PERISTIWA BAHASA DAN KATEGORI UMUR: KASUS PEMILIHAN BAHASA ETNIK BUGIS PERANTAU DALAM RANAH KELUARGA DI KABUPATEN DONGGALA Tamrin Tamrin
TELAGA BAHASA Vol 5, No 2 (2017): TELAGA BAHASA VOL.5 NO.2 TAHUN 2017
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36843/tb.v5i2.139

Abstract

The social interaction in multilingual societies and the availability of multiple languages requires each speaker to have the ability to precisely choose the language or variety of languages which appropriate to the communication situation. By raising the case of language selection patterns based on language events and age categories in the language selection of Bugis ethnic in Donggala Regency, this study aimed to (1) describe the pattern of language selection in family domain of Bugis ethnic based on the language event and age category, and (2) analyse the factors underlying the selection of languages based on the language event and age category. The method used is a sociolinguistic approach with questionnaires, interviews, observations, and recording techniques, then the data had been analyzed based on the percentage pattern of the language selection. The result indicated that Bugisnese ethnic in Donggala Regency still chooses Bugisnese language as their communication tool n based on the event of language and age category. The Age of 28-49 and 50 years and above strongly maintain and choose to use Bugisnese language, while among the 11-15 years old and above the use of Bugis language are beginning to decline.