Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

MENGUKUR TINGKAT LIKUIDITAS, PROFITABILITAS DAN AKTIVITAS PERUSAHAAN I Made Sudana; Istiarto Istiarto
Valid: Jurnal Ilmiah Vol 13 No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Company as an organization aspires added value factor, production factor will not escape the economic conditions. The state of the economy of a country or a nation will affect the income per capita, which may also affect the development of the company. The development of an enterprise can be seen from the performance of the company, which usually can be analyzed from its financial statement. Research conducted at company X for which data are taken from secondary data such as financial statements in 2014 and 2015, is one of the companies engaged in food whose shares are already listed on the stock exchange. The results of the analysis of financial statements that can be concluded from the analysis of liquidity (Current Ratio, Quick Ratio and Cash Ratio) from 2014 to 2015 showed kaikan of 219, 42% to 232.60%, profitability analysis (Profit Margin Ratio, ROA, ROI and ROE) of ear 2014 to 2015 shows an increase Profit Margin of 11.47% to 12.67%, ROA of 13.76% to 15.09%, ROI of 10.56% to 11.28% and ROE of 18, 13% to 18.31%. Activity ratio (TATO, receivable AVERAGE, AVERAGE DAYS INVENTORY) from 2014 to 2015 showed an increase from 43 days to 46 days, the average inventory in the warehouse. Based on the analysis concludes enterprise performance X measured from the liquidity, profitability and activity showed a pretty good improvement
ALTERNATIF PEMBIAYAAN BARANG MODAL DENGAN LEASING Istiarto Istiarto; I Made Sudana
Valid: Jurnal Ilmiah Vol 13 No 4 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leasing is one of the ways used by companies to obtain funding at a cost which is relatively cheaper and easier. Financing by means of leasing has gained a lot of advantages that bring the company can maximize profits. Type leasing for lease to need capital goods used by the main feature of a capital lease/option rights for their special lease. The main characteristic of the lease capital lease types is the right option for lease to choose whether to give earlier capital goods at a cheaper price or do not buy at the end of the lease. Financing by means of leasing listed for lease financial position are reported as a fixed asset lease and lease obligation is the present value of the minimum lease payments in the future by showing a number of requirements, such as lease payments, interest rates, lease period and the estimated residual value
Aplikasi Ergonomi untuk Meningkatkan Produktivitas Pengrajin Kayu Bekas (Drifwoods) di Kabupaten Badung, Bali I Gede Nyoman Suta Waisnawa; I Made Sudana; Ida Bagus Swaputra
DEDIKASI Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v21i1.9443

Abstract

The results of the implementation of ergonomics in deco and shop camps were specifically focused onimproving work facilities, workplaces, layouts, work procedures, and work environment, increasing workers'comfort in conducting production activities, and utilizing space so that the production process becomes safe andflexible. Outputs that have been achieved included (1) workstations arranged in an efficient material flow layoutsupported by adequate work tools so it can optimize the achievement of production targets, (2) improvement of theprocess and procedures for completing work, (3) improvement and savings in the use of materials, machinery/tools,and humans, (4) utilization of humans’ efforts, (5) improving workspace arrangements that can provide acomfortable and safe working environment. The implementation of participatory ergonomics production capacitycan reach 456 pieces/year and shop production as many as 24 pieces/year, for example; tiger, bear, eagle, cow headetc. After the ergonomic intervention, the production capacity increased to 52 pieces/year. The impact of thisprogram was an increase in production capacity of Ari deco craftsmen (67.5%) and Kubu shop craftsmen (46.15%),while business partners' turnover was around 69.9%.
ALAT SIMULASI PELAPISAN LOGAM DENGAN METODE ELEKTROPLATING I Made Sudana; Ida Ayu Anom Arsani; I.G.N Suta Waisnawa
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 3 (2014): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.212 KB)

