This Author published in this journals
All Journal Zuriat
A. Susanto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SKRINING PENDAHULUAN UNTUK RESISTENSI TERHADAP HAMA GUDANG PADA HIBRIDA JAGUNG SILANG TUNGGAL DAN SILANG TIGA D. Ruswandi; M. Firman; , Sumeno; S. Robles-Ruswandi; N. Rostini; A. Susanto
Zuriat Vol 18, No 1 (2007)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v18i1.6750

Abstract

Kumbang bubuk jagung merupakan salah satu hama penting pada jagung di gudang terutama di daerah tropis. Penggunaan varietas resisten adalah suatu metode pengendalian kumbang bubuk jagung yang efektif, efisien serta bersahabat dengan lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat resistensi genotipegenotipe jagung Single cross dan Three way cross terhadap Sitophylus zea-mais Motch dan untuk mengetahui variabilitas dan heritabilitasnya pada karakter kerusakan benih dan kehilangan bobot benih. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Entomologi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran dari bulan Agustus 2004 sampai November 2004. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok, terdiri dari dua set populasi percobaan yakni 27 genotip Single cross dan 34 genotip Three way cross. Genotip-genotip jagung pada tiap set sebagai perlakuan serta masing-masing dengan tiga ulangan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa dari populasi hibrida Single cross yang diuji diperoleh 2 genotipe sangat resisten yaitu Ki-3 dan MR-10, 12 genotipe resisten, 12 genotipe agak resisten dan 1 genotipe rentan. Adapun untuk genotipe-genotipe Three way cross diperoleh delapan genotipe resisten, 25 genotipe agak resisten dan satu genotipe rentan. Variabilitas fenotipik, populasi hibrida Single cross maupun Three way cross untuk karakter kerusakan benih dan kehilangan bobot adalah luas. Nilai duga heritabilitas untuk karakter-karakter yang diuji baik pada Single cross dan Three way cross adalah rendah.
Analisis Resistensi Jagung Terhadap Hama Gudang (Sitophilus zea-mays) Berdasarkan Metoda Diallel II Nurlita Apriliyani; Anggia Eka Putri; A. Susanto; N. Rostini; D. Ruswandi
Zuriat Vol 20, No 1 (2009)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v20i1.6649

Abstract

Evaluasi daya gabung umum (DGU) dan daya gabung khusus (DGK) merupakan tahapan penting dalam perakitan hibrida jagung resisten terhadap hama gudang. Tahapan ini diperlukan untuk mengidentifikasi kombinasi tetua yang akan menghasilkan turunan yang resisten terhadap hama gudang. Percobaan dengan tujuan untuk mengidentifikasi galur-galur DR yang memiliki daya gabung yang resistensi yang baik dan menyeleksi hibrida DR yang memiliki DGK serta efek heterosis resistensi terhadap hama gudang yang tinggi telah dilaksanakan di Lab. Entomologi jurusan Hama Penyakit Tumbuhan (HPT), Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang. Materi genetik yang diuji adalah dua puluh delapan hibrida jagung DR Unpad dan delapan tetua jagung DR. Analisis daya gabung resistensi terhadap hama gudang dilakukan dengan menggunakan metode griffing II. Adapun gejala heterosis dihitung mengikuti Fehr. Materi genetik tersebut disusun dalam suatu rancangan acak kelompok yang terdiri dari dua puluh delapan hibrida silang tunggal beserta delapan galur tetua DR yang diulang tiga kali. Hama gudang yang digunakan berasal dari perbanyakan imago S. zea-mays Motsch. yang memiliki ukuran dan umur seragam. Hasil penelitian menunjukan bahwa Galur DR # 8 merupakan penggabung umum yang baik untuk semua komponen resistensi. Sedangkan berdasarkan analisis DGK sepuluh hibrida terbaik yaitu hibrida #4 x #5, #1 x #10, #7 x #8, #4 x #8, #7 x #10, #4 x #9, #1 x #2, #8 x #9, #2 x #8, dan #2 x #7. Nilai heterosis tertinggi untuk semua komponen resistensi adalah pada kombinasi persilangan #5 x #7, #7 x #10, #8 x #9, #4 x #7, #1 x #2. Berdasarkan skoring terdapat beberapa hibrida yang memiliki kriteria sangat tahan yaitu: hibrida #2 X #8, #4 X #8, #5 X #8, #7 X #8 dan #9 X #10.