Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EKONOMI KELEMBAGAAN SISTEM USAHATANI PADI DI INDONESIA BENNY RACHMAN; SUPRIYATI -; SUPENA -
SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 5, No. 2 Juli 2005
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana Jalan PB.Sudirman Denpasar, Bali, Indonesia. Telp: (0361) 223544 Email: soca@unud.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.784 KB)

Abstract

This study was conducted in five regencies/rural which covered both java and outside java.This objective of this study are to get knowledge about the effect of policy government’sincentive and analyze Profitability Of rice farming. This results have important implicationsfor Indonesia’s food policy, namely : (1) fertilizer market seem to be working well, ascharacterized by higher market competitiveness which increased efficiency, (2) in general, atfive case districts gabah – rice market is quite well, as reflected by smaller marketing marginwith a range 4 -6 % and restively competitive, (3) the performance at rice production costshowed that in both region have cooperative and competitive advantage to produce rice, forimport substitutions. In order to improve the welfare at rice farmers the following factorshould be taken into account, i.e. Input use balanced, reducing waste during harvest and postharvest,the improvement of gabah rendement, international improvement of input – outputmarket, to enchance farmers accesibility to land, capital and technology, and diversified thesource of household income, especially from off and non – agricultural activities.
Potensi Pengembangan Pupuk Organik Insitu Mendukung Percepatan Penerapan Pertanian Organik Valeriana Darwis; Benny Rachman
Forum penelitian Agro Ekonomi Vol 31, No 1 (2013): Forum Penelitian Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/fae.v31n1.2013.51-65

Abstract

EnglishOrganic fertilizer in-situ application is the beginning of organic farming. In-situ organic fertilizer raw materials can be obtained from straw and dung. National straw production is 30.4 million tons per year and cow’s dung production is 3.8 million tons per month. Technology for organic fertilizer production is simple, namely through stacking the straw and flipping it. Solid fertilizer organic fertilizer cost is Rp 417 per kg and that of liquid organic fertilizer is Rp 3,510 per liter. Accelerating organic farming implementation can be carried out through: (1)  use of straw, (2) sustainable cattle and livestock integration program, (3) price subsidy policy, (4) provision of organic fertilizer processing equipments, composting houses, and organic fertilizer processing units, and (5) standardization and labeling of farmers-produced organic fertilizer. IndonesianPemakaian pupuk organik in-situ di tingkat petani merupakan awal dalam mewujudkan pertanian organik. Bahan pupuk organik in-situ dapat diperoleh dari jerami dan kotoran hewan (kohe). Potensi jerami secara nasional dalam satu tahun sebesar 30,4 juta ton dan kohe sapi 3,8 juta ton per bulan. Teknologi membuat pupuk organik sangat sederhana yaitu dengan cara menumpuk dan membalik-baliknya. Biaya yang dikeluarkan dalam membuat satu kilogram pupuk organik padat sebesar Rp 417 dan Rp 3.510 per liter untuk pupuk organik cair. Percepatan implementasi pertanian organik dapat dilaksanakan melalui : (1) kebijakan pemakaian jerami secara bijak, (2) program integrasi sapi dan ternak secara berkelanjutan, (3) penerapan kebijakan subsidi harga pupuk organik yang lebih menarik, (4) memberikan bantuan pembuatan pupuk organik secara berjenjang dimulai dari pemberian alat pengolah pupuk organik, kemudian diteruskan ke pemberian Rumah Kompos dan terakhir ke pemberian unit pengolah pupuk organik, (dan 5) standarisasi dan pelabelan pupuk organik produksi petani.
Respons Petani Kedelai di Jawa Terhadap Perubahan Harga Benny Rachman
Forum penelitian Agro Ekonomi Vol 6, No 1 (1988): Forum Penelitian Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/fae.v6n1.1988.44-49

Abstract

IndonesianKajian ini menggunakan data sekunder yang menelaah deskripsi pengembangan kedelai nasional dan secara khusus menganalisis secara simultan aspek produksi, permintaan dan penawaran kedelai di pedesaan Jawa. Penemuan menarik dari telaahan ini ialah perubahan harga beras memberi pengaruh yang relatif kecil (nilai elastisitas silang -0,35), sedangkan perubahan pendapatan memberi pengaruh positip (nilai elastisitas pendapatan 0,39) terhadap permintaan kedelai. Di lain pihak luas lahan yang digunakan untuk tanaman kedelai di Jawa telah melampaui batas optimal. Implikasinya adalah peningkatan produksi kedelai nasional hendaknya ditekankan pada peningkatan usaha intensifikasi di Jawa, sedangkan usaha perluasan areal diarahkan untuk daerah di luar Jawa.
Penerapan Teknologi Pengendalian Hama Terpadu Pada Komoditas Perkebunan Rakyat ADANG AGUSTIAN; BENNY RACHMAN
Perspektif Vol 8, No 1 (2009): Juni 2009
Publisher : Puslitbang Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/p.v8n1.2009.%p

