Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS KADAR Hb PADA PEKERJA PROYEK LAPANGAN Efri Wahyu Ningsih; Rima Septiani
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 4: Agustus 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.396 KB) | DOI: 10.36729/jam.v4i1.237

Abstract

Latar belakang: Aktifitas fisik yang dilakukan oleh seseorang dapat berpengaruh terhadap kadar hemoglobin dalam tubuh. Salah satu pekerjaan dengan aktifitas fisik sedang sampai berat ialah pzekerja proyek lapangan  dibidang produksi tiang pancang atau paku bumi. Tujuan: untuk mengetahui gambaran kadar Hb pada Pekerja Proyek Lapangan berdasarkan usia dan lama bekerja. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi pada penelitian berjumlah 30 orang dengan sampel penelitian berjumlah 28 orang. Metode pemeriksaan hemoglobin yang digunakan adalah metode sahli. Waktu penelitian telah dilaksanakan pada bulan April-Juni 2018, Analisa Data yang digunakan adalah univariat. Hasil:  Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan 29% kadar Hb tidak normal. Berdasarkan usia, untuk dewasa muda nilai hemoglobin yang tidak normal sebanyak 24%. Untuk usia dewasa nilai hemoglobin tidak normal sebanyak 43%. Berdasarkan lama bekerja, untuk kategori lama ≥10 tahun, nilai hemoglobin yang tidak normal sebanyak 50%. Untuk kategori baru<10 tahun, yang tidak normal sebanyak 27%. Saran: Untuk Pekerja Proyek Lapangan harus mengontrol aktifitas fisik yang dilakukan dan memperhatikan waktu istirahat.Kata kunci : Hemoglobin, Pekerja Lapangan, Hb Sahli
HUBUNGAN LAMA MEROKOK DAN FREKUENSI MEROKOK DENGAN KADAR HEMOGLOBIN (Hb) PADA PEROKOK AKTIF Rima Septiani
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 14, No 1 (2022): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v14i1.809

Abstract

Latar Belakang: Lama merokok dan frekuensi merokok dapat memberikan efek akut maupun kronis, salah satunya pada fungsi dalam darah yaitu dapat menurunkan kadar hemoglobin. Tujuan: Mengetahui bagaimanakah hubungan frekuensi merokok dengan kadar hemoglobin pada perokok aktif di lingkungan Kelurahan X Kota Palembang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Waktu penelitian dilaksanakan bulan Mei- Juni tahun 2021.Populasi pada penelitian ini yaitu 45 orang. Sampel yang berjumlah 31 orang dengan menggunakan kuesioner, Hb meter digital. Teknik analisis data menggunakan uji statistik korelasi Rank Spearman. Hasil: Gambaran kadar hemoglobin menunjukkan bahwa sebesar (48,4%) responden penelitian dengan kadar Hb normal yang artinya sebagian besar responden dalam penelitian ini memiliki kadar Hb yang tidak normal yaitu (51,6%). Sebagian besar usia dewasa (29%),  lansia (71%), lama merokok < 10 tahun (22,6%), lama merokok ≥ 10 tahun (77,4%), perokok ringan (41,9%), perokok sedang (35,5%), dan perokok berat 22,6%). Hasil analisis didapatkan ada hubungan yang bermakna antara lama merokok dengan kadar hemoglobin (p=0,024, r=403) dan ada hubungan yang bermakna antara frekuensi merokok dengan kadar hemoglobin (p=0,005, r=0,487). Semakin banyak frekuensi merokok dan lama merokok maka kadar hemoglobin semakin rendah. Saran : Dengan bertambahnya pengetahuan dampak merokok terutama komponen dalam darah, maka pada perokok diharapkan dapat mengurangi dalam mengkonsumsi rokok. Kata Kunci: Hemoglobin, Frekuensi Merokok, Lama Merokok
ANALISIS KADAR Hb PADA PEKERJA PROYEK LAPANGAN Efri Wahyu Ningsih; Rima Septiani
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 4: Agustus 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v4i0.974

