Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Tapak Dara (Catharantus roseus (L.) G. Don.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa Selvia Indri Pratiwi Dwijayanti; Guruh Sri Pamungkas
Biomedika Vol 9 No 2 (2016): Jurnal Biomedika
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.051 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v9i2.210

Abstract

Tingkat mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, dapat memicu peningkatan potensi kecelakaan sehingga berakibat terjadinya luka. Luka tersebut jika tidak dirawat dengan benar maka akan sangat rentan mengalami infeksi kulit. Infeksi kulit umumnya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Seiring dengan perkembangan teknologi, tanaman Tapak Dara (Catharantus roseus (L.) G. Don.) sekarang ini mulai diminati sebagai alternatif antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun Tapak Dara (Catharantus roseus (L.) G. Don ) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa dan mengetahui konsentrasi yang mempunyai daya hambat terbesar. Daun Tapak Dara diperoleh dari Desa Ngumpen, Karangpandan, Jawa Tengah. Daun yang digunakan adalah daun berwarna hijau dan masih segar, tidak terkena hama serta saat tanaman mulai berbunga. Sebanyak 200g serbuk daun Tapak Dara diekstraksi dengan metode perkolasi dengan pelarut etanol 70%. Perkolat kemudian ditambahkan Aquadest steril dan dibuat seri konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa secara difusi. Data diameter daya hambat dianalisis uji Anova 2 arah (Two Way Anova) dan diuji lanjut dengan uji SNK (Student- Newman- Keulis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Tapak Dara mempunyai aktivitas antibakteri yang sama terhadap bakteri Staphylococcus aureus maupun Pseudomonas aeruginosa. Ekstrak daun Tapak Dara (Catharantus roseus (L.) G. Don ) padakonsentrasi 100% mempunyai aktivitas antibakteri paling baik terhadap Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa dengan diameter zona hambat sebesar 26,67 mm dan 25,67mm.
PERSENTASE BAGIAN KARKAS DAN NON KARKAS BROILER DENGAN RANSUM YANG MENGANDUNG LUMPUR DIGESTAT KOTORAN AYAM PETELUR HASIL FERMENTASI KAPANG Aspergillus niger Guruh Sri Pamungkas
Biomedika Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Biomedika
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.56 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v6i1.244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan berupa hasil fermentasi lumpur digester dari kotoran ayam petelur dengan menggunakan kapang Aspergillus niger sebagai fermentornya pada ransum ayam broiler. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 kali ulangan dimana tiap- tiap ulangan berisi 4 ekor ayam. Untuk perlakuan pada penelitian ini digunakan 4 perlakuan berupa level pemberian fermentasi lumpur digestat, dimana P0 sebagai kontrol yaitu tanpa pemberian fermentasi lumpur digestat, P1 pemberian fermentasi lumpur digestat 2%, P2 pemberian fermentasi lumpur digestat 4% dan P3 dengan pemberian fermentasi lumpur digestat sebanyak 6%. Sedangkan untuk parameter yang diamati adalah persentase bagian karkas yang meliputi dada, punggung, sayap dan paha. Untuk bagian persentase non karkas yang diamati meliputi: jantung, gizzard (ampela) dan hati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian lumpur digestat fermentasi Aspergillus niger sampai taraf P3 atau 6% tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase bagian karkas yang meliputi dada, punggung, sayap dan paha, maupun terhadap presentase bagian non karkas yang meliputi jantung, gizzard,dan hati. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa lumpur digester yang difermentasi dengan kapang Aspergillus niger dapat digunakan sampai taraf 6% sebagai ransum ayam broiler.
Identifikasi Jamur Kontaminan yang Bersifat Xerofilik pada Lada Bubuk Santika Widowati; Kartinah W.; Guruh Sri Pamungkas
Biomedika Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Biomedika
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.358 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v10i2.272

