Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDIDIKAN KESEHATAN DALAM MENGURANGI KECEMASAN PASIEN PRA BEDAH DI INSTALASI RAWAT INAP BEDAH RUMAH SAKIT UMUM PUSAT Dr. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG Kardewi Kardewi
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 3, No 1 (2017): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2017
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.842 KB)

Abstract

Prosedur pembedahan akan memberikan reaksi emosional bagi pasien seperti kecemasan preoperasi. Kecemasan pasien praoperasi dapat disebabkan oleh ancaman kematian, kemungkinan cacat, rasa cemas atau takut pada nyeri luka pasca operasi, takut akan anastesi, bahkan cemas atau takut pada bahaya komplikasi pasca operasi. Salah satu tindakan untuk mengurangi tingkat kecemasan adalah dengan cara mempersiapkan mental dari pasien. Persiapan mental tersebut salah satunya dapat dilakukan melalui pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan diketahuinya pengaruh pendidkan kesehatan dalam mengurangi kecemasan pasien para bedah di IRNA Bedah RSUP Dr. Mohammad Hoesin. Jenis penelitian ini termasuk kedalam pre– eksperiment (quasi eksperiment) dengan rancangan static – group comparison. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah responden 30 orang. Alat pengumpul data berupa kuesioner yang terdiri dari data umum dan 14 pertanyaan yang berkaitan dengan variabel kecemasan menurut Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil penelitian ini diolah dan dianalisa secara univariat dan bivariat (Uji Independet Sample t Test, dengan nilai ά = 0,05). Hasil penelitian melalui uji statistik dengan menggunakan Independent Sample t Test diperoleh nilai ά = 0,001 < ά = 0,05, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang bermakna rata-rata skor kecemasan pasien yang mendapat pendidikan kesehatan dengan pasien yang tidak diberi pendidikan kesehatan. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pemberian pendidikan kesehatan bagi pasien yang akan menjalani proses pembedahan efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien prabedah. Disarankan hendaknya petugas kesehatan terutama perawat agar dapat mengurangi kecemasan pasien praoperasi, dengan melakukan persiapan psikologis secara rutin, terencana dan efektif. Pemberian pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarga pasien dalam hal penjelasan tentang segala sesuatu yang akan dijalani baik sebelum maupun sesudah operasi.
TINDAKAN NON FARMAKOLOGI RELAKSASI BENSON DALAM MENGATASI GANGGUAN TIDUR PADA PASIEN LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA WARGA TAMA INDRALAYA TAHUN 2016 Kardewi Kardewi
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan oleh lansia untuk meningkatkan kesejahteraannya adalah dengan memenuhi kebutuhan dasarnya. Salah satu kebutuhan dasar tersebut adalah kebutuhan tidur dan istirahat. Akan tetapi, sekitar 50% lansia mengalami insomnia atau sulit tidur. Insomnia pada lansia dapat diatasi dengan cara non farmakologi yang salah satunya adalah dengan relaksasi Benson. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh relaksasi Benson dalam mengatasi gangguan tidur pada pasien lanjut usia di Panti Sosial Tresna Werdha Warga Tama Indralaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre Experimental Design tanpa kelompok kontrol dengan metode pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 100 orang dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia yang ada di Panti Sosial Tresna Werdha Warga Tama Indralaya yang telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sejumlah 31 responden, penelitian dilakukan pada tanggal 14-28 Januari 2016. Tingkat insomnia diukur dengan kuesioner sebelum dan sesudah diberi relaksasi Benson. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode Uji-t. Simpulan: bahwa relaksasi benson secara signifikan mempengaruhi insomnia pada lansia. Uji statistik yang digunakan adalah Uji-t “Paired Sample Test” dengan tingkat kepercayaan 95% atau α = 0,05 (p = 0,000). Berdasarkan penelitian ini, maka peneliti menyarankan kepada perawat untuk mengaplikasikan relaksasi Benson dengan benar dalam mengurangi insomnia pada lansia
EFEKTIVITAS SENAM KAKI DIABETIK MENGGUNAKAN KORAN TERHADAP SENSITIVITAS KAKI PADA PASIEN DIABETES MELITUS DIRUANG PERAWATAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Apriani Apriani; Abu Bakar; Yofa Anggriani Utama; Kardewi Kardewi
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 18, No 1 (2026): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v18i1.1671

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus dapat menyebabkan kerusakan pada saraf perifer. Komplikasi yang ditimbulkan berupa penurunan sensitivitas kaki. Pasien sering tidak merasakan rangsangan pada kaki sehingga beresiko terjadinya luka atau ulkus. Tujuan: Mengetahui pengaruh senam kaki diabetik dengan menggunakan  koran terhadap sensitivitas kaki pada pasien Diabetes melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Eksperimental One Group Pretest Posttest Design, alat pengumpulan data berupa lembar observasi penilaian sensitivitas kaki dan SOP Senam  kaki. Populasi penelitian adalah pasien diabetes melitus yang di rawat di ruangan perawatan dengan jumlah sampel sebanyak 47 orang yang diambil dengan menggunakan tehnik purposive sampling dan analisa data dilakukan dengan menggunakan uji paired sample t-Test. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Palembang Bari pada tanggal 12 Januari samapai 17 Januari 2026. Hasil: Nilai sensitivitas kaki pasien minimal 1 dan maksimal 10. Sensitivitas kaki sebelum dilakukan senam kaki nilai mean 5.17 dengan standar deviasi sebesar 2.151, sedangkan sensitivitas kaki setelah dilakukan senam kaki nilai mean meningkat menjadi 6.49 dengan standar deviasi sebesar 3.031. Uji paired sample t-Test didapatkan nilai P = 0.005. Saran: Diharapkan pengukuran sensitivitas kaki dan senam kaki dapat di terapkan di ruangan perawatan untuk mencegah atau mengurangi terjadinya komplikasi pada kaki pasien diabetes melitus. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Sensitivitas Kaki, Senam Kaki Diabetik,