Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG BALITA USIA 3-5 TAHUN PADA PAUD TAHUN 2020 Wita Solama; Meita Hipson
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 1: Februari 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i1.562

Abstract

Latar Belakang: Sekitar 16% dari anak usia di bawah lima tahun (balita) Indonesia mengalami gangguan perkembangan saraf dan otak mulai ringan sampai berat, setiap dua dari 1.000 bayi mengalami gangguan perkembangan motorik serta satu dari 100 anak mempunyai kecerdasan kurang dan keterlambatan bicara. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tumbuh balita usia 3-5 tahun di PAUD Lingkungan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Palembang Ilir Timur I Tahun 2020. Metode: Menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pedekatan cross sectional. Jumlah sampel yaitu Orang tua (Ayah/Ibu) atau Walisiswa sebanyak 85 respoden dan siswa PAUD Lingkungan PD Aisyiyah Kota Palembang (anaknya usia 3-5 tahun) sebanyak 85 responden. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan cara simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari–November 2020. Hasil: Diketahui distribusi frekuensi responden tumbuh kembang normal  54 responden (63,5%), status gizi normal 55 responden (64,7%),pengetahuan baik 58 responden (68,2%), pendidikan tinggi 53 responden (62,4%), status ekonomi tinggi 52 responden (61,2%). Ada hubungan status gizi (p value = 0,036), pengetahuan p value = 0,035), pendidikan (p value = 0,016), status ekonomi (p value = 0,003) dengan tumbuh kembang anak balita usia 3-5 tahun di PAUD Lingkungan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Palembang. Saran: Diharapkan menjadi masukandalam meningkatkan tumbuh kembang yang optimal dan normal sesuai dengan usia anak balita. Kata Kunci      : Deteksi Dini, Tumbuh Kembang
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN IBU TIDAK MEMILIH ALAT KONTRASEPSI IUD Sri Handayani; Meita Hipson; Wita Solama
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 14, No 1 (2022): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v14i1.823

Abstract

Latar Belakang: Salah satu program keluarga berencana merupakan IUD. IUD (Intra Uterin Devices) merupakan alat kontrasepsi kecil dari bahan plastik yang dimasukan kedalam rahim dengan menjepit kedua saluran yang menghasilkan indung telur sehingga tidak terjadi pembuahan. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ibu tidak memilih alat kontrasepsi IUD. Metode: Penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil secara simple random sampling berjumlah 95 ibu yang menggunakan alat kontrasepsi kecuali IUD dan berada di wilayah kerja BPM Hj. Zuniawati Palembang. Penelitian ini pada bulan Oktober 2019-January 2020. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dan pekerjaan dengan ibu tidak memilih alat kontrasepsi IUD dengan p value pendidikan (0,024) pekerjaan (0,016), sedangkan tidak terdapat hubungan antara usia dengan ibu tidak memilih alat kontrasepsi IUD dengan p value (0,328). Saran: Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan agar para petugas di BPM Hj. Zuniawati Palembang dapat memberikan penyuluhan tentang alat kontrasepsi IUD, sehingga ibu dapat memilih alat kontrasepsi IUD. Kata Kunci: Kontrasepsi IUD, Pekerjaan, Pendidikan, Usia
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSALINAN NORMAL Meita Hipson; Erik Kusmira Anggraini
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 13, No 2 (2021): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v13i2.747

Abstract

Latar Belakang: Persalinan normal adalah pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun janin. Faktor risiko yang diperkirakan berhubungan dengan persalinan normal adalah usia ibu, paritas, usia kehamilan, dan jarak kehamilan.Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan persalinan normal di BPM Mitra Mulya Banyuasin Tahun 2018-2019. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan retrospektif. Populasi  dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin normal di BPM Mitra Mulya Banyuasin Tahun 2018-2019 berjumlah 104 responden dan sampelnya berjumlah 83 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling. Penelitian dilakukan pada November 2020-Januari 2021. Data diolah secara analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis data menggunakan uji statistik parametrik dengan menggunakan korelasi pearson product moment. Hasil: Diperoleh nilai koefisien korelasi (rxy)sebesar 0,000 dan nilai p 0,001 < α 0,05. Hubungan usia ibu dengan persalinan normal  menunjukkan hubungan yang lemah dan berpola positif yang artinya usia ibu < 20 tahun dan > 35 tahun akan mengalami risiko tinggi dalam persalinan. Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan yang signifikan antara persalinan normal dengan usia ibu. Saran: Diharapkan petugas kesehatan dapat melibatkan keluarga/suami untuk mendampingi ibu pada saat proses persalinan. Kata Kunci: Usia, Paritas, Umur Kehamilan, Jarak Kehamilan, Persalinan Normal
KEJADIAN PREEKLAMPSIA BERAT BERDASARKAN USIA, PARITAS DAN PENDIDIKAN IBU Meita Hipson; Musriah Musriah
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 12, No 2 (2020): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v12i2.504