Abstract

Lada merupakan salah satu jenis rempah yang cukup penting, baik ditinjau dari peranannya sebagai penyumbang devisa negara maupun kegunaannya yang khas dan tidak dapat digantikan oleh jenis rempah lainnya. Pada proses pengolahan lada yang masih dilakukan dengan cara yang kurang higienis, risiko produk terkontaminasi oleh jamur selama proses pengolahan lada bubuk masih sangat besar, khususnya jamur xerofilik, yaitu jamur yang mampu tumbuh pada produk kering atau kadar air yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya jamur xerofilik pada lada bubuk dan mengetahui spesies jamur xerofilik apa saja yang berpotensi sebagai penghasil toksin pada lada bubuk. Metode yang digunakan untuk pemeriksaan yaitu metode taburan. Sampel lada bubuk di encerkan dengan menggunakan aquades steril, dengan pengenceran 10-1, 10-2, dan 10-3, masing-masing di inokulasikan ke dalam medium DG18 pada cawan petri steril dan diinkubasi selama 5-7 hari. Kemudian di identifikasi secara makroskopis dan mikroskopis. Hasil identifikasi menunjukan lada bubuk terkontaminasi jamur xerofilik. Spesies jamur xerofilik yang terdapat pada lada bubuk yaitu Aspergillus candidus, Aspergillus ochraceus, Aspergillus fumigatus, Eurotium herbariorum, Aspergillus tamarii, Eurotium chevalieri, Aspergillus penicilloides, Aspergillus niger, dan Aspergillus oryzae. Dari 9 spesies jamur yang ditemukan, 6 diantaranya dapat berpotensi sebagai penghasil mikotoksin.
PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA LELE DI DESA DOPLANG, SAWIT, KABUPATEN BOYOLALI MELALUI PRODUKSI PAKAN IKAN BERUPA PELET SECARA MANDIRI DARI KOTORAN AYAM PETELUR Guruh Sri Pamungkas; Dian Kresnadipayana; Tri Mulyowati
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 21, No. 2, September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v21i2.5315

Abstract

Untuk membantu menyelesaikan persoalan mahalnya pakan pellet buatan pabrik di Kelompok Budidaya Lele Desa Doplang, Sawit, Kabupaten Boyolali maka dilaksanakan kegiatan IbM dalam bentuk kegiatan pembimbingan, pendampingan dan pelatihan bagi mitra. Metode yang digunakan untuk pencapaian tujuan tersebut adalah suatu proses alih teknologi dan dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik, dan pendampingan yang berkesinambungan. Ipteks yang ditransfer dalam program ini meliputi perancangan sepaket mesin pencetak pelet, proses analisis proximat bahan baku dan kotoran ayam, proses pengeringan dan pembuatan tepung dari kotoran ayam, proses formulasi bahan baku, pembuatan pakan ikan lele berupa pelet, pengeringan pelet dan uji lapangan pada ternak, evaluasi dan monitoring. Hasil dari pengabdian IbM ini cukup signifikan terhadap penurunan biaya pakan dari yang selama ini seharga Rp. 9300,- per kg menjadi Rp. 6000,- dengan Protein Kasar (PK) masih diatas 27 % . Hasil budidaya masih bisa bersaing dengan pakan komersial (pabrikan) dengan FCR (Feed Comsumption Rate)  yang kecil sehingga produktivitas dan efesiensi meningkat karena harga pakan yang diproduksi lebih murah sekitar 35% dibanding harga pabrik. Keuntungan juga didapatkan bagi kelompok peternak ayam bisa memproduksi bahan pakan berupa kotoran ayam serbuk (konsentrat) dengan harga Rp. 400,- per kg sehingga meningkatkan nilai jual dari kotoran ayam petelur dari Rp. 7000,- per karung 50 kg menjadi Rp. 20.000 per karung 50 kg.
Screening Pediculosis dan Oxyuriasis pada Anak-anak TK/KB Al-Kautsar di Kelurahan Mojosongo Kecamatan Jebres Kota Surakarta Tri Mulyowati; Guruh Sri Pamungkas; Ifandari Ifandari; Rizal Maarif Rukmana
Journal of Health (JoH) Vol 3 No 2 (2016): Journal of Health - July 2016
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.02 KB) | DOI: 10.30590/vol3-no2-p111-113

