Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Dinas Sosial Dalam Pemberdayaan Penyandang Disabilitas di Kota Binjai Suhailah Hayati; Maulana Andi Surya
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.45 KB) | DOI: 10.37064/jpm.v6i2.6893

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran Dinas Sosial dalam pemberdayaan penyandang disabilitas. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa teknik wawancara, studi pustaka, observasi dan dokumentasi. Teknik tringulasi data sumber digunakan sebagai teknik keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran Dinas Sosial dalam pemberdayaan penyandang disabilitas fasilitatif telah berperan cukup baik namun belum secara maksimal. Hal ini ditandai dengan pelatihan bantuan sosial yang diberikan belum merata, masih banyak penyandang disablitas yang belum merasakan. Sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap peran Dinas Sosial dalam pemeberdayaan penyandang disabilitas
Thought of Kalam Badî Al-Zamân Said Nursi Maulana Andi Surya; Mhd. Syahminan; Abrar M Dawud Faza
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 5, No 1 (2022): Budapest International Research and Critics Institute February
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i1.4157

Abstract

This article aims to explain more about the background of Said Nursi’s thought, the epistemology of kalam thought, and the results of his kalam thought. This literature study uses a historical (historical), sociological and philosophical approach by extracting data and conducting content analysis. This study shows that: first, the science of kalam must be studied in depth to strengthen beliefs and fortify oneself from the attacks of material thoughts in the modern age, because the highest goal is faith in Allah swt and the noblest degree of humanity is knowledge of Allah swt. Second, Said Nursi’s monotheistic thinking goes beyond the discourse of monotheism and enters the realm of kalam. Therefore, this study uses the term monotheism-kalam. And third, Said Nursi’s tawhid-kalam thinking is closer to Muktazilah theological thinking, because it gives more portion to the use of logic. However, on the other hand, it also looks strong with Asy’ari theological thinking that clings to the text, and is also equipped with the influence of Sufistic thought which he really loves. Another finding is that Said Nursi’s monotheism-kalam thought is considered relevant in the context of diversity in Indonesia because it tends to get out of the kalam debate and eliminate the barriers of fanaticism of certain schools.
Dakwah Kultural dalam Tradisi Pernikahan Suku Alas (Tangis Tukhunan) di Desa Kuta Ujung Aceh Tenggara Nadila Astri; Maulana Andi Surya
Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jdk.v10i2.14901

Abstract

Tradisi Tangis Tukhunen merupakan salah satu bagian penting dalam prosesi pernikahan masyarakat Suku Alas di Desa Kuta Ujung, Kabupaten Aceh Tenggara. Tradisi ini sarat dengan nilai-nilai moral, spiritual, dan sosial yang sejalan dengan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan-pesan dakwah yang terkandung dalam setiap prosesi Tangis Tukhunen serta memahami relevansinya terhadap pembinaan keluarga Islami. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap prosesi seperti nembahi (sungkeman), tawakhi (percikan air tawar), mekhe minum (saling memberi minum), bekhas seselup khut lawe sentabu, tawakhi batang khuang, dan penyatuan tangan pengantin mengandung pesan dakwah berupa birrul walidain (berbakti kepada orang tua), tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), kasih sayang, rasa syukur, dan kesatuan suami istri. Tradisi ini bukan hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai media dakwah kontekstual yang memperkuat identitas Islam masyarakat Alas di tengah arus modernisasi.