Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS LAJU ENDAP DARAH PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU Klara Nur Kasih; Nur Afni Sulastina
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 4: Agustus 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.224 KB) | DOI: 10.36729/jam.v4i1.232

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis paru merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan bakteri berbentuk batang (basil) dengan nama lain Mycrobacterium Tuberkulosis. Laju endap darah merupakan kecepatan mengendapnya eritrosit dari suatu sampel darah yang diperiksa dalam suatu alat tertentu yang dinyatakan dalam mm/jam. Tujuan: Diketahuinya distribusi frekuensi hasil pemeriksaan LED pada pasien Tuberkulosis. Metode: Penelitian destriptif dengan sampel berjumlah 37 orang yang diambil secara purposif sampling. Waktu penelitian pada bulan Mei-Juni 2018, Pemeriksaan LED menggunakan metode westegreen. Analisa data yang digunakan adalah univariat. Hasil: Dari hasil analisis yang didapatkan pada pasien Tuberkulosis hasil normal adalah 0% dan hasil tidak normal sebanyak 100%. Pada kelompok jenis kelamin adalah laki-laki sebanyak 57% sampel dengan hasil pemeriksaan tidak normal sebanyak 100%, pada kelompok perempuan sebanyak 43% dengan hasil tidak normal sebanyak 100%. Dan pada kelompok umur adalah dewasa sebanyak 54% dengan hasil tidak normal sebanyak 100%, pada kelompok umur lansia sebanyak 46% dengan hasil pemeriksaan tidak normal 100%. Saran: Disarankan bagi pasien Tuberkulosis dengan LED tinggi hendaknya melakukan pemeriksaan lanjutan guna untuk memantau perjalanan penyakit. Kata Kunci : LED, Tuberkulosis
ANALISIS JAMUR KONTAMINAN PADA ROTI TAWAR YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL Nur Afni Sulastina
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 5, No 1: Februari 2020 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v5i1.318

Abstract

Latar belakang: Pangan merupakan kebutuhan dasar yang paling esensial bagi kelangsungan hidup manusia, salah satunya adalah roti tawar yang sering digunakan sebagai menu sarapan pagi sebagian masyarakat Indonesia. Roti tawar bisa dikonsumsi biasanya tidak dapat tahan lebih dari 7 hari, bahkan ada yang hanya 3 hari. Kontaminasi jamur pada makanan dapat menyebabkan kerusakan, terutama pada saat penyimpanan yang salah satunya Aspergillus sp merupakan spesies yang telah menyebar luas, karena spora jamur yang mudah disebarkan oleh angin, mudah tumbuh pada bahan-bahan pangan. Adanya mikroorganisme yang tumbuh di suatu bahan pangan sangat berpengaruh terhadap penurunan kualitas produknya. Tujuan: Diketahuinya keberadaan jamur Aspergillus sp pada roti tawar yang dijual di Pasar Tradisional. Metode: Penelitian yang digunakan adalah deskriptif, dan sampel berjumlah 16 roti tawar di pasar tradisional dengan teknik samplingnya menggunakan purposive sampling. Waktu penelitian pada bulan Maret-Juni 2018, Metode pemeriksaan dengan cara isolasi jamur Aspergillus sp dengan media Sabaroud Dextrose Agar (+). Hasil: Dari 16 sampel yang diteliti, didapatkan 1 sampel (6,2%) roti tawar yang positif ditemukan jamur Aspergillus sp dan 15 sampel (93,8%) yang negatif. Saran: Diharapkan masyarakat akat sebagai konsumen sebelum membeli roti tawar agar lebih teliti serta memperhatikan kualitas dan kebersihan roti tawar yang akan dikonsumsi serta prosuden roti agar menambah waktu kadaluwarsa pada produk rotinya. Kata kunci : Aspergillus sp, Roti Tawar, Isolasi Jamur
ANALISIS RHODAMIN B PADA LIPSTIK YANG DI JUAL DI BEBERAPA PASAR TRADISIONAL Nur Afni Sulastina; Melly Fitri
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 14, No 1 (2022): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v14i1.815