Abstract

ABSTRAKKajian  ini  dimaksudkan  untuk  mensintesis  tingkat implementasi dari introduksi teknologi pengendalian hama  terpadu (PHT)  pada  usahatani  perkebunan rakyat (kopi,  lada  dan  teh),  efektivitas  penerapan teknologi    PHT,    dan    menganalisis    perspektif keberlanjutan  teknologi  PHT.  Data  dan  informasi diperoleh dari berbagai hasil kajian terkait penerapan teknologi  PHT  perkebunan  rakyat.    Hasil  kajian menunjukkan  bahwa: (1)  Secara  umum  introduksi teknologi PHT relatif baik diterapkan oleh para petani perkebunan  rakyat,  meskipun  penerapannya  belum secara penuh karena terdapatnya kendala internal dan eksternal   yang   dihadapi   petani; (2)   Penerapan teknologi  PHT  pada  komoditas  perkebunan  rakyat masih  dapat  meningkatkan  keuntungan  usahatani yang relatif lebih tinggi dibanding dengan peningkatan biaya usahataninya, dan (3) Penerapan teknologi PHT dapat   berkelanjutan   apabila   didukung   dengan penyuluhan yang intensif menyangkut aspek teknis, manajemen dan pemasaran hasil.Kata kunci: Teknologi PHT, perkebunan rakyat, tingkat adopsi ABSTRACTThe Implementation of IPM Technology on Small Estate Farm CommoditiesThe   purpose   of   this   study   is   to   analyze   the implementation  level    of  introduced  technology  of Integrated  Pest Management  (IPM)  on  small estate farms (coffee, tea and pepper), effectiveness of the implementation of IPM technology, and analyze the perspective of the sustainability of IPM technology. Data and information obtained from  the results of various  studies  related  to  the  application  of  the technology  of  IPM  on  small  estate  farm.  Results showed  that: (1)  In  general  introduction  of  IPM technology is well applied by the farmers, although its application has not been fully adopted due to the internal and external constraints faced by farmers, (2) The application of  IPM technology on small estate commodities is profitable, and (3) The application of IPM technology can be sustained if it is supported with intensive counseling on technical and management, as well as product marketing. Key words: IPM technology, small estate farm, adoption
Penerapan Teknologi Pengendalian Hama Terpadu Pada Komoditas Perkebunan Rakyat ADANG AGUSTIAN; BENNY RACHMAN
Perspektif Vol 8, No 1 (2009): Juni 2009
Publisher : Puslitbang Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/p.v8n1.2009.%p

Abstract

ABSTRAKKajian  ini  dimaksudkan  untuk  mensintesis  tingkat implementasi dari introduksi teknologi pengendalian hama  terpadu (PHT)  pada  usahatani  perkebunan rakyat (kopi,  lada  dan  teh),  efektivitas  penerapan teknologi    PHT,    dan    menganalisis    perspektif keberlanjutan  teknologi  PHT.  Data  dan  informasi diperoleh dari berbagai hasil kajian terkait penerapan teknologi  PHT  perkebunan  rakyat.    Hasil  kajian menunjukkan  bahwa: (1)  Secara  umum  introduksi teknologi PHT relatif baik diterapkan oleh para petani perkebunan  rakyat,  meskipun  penerapannya  belum secara penuh karena terdapatnya kendala internal dan eksternal   yang   dihadapi   petani; (2)   Penerapan teknologi  PHT  pada  komoditas  perkebunan  rakyat masih  dapat  meningkatkan  keuntungan  usahatani yang relatif lebih tinggi dibanding dengan peningkatan biaya usahataninya, dan (3) Penerapan teknologi PHT dapat   berkelanjutan   apabila   didukung   dengan penyuluhan yang intensif menyangkut aspek teknis, manajemen dan pemasaran hasil.Kata kunci: Teknologi PHT, perkebunan rakyat, tingkat adopsi ABSTRACTThe Implementation of IPM Technology on Small Estate Farm CommoditiesThe   purpose   of   this   study   is   to   analyze   the implementation  level    of  introduced  technology  of Integrated  Pest Management  (IPM)  on  small estate farms (coffee, tea and pepper), effectiveness of the implementation of IPM technology, and analyze the perspective of the sustainability of IPM technology. Data and information obtained from  the results of various  studies  related  to  the  application  of  the technology  of  IPM  on  small  estate  farm.  Results showed  that: (1)  In  general  introduction  of  IPM technology is well applied by the farmers, although its application has not been fully adopted due to the internal and external constraints faced by farmers, (2) The application of  IPM technology on small estate commodities is profitable, and (3) The application of IPM technology can be sustained if it is supported with intensive counseling on technical and management, as well as product marketing. Key words: IPM technology, small estate farm, adoption