Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Relawan dalam Perspektif Islam (Studi : Aksi Cepat Tanggap Cabang Sumatera Utara) Ade Novita; Mardhiah Abbas; Endang Ekowati
AL-HIKMAH:Jurnal Theosofi dan Peradaban Islam Vol 3, No 2 (2021): AL-HIKMAH : Jurnal Theosofi dan Peradaban Islam
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/alhikmah.v3i2.11127

Abstract

Humans are weak creatures who are powerless to face natural disasters, which have an impact on all aspects of life. Volunteers on this issue, present for humanity and natural disasters. Volunteers are the most needed fighters at the right time and on the front lines. The Humanitarian Foundation for Aksi Cepat Tanggap (ACT) is an organization whose members are called volunteers. ACT is spread across various regions in Indonesia, one of its branches is in Medan, namely Aksi Cepat Tanggap, North Sumatra Branch (ACT Sumut). The purpose of this study is to find out what is meant by volunteering from an Islamic perspective and to find out how the role of Aksi Cepat Tanggap’s North Sumatra Branch is as a humanitarian movement (volunteers). The method used is field research with a qualitative research approach. Sources of data were obtained from volunteers in ACT North Sumatra. The findings of the study found that Islam appeals to work and do good deeds outside the scope of profit and loss, namely voluntary work or volunteering who only expects the pleasure of Allah SWT. Volunteers are in line with what Islam teaches, for example in terms of helping. In conclusion, a volunteer in an Islamic perspective is a person or group of people who aim to help people who need humanitarian assistance voluntarily to include people who are in the way of Allah. ACT North Sumatra plays a role as a liaison between the beneficiary (donors and benefactors) to parties they cannot reach directly to provide humanitarian assistance to people in need.
PENGARUH WILAYATUL HISBAH TERHADAP PELANGGARAN AQIDAH DI KABUPATEN ACEH TAMIANG Hasnah Nasution; Endang Ekowati; Wisda Pangesti
AL-HIKMAH:Jurnal Theosofi dan Peradaban Islam Vol 2, No 2 (2020): AL-HIKMAH : Jurnal Theosofi dan Peradaban Islam
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/alhikmah.v2i2.8809

Abstract

This study aims to determine how the influence of the existence of Wilayatul Hisbah on the good an bad behavior of the community in Aceh Tamiang district. The research method used is descriptive qualitative, namely by parsing, explaining, and describing the close problems in the study. Data collection techniques were carried out by observation, interviews involving Wilayatul Hisbah, the community, border preachers and several members of the village mosque youth and documentation. Data analysis techniques in this study were qualitative data analysis techniques using adjusted effectiveness indicators and the analized through data collection, reduction, presentation, and data collection stages. This research was conducted at the Wilayatul Hisbah office Aceh Tamiang Regency and the community.  Since the implementation of Islamic law in Aceh province, the community must be more careful abaout committing violations that have been determined by the government in Aceh Tamiang district. One of the qanuns is qanun number 11 of 2002 concerning aqidah, worship, syi’ar Islam. Wilayatul Hisbah himself had a very important task as a major role in implementing the qanun. As we all know, every time there is a rule there is always someone who commits a violation, but at least with the existence of strict rules andsanctions the offender will be ashamed to commit the same violation.Keywords : Influence, Wilayatul Hisbah, Violations of Aqidah.
Implementasi Kurikulum Merdeka Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Al-Qur’an Dan Hadits Di Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin: Penelitian Latifatul Mutoharoh; Endang Ekowati; Anita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Al-Qur’an dan Hadits serta menganalisis kontribusinya terhadap peningkatan hasil belajar siswa di Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin tahun pelajaran 2024/2025. Latar belakang penelitian ini berangkat dari perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, fleksibel, dan berpusat pada peserta didik dalam rangka meningkatkan pemahaman dan penghayatan terhadap ajaran Al-Qur’an dan Hadits. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari guru mata pelajaran Al-Qur’an dan Hadits, kepala madrasah, serta siswa kelas XI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan ruang lebih besar bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang variatif, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan siswa. Penerapan metode pembelajaran berbasis projek, diskusi kelompok, dan refleksi nilai-nilai Islam terbukti meningkatkan minat dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, terdapat peningkatan hasil belajar yang ditunjukkan melalui nilai tugas, partisipasi aktif, serta pemahaman siswa terhadap isi kandungan ayat dan hadits yang diajarkan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan berkelanjutan bagi guru dalam memahami dan mengaplikasikan Kurikulum Merdeka secara maksimal, serta dukungan kelembagaan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Kurikulum Merdeka berpotensi menjadi instrumen strategis dalam membentuk karakter religius dan meningkatkan kompetensi siswa secara menyeluruh.
Implementasi Pembelajaran Aqidah Akhlak dalam Menumbuhkan Karakter Disiplin dan Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas XA di MA Hidayatul Mubtadiin Jati Agung Lampung Selatan Tahun Ajaran 2024/2025: Penelitian Lutfiani Diah Lestari; Endang Ekowati; Anita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1209

Abstract

This study aims to describe the implementation of Aqidah Akhlak learning in fostering the character of discipline and improving the academic achievement of Grade X A students at MA Hidayatul Mubtadiin Jati Agung, South Lampung, in the 2024/2025 academic year. This research employs a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The findings show that the Aqidah Akhlak learning is conducted using lecture, discussion, and exemplary methods, with teacher exemplarity being the most effective in instilling moral values, particularly discipline. The discipline values instilled include punctuality, obedience to rules, and responsibility in learning. The implementation of this learning also has a positive impact on improving students' academic achievement, as evidenced by increased academic scores and learning motivation. Supporting factors for the success of implementation include the religious school environment, teacher role models, family support, and student motivation. In contrast, the inhibiting factors include limited learning media, low student interest, tardiness, and negative peer influence. Overall, Aqidah Akhlak learning plays a strategic role in shaping character and enhancing students’ academic quality holistically.
SINKRONISASI KEWENANGAN PENGADILAN NEGERI DAN PENGADILAN AGAMA TERHADAP PENGANGKATAN ANAK BAGI ORANG ISLAM Yusuf Faturohman; Diah Arimbi; Endang Ekowati; Wahyudi Wahyudi
Jurnal Dialektika Hukum Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Dialektika Hukum
Publisher : Law Department Jenderal Achmad Yani University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jdh.v5i2.1715

Abstract

Adopsi anak bagi orang islam memiliki ketentuan yang berbeda jika dilihat dari UU No. 50 Tahun 2009 tentang Pengadilan Agama. Akan tetapi pada kenyataanya pengadilan negeri pun melakukannya, masing-masing memiliki dasar akan tetapi dalam sistem perundang-undangan memiliki ketentuan yang berbeda dan tentunya harus ditaati. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dasar dari pengadilan negeri masih menerima permohonan pengangkatan anak bagi orang Islam dan taraf sinkronisasi perundang-undangan terkait kewenangan mengadili permohonan pengangkatan anak bagi orang Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif, berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pengadilan negeri masih menerima permohonan pengangkatan anak yang diajukan oleh orang yang beragama Islam berdasarkan dengan dasar SEMA No. 3 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Anak dan juga kepentingan yang terbaik untuk anak. Sedangkan Pengadilan Agama menggunakan dasar UU No 50 Tahun 2009 yang mana secara hukum memiliki kekuatan yang lebih tinggi. Disarankan Pengadilan Negeri tidak menerima pengangkatan anak bagi agama islam karenakan secara UU Pengadilan Agama yang memiliki atribusi dari UU tersebut.