Abstract

Proses pelapisan logam yang menggunakan arus listrik searah (DC) melalui metode elektrolisa. Lapis listrik memberikan suatu perlindungan logam memanfaatkan logam-logam tertentu sebagai lapis lindung atau korban misalnya copper, nickel, zinc, chromium, emas, perak, kuningan, perunggu dan lain sebagainya. Tujuan pembuatan alat simulasi pelapisan logam dengan metode elektroplating sebagai media pembelajaran pelapisan logam pada permukaan. Alat pelapisan logam menggunakan bak kaca tebal 10 mm, volume 54,72 liter, larutan nikel, Aerator dan trafo 50 amper, tegangan 12 volt, dengan waktu pelapisan 30 menit, 45 menit, 60 menit, 75 menit dan 90 menit. Pengujian lapisan yaitu pengukuran ketebalan lapisan dan pengujian kekerasan lapisan dengan menggunakan metode Brinell. Hasil pengujian menunjukkan semakin lama waktu pelapisan maka penampilan benda uji yang dilapisi lebih mengkilap, tebal lapisan dan kekerasan semakin meningkat. Pada 5 periode waktu pelapisan yaitu : 30 menit, 45 menit, 60 menit, 75 menit dan 90 menit lapisan yang dihasilkan sebesar: 122,57 HB, 133,16 HB, 143,00 HB, 164,85 HB, dan 211,59. Tebal lapisan sebesar: 0,639 µm, 1,05 µm, 1,361 µm, 1,66 µm dan 1,994 µm. Selain meningkatkan sifat fisik juga memberikan nilai estetika pada permukaan benda uji yang dilapisi.
KERAJINAN BERBAHAN LIMBAH KAYU (DRIFTWOOD) DAN EVALUASI TATA LETAK FASILITAS KERJA I Gede Nyoman Suta Waisnawa; I Made Sudana; Ida Bagus Swaputra
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 2 No 1 (2016): Nopember 2016
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.793 KB)

Abstract

Program Ipteks bagi Produk Ekspor (IbPE) di Ari Deco” yang beralamat di Kecamatan Abian Semal dan ”Kubu Shop” yang beralamat di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Produk kerajinan (Driftwood) yang menghasilkan produk berupa patung binatang, meja, kursi, bingkai cermin, tempat lampu, dan barang seni. Adapun hasil luaran kegiatan adalah perencanaan tata letak fasilitas kerja sangat penting karena peletakan fasilitas seperti mesin-mesin dan peralatan kerja serta stasiun kerja bersifat permanen. Tata letak yang baik akan memberikan luaran yang lebih besar dengan ongkos yang sama atau lebih sedikit, man hours yang lebih kecil, dan atau mengurangi jam kerja mesin. Stasiun kerja yang tertata dan peningkatan sarana dan fasilitas produksi berupa perkakas kerja yang dibutuhkan dalam menproduksi kerajinan. Stasiun kerja yang tertata dengan peningkatan jumlah fasilitas produksi mampu meningkatkan produkstivitas mitra. Proses pemotongan dan pembentukan dapat dilakukan dengan lebih cepat. Sebelumnya menggunakan 2 unit nails gun dengan 4 unit produk per hari, dan saat ini sudah mampu menggunakan 4 unit nail guns secara bersamaan, sehingga proses perakitan dapat mengerjakan 6-8 unit produk per hari. Jumlah order produk di tahun ke-1 per September 2016 adalah 388 unit dengan nilai transaksi sebesar Rp 168.304.000,00. Berdasarkan data penjualan tahun 2015 sebesar 203 unit maka telah terjadi peningkatan pesanan produk sebesar 52%, dengan peningkatan omzet sebesar 59%. Perbaikan tata letak fasilitas kerja diharapkan mampu meningkatkan produksi dan produktivitas pengrajin/pekerja karena pekerja dapat bekerja dengan aman dan nyaman sehingga beban kerja menjadi lebih ringan.
DIVERSIVIKASI DESAIN GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PENGERAJIN LIMBAH DRUM BEKAS I Made Rajendra; I Ketut Suherman; NK Dessy Hariyanti; I Made Sudana; IGN Suta Waisnawa; IA Dwita Krisna Ari
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 3 No 1 (2017): Nopember 2017
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.184 KB)

Abstract

Salah satu produk karya seni yang lahir melalui sebuah proses kreatif adalah kerajinan berbahan dasar drum bekas pelumas yang keberadaannya saat ini mulai dilirik oleh wisatawan mancanegara. Kerajinan ini berpusat di Desa Tegalalang, Kabupaten Gianyar. Produk karya seni yang dihasilkan oleh pengerajin ini berupa hiasan dinding dengan motif yang bervariasi, seperti: bentuk bunga, frame kaca cermin, berbagai jenis motif satwa, seni instalasi berbentuk robot dari plat drum dan suku cadang kendaraan bekas. Akan tetapi, Â produk karya seni berupa handy craft ini dari segi jumlah dan varian desainnya masih terbatas. Desain yang diproduksi masih terpaku pada bentuk-bentuk baku dengan teknik pengerjaan yang masih kasar. Hal ini dapat dilihat pada hasil pemotongan, pengelasan dan permainan bentuk yang kurang bervariasi, sehingga produk-produk yang dihasilkan oleh pengerajin belum terlihat adanya pembaharuan yang signifikan dan produktivitasnya masih rendah. Melalui PPM (Program Pemberdayaan Masyarakat) diupayakan mendorong produktivitas dengan memberikan pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan, di antaranya: pelatihan diversivikasi desain, brainstorming ide-ide baru, pengenalan produk nirmana, pelatihan pengelasan, dan chrome. Hasil pelatihan ini telah mampu menambah ragam produk dengan melahirkan 2 (dua) produk baru yang inovatif dengan kualitas semakin baik, sehingga produktivitas diukur dari jumlah jenis produk dapat dikatakan telah meningkat. Â
ANALISIS SISTEM KERJA KERAJINAN LIMBAH KAYU (DRIFTWOOD) UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI I Gede Nyoman Suta Waisnawa; I Made Sudana; Ida Bagus Swaputra
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 4 No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.921 KB) | DOI: 10.31940/bp.v4i1.853