Abstract

Latar belakang: Preeklampsia berat merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. Preeklampsia berat ditandai dengan timbulnya tekanan darah tinggi 160/110 mmHg disertai proteinuria dan edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih. Tujuan: untuk diketahui hubungan antara usia, paritas dan pendidikan ibu dengan kejadian preeklampsia berat di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang tahun 2019. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang datang ke ruang kebidanan dari bulan Januari sampai  Oktober 2019 berjumlah 1528 ibu hamil. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari ibu hamil di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2019. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang pada tahun 2019. Hasil: Dari hasil analisa univariat didapatkan ibu yang tidak mengalami preeklampsia berat (72,6%) . Usia ibu yang beresiko rendah (64,7%) lebih banyak dibandingkan dengan usia ibu yang beresiko tinggi. Paritas ibu dengan paritas rendah (64,4%) lebih banyak dibandingkan dengan ibu paritas tinggi. Ibu dengan pendidikan rendah (54,9%) lebih banyak dibandingkan dengan ibu yang berpendidikan tinggi. Dari hasil analisa bivariat didapatkan ada hubungan antara usia ibu dengan kejadian preeklampsia berat (p value = 0,000). Ada hubungan antara paritas ibu dengan kejadian preeklampsia berat (p value = 0,001).  Ada hubungan antara  pendidikan ibu dengan kejadian preeklampsia berat (p value = 0,001). Saran: Diharapkan pada pihak Rumah Sakit dalam pelayanan antenatal care pada ibu hamil dapat memberikan edukasi mengenai pentingnya pola hidup sehat, serta mengenali faktor resiko preeklampsia pada pasien dan mencegah terjadinya preeklampsia. Kata kunci       : Usia, Paritas, Pendidikan, Preeklampsia Berat
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR Sri Handayani; Meita Hipson
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 15, No 1 (2023): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v15i1.1075

Abstract

Latar Belakang : Asfiksia neonatorum adalah kegagalan napas secara spontan dan teratur pada saat lahir atau beberapa saat setelah saat lahir yang ditandai dengan hipoksemia, dan asidosis. Istilah neonatorum digunakan karena asfiksia ini terjadi pada neonatus. Sering dikenal pasti apabila bayi tidak segera menangis sesudah lahir. Tujuan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum pada bayi baru lahir di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2020. Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif, Jenis sampel yang digunakan adalah dengan teknik simple random sampling, dengan sampel penelitian sebanyak 81 bayi. Data penderita yang menderita asfiksia neonatorum dari rekam medis yang dirawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2020. Hasil: Berdasarkan hasil analisis univariat, dari 81 bayi didapatkan umur ibu berisiko rendah, berdasarkan umur kehamilan, dan yang di dapatkan berdasarkan berat badan lahir pada bayi. Berdasarkan hasil yang didapat terdapat tidak ada hubungan yang bermakna antara kejadian asfiksia dengan umur ibu dengan nilai p value (0,424), dan terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian asfiksia dengan umur kehamilan dengan nilai p value (0,000) dan juga terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian asfiksia dengan berat bayi baru lahir dengan nilai p value (0,000). Saran : Diharapkan ibu hamil sebaiknya memeriksakan kehamilannya secara rutin, sehingga bisa memantau perkembangan janin Kata Kunci:  Asfiksia, Bayi Baru Lahir, Umur Ibu, Umur  Kehamilan