Abstract

Latar Belakang: Rhodamin B ditetapkan sebagai salah satu zat pewarna berbahaya oleh Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri Kesehatan No.239/MenKes/Per/V/1985 dan sesuai Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan No.18 tahun 2015 tentang kosmetik, beberapa zat warna dilarang penggunaannya dalam sediaan kosmetik termasuk lipstik, antara lain Rhodamin B. Rhodamin B menyebabkan iritasi serta memberikan efek buruk pada bibir. Tujuan: Diketahuinya Rhodamin B pada lipstik yang dijual di beberapa pasar tradisional berdasarkan warna, tekstur dan harga. Metode: Desain penelitian adalah deskriptif, tempat penelitian di 5 pasar tradisional, waktu penelitian bulan Maret-Mei 2021, 35 sampel lipstik dengan teknik samplingnya menggunakan purposive sampling, metode pemeriksaan dengan cara kromatografi kertas. Hasil: Dari 35 sampel yang diteliti, didapatkan 1 sampel (2,9%) lipstik positif Rhodamin B dan 34 sampel (97,1%) negatif Rhodamin B, berdasarkan warna lipstik didapatkan 1 sampel (2,9%) lipstik merah terang positif Rhodamin B dengan p value = 1,000 dan OR 0,944, berdasarkan tekstur lipstik didapatkan 1 sampel (2,9%) tekstur cair Rhodamin B dengan p value = 0,296 dan OR 0,941, dan berdasarkan harga lipstik didapatkan 1 sampel (2,9%) lipstik harga Rp.16.000-Rp.30.000 positif Rhodamin B p value = 1,000 dan nilai OR 1,050. Saran: Diharapkan masyarakat agar lebih teliti memperhatikan kualitas produk lipstik yang digunakan dan tidak terpengaruh seperti harga lipstik, warna mencolok serta untuk Dinas kesehatan dan BPOM memberi penyuluhan ke pedagang kosmetika untuk menjual kosmetika yang memiliki Nomor Produk Kosmetik terdaftar di BPOM, memberi informasi bahaya Rhodamin B bagi kesehatan. Kata Kunci: Rhodamin B, Lipstik, Kromatografi
ANALISIS LAJU ENDAP DARAH PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU Klara Nur Kasih; Nur Afni Sulastina
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 4: Agustus 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v4i0.970

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis paru merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan bakteri berbentuk batang (basil) dengan nama lain Mycrobacterium Tuberkulosis. Laju endap darah merupakan kecepatan mengendapnya eritrosit dari suatu sampel darah yang diperiksa dalam suatu alat tertentu yang dinyatakan dalam mm/jam. Tujuan: Diketahuinya distribusi frekuensi hasil pemeriksaan LED pada pasien Tuberkulosis. Metode: Penelitian destriptif dengan sampel berjumlah 37 orang yang diambil secara purposif sampling. Waktu penelitian pada bulan Mei-Juni 2018, Pemeriksaan LED menggunakan metode westegreen. Analisa data yang digunakan adalah univariat. Hasil: Dari hasil analisis yang didapatkan pada pasien Tuberkulosis hasil normal adalah 0% dan hasil tidak normal sebanyak 100%. Pada kelompok jenis kelamin adalah laki-laki sebanyak 57% sampel dengan hasil pemeriksaan tidak normal sebanyak 100%, pada kelompok perempuan sebanyak 43% dengan hasil tidak normal sebanyak 100%. Dan pada kelompok umur adalah dewasa sebanyak 54% dengan hasil tidak normal sebanyak 100%, pada kelompok umur lansia sebanyak 46% dengan hasil pemeriksaan tidak normal 100%. Saran: Disarankan bagi pasien Tuberkulosis dengan LED tinggi hendaknya melakukan pemeriksaan lanjutan guna untuk memantau perjalanan penyakit. Kata Kunci : LED, Tuberkulosis