Abstract

Analisis sistem kerja pada Ari Deco dan Kubu Shop terutama perbaikan sistem kerja dan aliran material serta pengelompokan proses yang dapat meminimasi waktu perpindahan, meningkatkan kenyamanan pekerja pada kegiatan produksi, pemanfaatan ruang proses produksi menjadi aman dan fleksibel. Tata letak yang baik akan memberikan keluaran yang lebih besar dengan ongkos yang sama atau lebih sedikit, man hours yang lebih kecil, mengurangi jam kerja mesin. Pola aliran Zig-Zag digunakan untuk proses produksi lebih panjang dari pada luas area, Luaran yang dicapai adalah Stasiun Kerja yang tertata, layout aliran material yang efesien di dukung dengan perkakas kerja yang memadai sehingga mampu mengoptimalkan capaian target produksi. Perbaikan dan penghematan penggunaan material, perkakas, dan pendayagunaan usaha manusia serta memberikan suasana lingkungan kerja yang nyaman dan aman. Dampak dari program adalah peningkatan kapasitas produksi pengrajin Ari Deco sebesar 67,5% dan Kubu Shop sebesar 46,15% sedangkan omzet pengrajin sekitar 69,9% (penjualan per September 2016 sebesar Rp.187.605.000).
PEMANFAATAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA BERUPA MESIN PENCACAH PAKAN TERNAK KAMBING DI DESA SEPANG KABUPATEN BULELENG I Putu Darmawa; I Made Sudana; I Wayan Aryana
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 1 No 1 (2015): November 2015
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.893 KB)

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui program Ipteks Bagi Masyarakat bertujuan mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh mitra kelompok peternak kambing Sumber Rejeki dan Tunas Mekar, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pakan ternak kambing dan produksi susu kambing. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah belum memiliki mesin pencacah pakan ternak, sehingga pada saat musim kemarau sangat sulit mendapatkan pakan ternak, Penerapan teknologi tepat guna pada proses pengolahan pakan ternak berupa ranting lantoro, gamal, dan berupa daun. Sebelum program dilaksanakan peternak kambing dapat memotong pakan ternak sebanyak 40-50 kg/hari. Setelah program dilaksanakan dengan penerapan mesin pemotong ranting untuk pakan ternak ada peningkatan hasil pakan ternak sebesar 60-90 kg/hari dengan hasil cacahan 1-3cm, untuk menjaga kebutuhan pakan ternak dimusim kemarau dilakukan Fermentasi pakan dengan menggunakan drum plastik kapasitas 25 kg. Hasil pelaksanaan program IbM pada Kelompok mitra yaitu 1.Memiliki mesin pencacah pakan ternak. 2. Mempunyai sarana pengoloahan pakan ternak dengan sistem Fermentasi. Dengan adanya sarana tersebut, anggota mitra merasa terbantu dalam mengatasi pengolahan pakan ternak yang mereka hadapi oleh kelompok Ternak Sumber Rejeki dan Ternak Tunas Mekar,”menjadi lebih bersemangat dalam mengembangkan usahanya
ANALISIS RISIKO INVESTASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU DI NUSA PENIDA I Gd N Suta Waisnawa; I Made Rajendra; I Made Sudana
Matrix : Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika Vol 5 No 2 (2015): MATRIX - Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.639 KB)