Abstract

Latar belakang: Aktifitas fisik yang dilakukan oleh seseorang dapat berpengaruh terhadap kadar hemoglobin dalam tubuh. Salah satu pekerjaan dengan aktifitas fisik sedang sampai berat ialah pzekerja proyek lapangan  dibidang produksi tiang pancang atau paku bumi. Tujuan: untuk mengetahui gambaran kadar Hb pada Pekerja Proyek Lapangan berdasarkan usia dan lama bekerja. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi pada penelitian berjumlah 30 orang dengan sampel penelitian berjumlah 28 orang. Metode pemeriksaan hemoglobin yang digunakan adalah metode sahli. Waktu penelitian telah dilaksanakan pada bulan April-Juni 2018, Analisa Data yang digunakan adalah univariat. Hasil:  Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan 29% kadar Hb tidak normal. Berdasarkan usia, untuk dewasa muda nilai hemoglobin yang tidak normal sebanyak 24%. Untuk usia dewasa nilai hemoglobin tidak normal sebanyak 43%. Berdasarkan lama bekerja, untuk kategori lama ≥10 tahun, nilai hemoglobin yang tidak normal sebanyak 50%. Untuk kategori baru<10 tahun, yang tidak normal sebanyak 27%. Saran: Untuk Pekerja Proyek Lapangan harus mengontrol aktifitas fisik yang dilakukan dan memperhatikan waktu istirahat.Kata kunci : Hemoglobin, Pekerja Lapangan, Hb Sahli
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Stress Kerja pada Pekerja di PT X Kota Palembang Susi Wati; Lisneni Dewi; Rima Septiani
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.42

Abstract

Stres kerja merupakan perasaan tertekan yang dialami karyawan akibat ketidakseimbangan antara karakteristik individu dengan tuntutan pekerjaan serta lingkungan kerjanya, yang berdampak pada perilaku, kondisi fisik, dan psikologis karyawan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dan dilaksanakan di PT X Palembang. Populasi dalam penelitian ini sama dengan jumlah sampel pekerja di Unit Operasi PT X, yaitu 36 orang pegawai. Sampel diambil menggunakan Total Sampling, dan analisis statistik dilakukan dengan uji Continuity Correction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji Continuity Correction, terdapat hubungan antara usia dengan stres kerja (nilai P = 0.012), pendidikan dengan stres kerja (nilai P = 0.021), dan masa kerja dengan stres kerja (nilai P = 0.001). Kesimpulannya, terdapat hubungan signifikan antara usia, pendidikan, dan masa kerja dengan stres kerja. Saran yang diberikan meliputi upaya untuk mengurangi tingkat stres kerja karyawan dan meningkatkan kepuasan kerja, serta memperhatikan penyebab stres seperti pembagian beban kerja yang adil dan penambahan alat produksi agar waktu kerja tidak terlalu mendesak. Hal ini diharapkan dapat membantu karyawan dalam mengontrol emosi mereka dan meningkatkan kinerja mereka secara keseluruhan.
Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja di PT. Semen Baturaja Tbk Pabrik Palembang Tahun 2024 Rama Talina; Rima Septiani; Lisneni Dewi
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.112

Abstract

Kelelahan kerja merupakan salah-satu masalah yang penting untuk ditanggulangi, karena kelelahan kerja dapat mengakibatkan kondisi kesehatan menurun yang akan mengakibatkan turunnya produktivitas kerja serta dapat terjadinya kecelakaan kerja. Kelelahan kerja adalah salah satu permasalahan kesehatan dan keselamatan kerja yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya kecelakaan pada saat bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi menganalisis faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja di PT X, Tbk Pabrik Palembang Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini seluruh populasi yang berjumlah 30 responden. analisis ini menggunakan metode chic- square analisis univariat dan bivariat. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,563), masa kerja (p=0,563), dengan kelelahan kerja pada pekerja sedangkan IMT (p=0,004), terdapat hubungan yang signifikan terhadap kelelahan kerja. karena memiliki taraf signifikansi (p=0,004). Sarannya diharapkan pekerja Memperhatikan kondisi tubuh ketika melakukan aktivitas kerja sehari-hari, yang harus terkoordinasi antara beban kerja dan efisiensi kerja supaya tidak memicu terjadinya kelelahan saat kerja. Membiasakan pekerja melakukan peregangan otot di sela-sela pekerjaan atau saat beristirahat agar peredaran darah stabil sehi