Santi Pratiwi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Cultural Intelligence as a Support for Work Performance in National Company Employees and Multinational Company Employees Santi Pratiwi; Nandang Budiman; Sardin
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v8i4.1814

Abstract

Cultural intelligence is an important thing to have in every individual in today's globalization era where intercultural interaction situations cannot be avoided, including in the context of the world of work. This study aims to determine whether the level of cultural intelligence in employees of national companies and employees of multinational companies has differences. The research subjects totaled 115 people with purposive sampling as a research technique. with the criteria of employees who are working in national companies or multinational companies. The results showed that there was no significant difference in the results of cultural intelligence between employees of national companies and employees of multinational companies.
Faktor Psikologis yang Mempengaruhi Homeostasis dan Kemandirian Pada Penderita Keterbelakangan Mental Akibat Ensefalitis Nurul Muhriza Ridwan Ridwan; Santi Pratiwi; Ambar Sulianti
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 5 No 1 (2019): 2019
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v5i1.9249

Abstract

Ensefalitis adalah radang jaringan otak yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti bakteri, virus, parasit, jamur dan riketsia. Infeksi pada otak menimbulkan masalah medis yang serius dan membutuhkan pengenalan dan penanganan segera untuk memperkecil gejala sisa neurologis yang serius di antaranya ialah keterbelakangan mental. Keterbelakangan mental menimbulkan masalah baik yang berdampak secara biologis maupun psikologis. Homeostasis psikologis adalah suatu bentuk perilaku manusia yang ingin mencari keseimbangan atau meniadakan ketidak-seimbangan menjadi seimbang yang terdapat dalam dirinya. Penelitian ini bertujuan memahami homeostatis psikologis pada seorang anak yang mengalami keterbelakangan mental akibat ensefalitis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode kualitatif dengan teknik survey dan wawancara untuk mamahami kemungkinan penyebab terjadinya kelumpuhan pada subjek penelitian dan homeostasis psikologis pada subjek. Subjek adalah seorang perempuan beusia 19 tahun yang mengalami keterbelakangan mental, namum memiliki kemandirian yang tinggi dalam mengurus hidupnya. Berdasarkan pengolahan hasil wawancara, kemungkinan terjadinya keterbelakangan mental pada subjek penelitian karena subjek mengalami subjek mengalami ensefalitis akibat penyebaran virus campak ke otak. Kelainan fungsi saraf yang timbul berupa kelainan kognisi (disleksia dan diskalkulia), memori, dan emosi. Hasil wawancara menunjukkan peran kedisiplinan ibu dalam membentuk homeostasis psikologis pada subjek.