Abstract

Analisis yang sistematis dan rasional sangat dibutuhkan sebelum kegiatan investasi itu direalisasikan.Ketidaklayakan suatu investasi disebabkan oleh kurang cermat dan akuratnya analisis investasi yang dilakukan, terutama terhadap analisis dari berbagai risiko yang mungkin terjadi. Pembangunan dan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Angin (Win Power) ini merupakan teknologi baru yang dikembangkan di Bali khususnya di Nusa Penida. Risiko dalam setiap kegiatan investasi begitu banyak jenisnya, keadaan ini merupakan suatu hal yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini mengkaji risiko investasi secara kualitatif. Analisis risiko kualitatif adalah analisis risiko investasi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor lingkungan alam, masyarakat serta kebijakan pemerintah. Analisis risiko kualitatif dimulai dari tahap identifikasi jenis-jenis risiko investasi PLT Bayu yang selanjutnya dilakukan analisis risiko kualitatif untuk menentukan risiko mayor (major risk). Risiko mayor pada investasi PLT Bayu yang termasuk katagori tidak dapat diterima (Unacceptable) ada 3 jenis risiko dengan proporsi 6,67 % yaitu : Kecepatan hembusan angin berubah-ubah sehingga produksi tenaga listrik PLTB tidak stabil, Tarif/Harga jual listrik PLTB masih rendah serta rendahnya tingkat keuntungan akibat kapasitas pembangkitan tenaga listrik PLT Bayu yang belum maksimal. Risiko tidak diharapkan ada 8 jenis dengan proporsi 17,78% yaitu : Pemilihan peralatan PLT Bayu kurang sesuai dengan kondisi di Nusa Penida, spesifikasi baling-baling kurang sesuai dengan kondisi kecepatan angin di Puncak Mundi. Kurangnya pesaing dalam usaha kelistrikan sehingga pengembangan pembangkit dengan energi alternatifbelum berkembang, rendahnya tingkat keuntungan akibat kapasitas pembangkitan tenaga listrik PLT Bayu yang belum maksimal, kualitas peralatan unit Pembangkit Listrik Tenaga Bayu yang tidak sesuai dengan kondisi angin di Puncak Mundi sehingga tidak bisa beroperasi optimal. Kurangnya kemampuan sumber daya manusia (SDM) sehingga perlu waktu yang lama untuk menangani perawatan dan perbaikan unit PLT Bayu dan seringnya terjadi kerusakan Auto Voltage Regulator (AVR) sehingga biaya perbaikan meningkat. Proporsi jenis risiko yang termasuk risiko mayor adalah 24,45% sedangkan yang tidak termasuk risiko mayor adalah 75,55%. Kapasitas daya mampu satu unit PLT Bayu jenis WES 18 adalah 80 kw sedangkan daya listrik rata-rata yang dihasilkan periode 2007 – 2009 adalah 7,2 kw dengan proporsi 9%. Mitigasi yang harus dilakukan terhadap risiko mayor berdasarkan analisis secara kualitatif dan kuantitatif adalah modifikasi baling-baling (blade) dan memilih kapasitas daya mampu generator sesuai dengan kondisi kecepatan hembusan angin di Puncak Mundi Nusa Penida. Perawatan seluruh komponen pendukung unit PLT Bayu harus dirawat dengan baik serta dilakukan secara rutin yaitu pelumasan komponen-komponen rotor serta pengecatan tower sehingga usia pakainya (life time) dapat dipertahankan sesuai rencana.
Operational Risk Analysis Based on Enterprise Risk Management Approach (ERM) in Export Document Service Company (Case Study at CV Tarukalpa Dewata) Ni Luh Gede Intan Diana Wahyuni; I Made Sudana; P Dyah Hudiananingsih
Journal of Applied Sciences in Accounting, Finance, and Tax Vol. 4 No. 2 (2021): October 2021
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.742 KB) | DOI: 10.31940/jasafint.v4i2.127-136

Abstract

Every company in carrying out its operational activities will definitely face a risk. The various possible risks that can be experienced by the company in carrying out its operational activities need to be managed and controlled by carried out risk management. The implementation of risk management is expected to assist companies in identified, analyzed, assessed, and controlled risks and the impact of risks. One approach that can be used to perform risk management is Enterprise Risk Management (ERM). This research aims to analyze operational risks that occurred at CV Tarukalpa Dewata based on an Enterprise Risk Management (ERM) approach by identified risks, risk assessments, efforts to respond the risks and carry out risk controls to find out what actions must be taken to minimize the possibility of risks and impact risk. This research used a qualitative descriptive research method by collecting data through interviews, observations and questionnaires. The results showed that in the operational activities of CV Tarukalpa Dewata there were seventeen possible risks consisting of four risks originating from human resources owned by the company, five risks that occurred in the process of making export documents, two risks that occurred due to technological constraints, and six external risks. The results of the risk assessment showed that there were three levels of risk that occurred in the operational activities of CV Tarukalpa Dewata namely moderate, low, and very low. Responses to existing risks are carried out by monitoring, controlling management, and paying special attention (urgent) in the company's operational activities.