Abstract

Pediculosis is an infection caused Pediculus humanus capitis, Oxyuriasis or enterobiasis or kreminan is an infection caused by pinworms. In 2010 research was conducted by the Department of Parasitology, Faculty of Medicine, University of Indonesia in Jakarta SD Paseban found 19 positive child worms. Study in a boarding school in Tangerang early 2011, 300 students were examined only 9 positive worms. Head of the Center for Environmental Health Engineering & PPM Ministry of Health dr. Hartati Samsudin, MQIH said that based on the survey results, the current Indonesian children suffer from intestinal worms average figure is around 30%. The purpose of this devotion Creating a harmonious relationship between the Community Higher education in an effort to improve the welfare of people in the health field, improving the ability to implement disease control pediculosis. The results of the examination pediculosis done after counseling, so that the students already understand it and understand what is pediculosis, of the 92 students that there were 86 students who signed us check her hair and then we comb using serit if nothing positive was found Pediculus humanus capitis we take and put in pot samples. The test results showed as many as 10 students Pediculus humanus capitis positive.
THE INFLUENCE OF CALCIUM HYPOCHLORITE DOSAGE ADJUSTMENT ON TAPIOCA WASTEWATER PRE-CHLORINATION TOWARD EFFICIENCY OF ACTIVATED SLUDGE TREATMENT Happy Mulyani; Guruh Sri Pamungkas
Molekul Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.525 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2016.11.2.213

Abstract

The objectives of this research are to study about influence of calcium hypochlorite dosage adjustment on tapioca wastewater chlorination toward efficiency of activated sludge treatment especially at MLVSS profile and percentage of COD removal. This research mainly divided into pre-chlorination and activated sludge treatment. Pre-chlorination taken place for 60 minutes at pH 8. The variation of calcium hypochlorite dosages which used are 58, 59, and 60 mg/L. Pre-chlorination effluent with no free chlorine residual then becomes activated sludge treatment influent. Sampling has done each aeration time interval 0, 2, 4, and 6 hour for analysis of COD and MLVSS content. Research result generally shows that addition of aeration time for each variation of calcium hypochlorite dosage will increase MLVSS and decrease COD content. Smallest value of COD effluent could achieved in the activated sludge treatment with calcium hipochlorite dosage 60 mg/L addition at influent during 4 hours aeration time. Addition of 58 mg/l calcium hypochlorite results highest MLVSS and percentage of COD removal.
PELATIHAN PENINGKATAN MANAJEMEN KEUANGAN BERBASIS SOFTWARE PADA UMKM (STUDI KASUS PADA UMKM SIDOMUKTI DAN SRI REJEKI DI KECAMATAN JENAWI) Dian Indriana Hapsari; Dian Kresnadipayana; Guruh Sri Pamungkas
ABDIMAS UNWAHAS Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v2i2.2098

Abstract

Munculnya gelombang ekonomi kreatif belakangan ini ikut mendorong peran vital UMKM bagi perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Meskipun UMKM di Indonesia mengalami kemajuan yang cukup pesat namun masih juga memiliki beberapa permasalahan. Salah satu permasalahan yang dihadapi UKM yang sering kita dengar adalah masih enggannya UMKM dalam melaksanakan pembukuan. Mitra dari pengabdian ini adalah Kelompok Sri Rahayu dan Kelompok Wanita Tani Mukti Rahayu. Dengan menggunakan metode survey tujuan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan peningkatan manajemen keuangan berbasis software pada UMKM tersebut dan program ini telah berhasil dilaksanakan dengan hasil yang memuaskan.Kata kunci: Pelatihan, Kewirausahaan, manajemen keuangan,UMKM